Ma’had Aly Lirboyo Gelar Kuliah Umum Marhalah Tsaniyah Bahas Teknik Penulisan dan Penyusunan Tesis
- account_circle Muhamad Andi Suryono
- calendar_month 23/05/2026
- visibility 83
- comment 0 komentar
- label Berita
Kediri — Ma’had Aly Lirboyo mengadakan acara Kuliah Umum Marhalah Tsaniyah bertajuk “Pelatihan Teknik Penulisan dan Penyusunan Risalah Tesis” pada Jumat (22/5/2026) di Auditorium An-Nawawy.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tradisi akademik dan peningkatan kualitas karya ilmiah mahasantri Marhalah Tsaniyah.
Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa kuliah umum semacam ini diagendakan dua kali dalam setahun dengan jadwal pelaksanaan yang mengikuti perkuliahan reguler, yakni mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Berbeda dengan perkuliahan biasa yang terbagi ke dalam empat kelas, seluruh mahasantri Marhalah Tsaniyah kali ini mengikuti kegiatan secara bersama-sama dalam satu forum besar. Suasana auditorium pun tampak padat dipenuhi peserta yang hadir sejak awal acara.
Hadirkan Dua Narasumber Sekaligus
Kuliah umum kali ini menghadirkan dua pembicara dengan latar belakang keilmuan yang berbeda namun saling melengkapi, yaitu Bpk. M. Rifai Bachrun, M.Ag. dan Bpk. Hilmi Husaini Zuhri, M.Pd.
Bpk. M. Rifai Bachrun merupakan Mudir Empat Ma’had Aly Lirboyo sekaligus dosen pengampu mata kuliah Ushul Fikih berbasis kitab Jam’ul Jawami’ di jenjang Marhalah Ula. Sementara itu, Bpk. Hilmi Husaini Zuhri, menjabat sebagai Ketua Bidang Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah (BP2KI) Ma’had Aly Lirboyo.
Panitia mengemas kegiatan ini secara ringkas dengan dua sesi utama, yakni pembukaan dan pemaparan materi. Setelah menyampaikan materi selama kurang lebih satu jam, Bpk. M. Rifai Bachrun kemudian mempersilakan narasumber kedua melanjutkan sesi berikutnya.
Sebelum mengakhiri pemaparannya, beliau sempat memberikan testimoni tentang kompetensi pemateri selanjutnya dalam bidang kepenulisan ilmiah.
“Pak Hilmi ini menjadi penulis terbaik di tingkat perguruan tinggi untuk karya tesis pada angkatannya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut langsung disambut antusias dan kekaguman dari para peserta.
Satu Tema, Dua Fokus Pembahasan
Meski berada dalam satu payung tema besar, kedua narasumber membahas fokus yang berbeda sesuai bidang keahlian masing-masing.
Bpk. M. Rifai Bachrun membawakan materi tentang teknik penulisan akademik, sedangkan Bpk. Hilmi Husaini Zuhri mengulas secara khusus tentang penyusunan risalah tesis. Keduanya menekankan berbagai aspek metodologis secara rinci dan runtut.
Konsep tersebut membuat forum terasa lebih komprehensif karena peserta tidak hanya memahami aspek teknis penulisan, tetapi juga memperoleh gambaran sistematis mengenai tahapan penyusunan tesis di jenjang Marhalah Tsaniyah.
Selain mendapatkan materi secara langsung, para mahasantri juga menerima buku pedoman penulisan karya ilmiah yang kedepannya akan menjadi acuan dalam penyusunan makalah, proposal tesis, hingga tesis selama masa studi.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para mahasantri tampak serius menyimak penjelasan narasumber. Banyak peserta terlihat aktif mencatat poin-poin penting yang dianggap relevan dengan kebutuhan akademik mereka.
Setelah kedua narasumber menyelesaikan pemaparannya, moderator membuka sesi tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai kendala penulisan, teknik penyusunan proposal, hingga mekanisme akademik dalam penyelesaian tesis.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bpk. M. Rifai Bachrun sebelum pembawa acara secara resmi menutup forum.
Salah satu peserta, Ahmad Royhan, mahasantri Marhalah Tsaniyah Semester I asal Cirebon, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
“Lebih semangat menulis, jadi lebih tahu tata cara kepenulisan akademik, dan memunculkan banyak inspirasi,” ungkapnya.
Menguatkan Tradisi Akademik Pesantren
Dengan pembinaan yang berkelanjutan semacam ini, Ma’had Aly berharap mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya mumpuni dalam penguasaan ilmu syariat, namun juga mampu menghadirkan karya ilmiah yang berkualitas serta relevan dengan perkembangan zaman. (ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar