Beranda » Berita » Perkuliahan Perdana Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo Resmi Dimulai, Diikuti 160 Mahasantri Baru

Perkuliahan Perdana Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo Resmi Dimulai, Diikuti 160 Mahasantri Baru

Kediri — Suasana akademik kembali terasa hidup di Gedung Perkuliahan Al-Karim Lirboyo. Pada Kamis (14/05/2026), mahasantri Marhalah Tsaniyah (M.2) Ma’had Aly Lirboyo resmi memulai perkuliahan perdana tahun akademik 2026–2027.

Sejak siang hari, para mahasantri tampak memadati area perkuliahan dengan mengenakan seragam putih. Mereka mengikuti pembelajaran dengan khidmat sambil menyimak paparan materi yang disampaikan para dosen pengampu.

Diikuti 160 Mahasantri Baru

Salah satu pengelola Marhalah Tsaniyah, Bpk. Imam Abdul Lathif, S.Ag menjelaskan bahwa perkuliahan semester ini diikuti oleh 160 mahasantri semester satu.

Untuk menunjang kenyamanan belajar, pihak pengelola membagi peserta ke dalam empat ruang kelas yakni ruang A, B, C, dan D, dengan kapasitas masing-masing sekitar 40 mahasantri. Ia juga menjelaskan bahwa jadwal perkuliahan dibagi ke dalam dua sesi utama yaitu:

  • Sesi I: pukul 13.30–15.00 WIB
  • Sesi II: pukul 15.30–16.30 WIB

Menurutnya, sistem tersebut dirancang agar pembelajaran berjalan lebih efektif dan kondusif. “Untuk mahasantri semester tiga ke atas, fokus mereka sudah beralih pada pengerjaan tesis dan riset mandiri,” jelasnya.

Gabungkan Kurikulum Turats dan Dinamika Kontemporer

Dalam proses studinya, mahasantri Marhalah Tsaniyah mempelajari delapan mata kuliah utama yang dirancang untuk memperkuat kemampuan akademik sekaligus memperluas wawasan keislaman kontemporer.

Kurikulum tersebut tidak hanya berfokus pada pendalaman kitab-kitab klasik (kutub at-turats), namun juga menyentuh aspek metodologis dan kajian kebangsaan yang relevan dengan perkembangan zaman. Adapun mata kuliah yang diajarkan meliputi:

  • Fikih Muwathonah (Fikih Kebangsaan)
  • Ushul Fikih
  • Kaidah Fikih
  • Tafsir Hadis
  • Ilmu Tafsir
  • Tasawuf
  • Sejarah Peradaban Islam
  • Metodologi Penelitian

Kuliah Perdana Bahas Piagam Madinah dan Maslahah Syari’iyyah

Pada hari pertama perkuliahan, suasana diskusi tampak aktif di setiap ruang kelas. Para dosen langsung mengajak mahasantri masuk pada pembahasan-pembahasan substantif yang berkaitan dengan fikih, kebangsaan, serta metodologi hukum Islam.

Di ruang A dan D, misalnya Kiai Fauzi Hamzah Syam bersama Kiai Zahro Wardi membahas hubungan antara Piagam Madinah dan Pancasila, serta mengaitkannya dengan isu hak asasi manusia dan hukum internasional dalam konteks kenegaraan modern.

Sementara itu, di ruang B dan C, Kiai M. Masruhan Mukhlasin dan Kiai Arif Ridlwan Akbar mengulas materi Kaidah Fikih dengan fokus pada konsep al-mashlahah asy-syar’iyyah.

Dalam pembahasan tersebut, para mahasantri diajak memahami bagaimana syariat Islam hadir untuk mewujudkan kemaslahatan publik semata dan memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial.

Awal Perjalanan Akademik Marhalah Tsaniyah

Dimulainya perkuliahan ini menjadi langkah awal bagi para mahasantri Marhalah Tsaniyah dalam menempuh pendidikan tingkat lanjut di Ma’had Aly Lirboyo.

Selain memperdalam penguasaan fikih dan ushul fikih, mereka juga dituntut memiliki kemampuan analisis, riset, serta pemahaman kontekstual terhadap berbagai problematika umat.

Melalui sistem pembelajaran yang memadukan tradisi turats dengan pendekatan akademik modern, Ma’had Aly Lirboyo terus berupaya mencetak kader ulama dan intelektual Muslim yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren. (ed. Erfin)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less