KH. Yasin Musthofa Kamal Ajak Mahasantri Memahami UUD 1945 dari Perspektif Fikih Kebangsaan
- account_circle Redaktur
- calendar_month 9/06/2026
- visibility 54
- comment 0 komentar
- label Artikel
Perwakilan Ketua Senat Ma’had Aly Lirboyo, KH. Yasin Musthofa Kamal turut menyampaikan sambutan dalam rangkaian Kuliah Umum yang diselenggarakan di Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo.
Beliau menekankan pentingnya pemahaman konstitusi bagi para mahasantri dalam membangun wawasan keislaman dan kebangsaan secara utuh.
KH. Yasin Musthofa Kamal menyoroti pentingnya literasi konstitusi bagi mahasantri guna memperkuat pemahaman mereka terhadap relasi antara nilai-nilai keislaman dan kehidupan berbangsa.
Mengawali sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya forum ilmiah tersebut serta mengucapkan selamat datang kepada Prof. Dr. Mahfud MD yang hadir sebagai pembicara utama.
Menurutnya, kehadiran seorang tokoh nasional sekaligus pakar hukum tata negara di tengah-tengah mahasantri merupakan kesempatan berharga untuk memperkaya wawasan serta memperluas cakrawala berpikir mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Atas nama Senat Ma’had Aly Lirboyo, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Mahfud MD yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu kepada para mahasantri,” katanya saat memberikan sambutan di Ma’had Aly Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur pada Senin (08/06/2026).
UUD 1945 sebagai Hasil Pergulatan Gagasan Kebangsaan
Dalam sambutannya, KH. Yasin menjelaskan bahwa tema yang diangkat dalam kuliah umum kali ini memiliki relevansi yang sangat erat dengan karakter pendidikan Ma’had Aly Lirboyo, khususnya dalam konsentrasi kajian Fikih Kebangsaan.
Menurut beliau, Undang-Undang Dasar 1945 tidak dapat dipahami semata sebagai dokumen hukum negara semata melainkan sebagai hasil pergulatan pemikiran para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar kehidupan berbangsa yang mampu menaungi keberagaman Indonesia.
Beliau menuturkan bahwa memahami sejarah intelektual UUD 1945 berarti memahami perjalanan gagasan-gagasan besar mengenai negara, demokrasi, kedaulatan rakyat, hubungan agama dan negara, serta cita-cita keadilan sosial yang terus berkembang dari masa ke masa.
Proses demikian tidak berhenti pada perumusan konstitusi awal, tetapi juga berlanjut melalui berbagai amandemen yang dilakukan pascareformasi.
Konstitusi dan Pengembangan Fikih Kebangsaan
Selanjutnya, KH. Yasin menegaskan bahwa kajian mengenai dinamika konstitusi memiliki posisi penting dalam pengembangan Fikih Kebangsaan yang menjadi salah satu ciri khas pendidikan di Ma’had Aly Lirboyo.
Menurut Anggota Senat Ma’had Aly Lirboyo itu, pemahaman terhadap konstitusi akan membantu para mahasantri membangun perspektif keislaman yang kontekstual, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan bangsa.
“Melalui pemahaman terhadap perjalanan konstitusi Indonesia, kita dapat melihat bagaimana nilai-nilai keadilan, persatuan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kemaslahatan umum senantiasa menjadi titik temu antara ajaran Islam dan kehidupan berbangsa,” jelasnya.
Merawat Keislaman dan Kebangsaan Secara Bersamaan
Dengan demikian, beliau mengajak seluruh mahasantri untuk mengikuti kuliah umum dengan penuh kesungguhan.
Menurutnya, forum ilmiah semacam ini tidak hanya menjadi sarana menambah pengetahuan, namun juga kesempatan untuk menyerap berbagai perspektif yang dapat memperkaya cara pandang dalam membaca persoalan kebangsaan.
Ia berharap wawasan yang diperoleh dari kuliah umum tersebut dapat menjadi bekal intelektual bagi para mahasantri dalam mengembangkan pemikiran Islam yang relevan dengan tantangan zaman sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Menutup sambutannya, KH. Yasin Musthofa Kamal menyampaikan harapan agar forum ilmiah yang dihadiri para masyayikh, dosen, dan mahasantri itu membawa manfaat yang luas bagi seluruh peserta.
Menurutnya, giat semacam ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk merawat dan memperkuat kehidupan berbangsa maupun bernegara yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Semoga forum ini dapat menambah keluasan wawasan kita sekaligus memperkuat komitmen untuk terus menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara bijaksana dan maslahat,” pungkasnya. (ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar