KH. Muhammad Dahlan Ridwan: Wawasan Kebangsaan Merupakan Bekal Penting Pengabdian Mahasantri
- account_circle Redaktur
- calendar_month 9/06/2026
- visibility 54
- comment 0 komentar
- label Artikel
Dalam Kuliah Umum yang berlangsung di Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Mudir I Ma’had Aly Lirboyo, KH. Muhammad Dahlan Ridwan, menyampaikan pengantar yang menekankan pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan sebagai bekal bagi mahasantri dalam menjalankan pengabdian di tengah kehidupan masyarakat.
Mengawali sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kuliah umum yang menghadirkan Prof. Dr. Mahfud MD sebagai pembicara utama. Menurutnya, kehadiran tokoh nasional sekaliber Prof. Mahfud merupakan anugerah tersendiri bagi Ma’had Aly Lirboyo, terlebih di tengah berbagai kesibukan yang beliau emban.
“Atas nama segenap jajaran mudir dan keluarga besar Ma’had Aly Lirboyo, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Mahfud MD yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu kepada para mahasantri,” ungkapnya saat menyampaikan pengantar kuliah umum di Ma’had Aly Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur pada Senin (08/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, KH. Muhammad Dahlan Ridwan juga menyampaikan permohonan maaf dari Mudir ‘Am Ma’had Aly Lirboyo, yaitu KH. Atho’illah Sholahuddin Anwar, yang berhalangan hadir karena harus menghadiri Sidang Syuriah PBNU.
Ma’had Aly Lirboyo dan Komitmen Kajian Fikih Kebangsaan
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Ma’had Aly Lirboyo merupakan jenjang pendidikan tertinggi di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo yang memiliki takhassus fikih dan usul fikih dengan konsentrasi kajian fikih kebangsaan.
Melalui konsentrasi tersebut, harapannya para mahasantri tidak hanya menguasai khazanah turats, namun juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya untuk menjawab persoalan masyarakat dan dinamika zaman.
Menurut Mudir Satu Ma’had Aly Lirboyo tersebut, ilmu yang diwariskan oleh Rasulullah SAW, para ulama salaf, para kiai pesantren, hingga para Muassis (Pendiri) Pondok Lirboyo harus terus ditransformasikan kepada generasi berikutnya.
Oleh karenanya, pendidikan di Ma’had Aly Lirboyo lebih diarahkan agar para mahasantri mampu menjadi jembatan antara warisan keilmuan Islam dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.
“Harapan kami, para mahasantri tidak hanya memahami teks-teks keilmuan, tetapi juga mampu menghadirkan kemaslahatan ketika nantinya terjun di tengah masyarakat,” tuturnya.
Perkembangan dan Kiprah Akademik Ma’had Aly Lirboyo
Dalam pemaparannya, beliau juga menjelaskan perkembangan Ma’had Aly Lirboyo yang saat ini menyelenggarakan dua jenjang pendidikan, yakni Marhalah Ula (setara S1) yang dimulai pada 2017 dan Marhalah Tsaniyah (setara S2) yang dibuka sejak 2021.
Hingga tahun 2026, jumlah mahasantri Marhalah Ula tercatat mencapai 6.040 orang, sedangkan Marhalah Tsaniyah berjumlah 311 orang.
Dengan jumlah mahasantri yang besar tersebut, Ma’had Aly Lirboyo senantiasa berupaya menghadirkan para tokoh bangsa, akademisi, dan negarawan untuk memperluas cakrawala berpikir para mahasantri, khususnya dalam bidang kebangsaan dan ketatanegaraan.
Wawasan Kebangsaan sebagai Bekal Pengabdian
KH. Muhammad Dahlan Ridwan menegaskan bahwa wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dari pembentukan karakter mahasantri.
Sebab, ketika kembali ke masyarakat, mereka tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu agama, namun juga sebagai agen kemaslahatan yang mampu memperjuangkan keadilan hukum, keadilan sosial, dan keadilan ekonomi.
Menurut beliau, nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan utama syariat Islam yang menempatkan kemaslahatan serta keadilan sebagai orientasi utama. Sehingga, para mahasantri diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama belajar di pesantren untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Jangan sampai saat kembali ke masyarakat, seorang mahasantri justru menjadi bagian dari persoalan yang ada. Sebaliknya, ia harus hadir sebagai solusi dan pembawa kemanfaatan,” pesannya.
Belajar Kebangsaan dari Pengalaman Prof. Mahfud MD
Dalam konteks itulah, beliau menilai kehadiran Prof. Mahfud MD sangat relevan bagi para mahasantri. Melalui pengalaman panjangnya sebagai akademisi, negarawan, dan pakar hukum tata negara, Prof. Mahfud diharapkan mampu memberikan perspektif yang lebih luas mengenai hubungan antara hukum, konstitusi, dan kehidupan berbangsa.
Safari Ramadan: Bukti Nyata Pengabdian Mahasantri
Menjelang akhir sambutannya, KH. Muhammad Dahlan Ridwan juga menyampaikan capaian dakwah para mahasantri Ma’had Aly Lirboyo sepanjang Ramadan 2026. Bersama lembaga Ittihadul Muballighin, para mahasantri telah melaksanakan Safari Ramadan dengan mengirimkan 3.450 delegasi ke 1.331 titik dakwah yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara.
Capaian tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pengabdian nyata kepada masyarakat.
Menutup sambutannya, beliau berharap seluruh mahasantri dapat memanfaatkan kuliah umum tersebut sebagai sarana memperkaya wawasan dan memperkuat bekal pengabdian.
Dengan demikian, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Ma’had Aly Lirboyo dapat diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan masyarakat. (ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar