
Menumbuhkan Semangat dan Rasa Kepedulian terhadap Bangsa Indonesia dalam Buku Membela Indonesia
Bagi rakyat Indonesia, rasa nasionalisme tentu sudah diajarkan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Oleh karenanya, karakter cinta terhadap bangsa dan negara sudah melekat kuat di setiap insan rakyat Indonesia.
Dewasa ini, rasa peduli dan cinta terhadap bangsa Indonesia dirasa perlahan-lahan mulai luntur. Kurangnya rasa syukur terhadap anugerah yang telah diberikan atas kebebasan beragama, hilangnya rasa kebersamaan dalam persatuan antar suku bangsa, memudarnya keadilan dikalangan rakyat jelata, keroposnya kedaulatan dan persatuan dampak acuh tak acuhnya terhadap kepedulian sosial, merupakan salah satu dari berbagai faktor penyebabnya.
Melihat kondisi bangsa Indonesia yang tengah diterpa masalah disintegrasi, radikalisme, dan menurunnya semangat bela negara, tergeraklah hati Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo, untuk Menyusun buku berjudul Membela Indonesia; Mencintai, Merawat, Menjaga dan Mensyukuri Anugerah Nusantara. Buku ini merupakan suatu karya kolektif yang dikaji secara detail dan mendalam oleh Tim Forum Kajian Ilmiah Nahdlatul Afkár (NALAR) Wisudawan Marhala Ula Ma’had Aly lirboyo 2020-2021.
Buku ini disusun secara terperinci, dan mendalam dari sisi aspek teologis, historis, hingga praktis bela negara.
Isi Buku dan Strukturnya
Buku setebal lebih dari 200 halaman ini disusun secara rinci dan mendalam, dimulai dari aspek teologis, historis, hingga praktis bela negara. Dalam bab awal, buku ini menitikberatkan pada landasan agama dan moral bela bangsa. Dalam perspektif teologis, bela tanah air bukan sebatas kewajiban kewarganegaraan, tapi juga kewajiban agama dan manusia. Hal ini didasarkan pada dalil Al-Qur’an, Hadis, dan ajaran ulama, seperti “hubbul wathan minal iman” cinta tanah air merupakan sebagian dari iman.
Selain aspek teologis, buku ini juga memberikan landasan historis peran ulama, santri, dan pesantren pada saat bangsa Indonesia tengah bergelut melawan penjajahan. Hal ini tampak pada peristiwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, pertempuran 10 November di Surabaya, dan peran ulama Nusantara yang turut menjaga keutuhan bangsa.
Buku ini kemudian bergeser pada aspek praktis bela negara. Dalam bab selanjutnya, dijabarkan langkah-langkah bela bangsa, mulai dari kesadaran rohani, militansi kebangsaan, menjaga persatuan, peran ulama, pemerintah, masyarakat, hingga peran media dan ekonomi. Dengan pendekatan holistik, buku ini memberikan peta dan langkah konkret yang dapat diikuti masyarakat demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Buku “Membela Indonesia” berisikan pembahasan berikut:
1. Keteladanan Sejarah
Buku ini menggunakan pendekatan sejarah (historical approach) untuk mendeskripsikan peran ulama, santri, dan bangsa Indonesia pada saat terjadi pertempuran fisik dan ideologis demi menjaga keutuhan bangsa. Hal ini berguna demi memberikan kesadaran sejarah dan menemukan makna bela bangsa berdasarkan peristiwa yang terjadi.
2. Religi dan Fiqh Siyasah
Buku ini juga menggunakan pendekatan fikih siyasah (fiqih tata negara) dan teologis. Dalam aspek teologis, bela tanah air dianggap sebagai kewajiban syar’i. Dalam aspek fikih, bela bangsa dikategorikan fardlu kifāyah (kewajiban kolektif), yaitu apabila masih ada sebagian masyarakat yang melaksanakannya, kewajiban yang lain dapat gugur. Hal ini dibarengi dalil-dalil Al-Qur’an, Hadis, dan kalam ulama.
3. Sosiologis dan Kontemporer
Buku ini juga menggunakan pendekatan sosiologis. Dalam bab Implementasi Bela Negara, buku ini menganalisa kondisi bangsa Indonesia saat ini seperti masalah radikalisme, intoleransi, dan disintegrasi dan kemudian memberikan langkah praktis sesuai konteks zaman. Harapannya, buku ini dapat membuat kita selalu memiliki rasa cinta terhadap bangsa Indonesia
Identitas Buku
Judul buku: MEMBELA INDONESIA: Mencintai, Merawat, Menjaga dan Mensyukuri Anugerah Nusantara
Penulis: Tim forum Kajian Ilmiyah Nahdlatul Afkár (NALAR)
Penerbit: Lirboyo Press
Tahun terbit: Maret 2020 M
Jumlah hlm: xxxii + 228 hal.
ISBN: 978-602-5743-42-9
Editor: Syauqi Multazam
Peresensi: Raden Muhammad Rifqi
(Mahasantri Semester I Marhalah Ula Ma’had Aly Lirboyo)
Syauqi Multazam
01 Nov 2025
Catatan Kuliah Umum Marhalah Tsaniyyah bersama Dr. KH. Reza Ahmad Zahid Lc., M.A.
Raden Muhammad Rifqi
27 Okt 2025
Ini teks lengkap Ikrar Santri Lirboyo untuk Indonesia yang dibacakan pada apel HSN 2025
Redaktur
24 Okt 2025
Di forum dauroh tersebut Syekh Awwamah menguraikan pentingnya sanad dalam transmisi hadis
Redaktur
15 Okt 2025
Berikut ini resume kajian fikih dan ushul fikih dalam Kuliah Takhassus Marhalah Ula Ma’had Aly Lirboyo
Redaktur
08 Okt 2025
Pada kesempatan kali ini, Syekh Awwamah menguraikan ragam hadis beserta hukum, syarat, dan metodenya
Redaktur
26 Sep 2025
Syekh Awwamah dalam Dauroh ini membahas Hadis Dhaif hingga Maudhu’ secara detail
30 Nov 2025 1.009 views
At-Tahbir: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir Ma’had Aly Lirboyo kembali terbit
27 Nov 2025 505 views
Pondok Pesantren dan Ma’had Aly Lirboyo menerima kunjungan kehormatan dari Mufti Negeri Perak Malaysia
25 Nov 2025 247 views
Sebanyak 133 mahasantri Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo ikuti Munaqasyah Risalah Tesis
Comments are not available at the moment.