LBM-MHM Lirboyo Selenggarakan Kuliah Ushul Fikih Bersama KH. Muhibbul Aman Aly
- account_circle Muhamad Andi Suryono
- calendar_month 13/05/2026
- visibility 96
- comment 0 komentar
- label Berita
Kediri — Lajnah Bahtsul Masail Madrasah Hidayatul Mubtadiin (LBM-MHM) kembali mengadakan agenda rutin Kuliah Ushul Fikih pada Selasa, (12/5/2026) di Gedung Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo.
Kegiatan ini menjadi salah satu forum kajian yang secara khusus memperdalam disiplin Ushul Fikih bagi para aktivis bahtsul masail dan mahasantri Ma’had Aly.
Forum ini diikuti Dewan Rais, Dewan Perumus LBM-MHM, serta para mahasantri Ma’had Aly yang mendominasi jumlah peserta.
Panitia memperkirakan jumlah peserta mencapai sekitar 150 mahasantri, ditambah sejumlah aktivis bahtsul masail tingkat III Aliyah yang ikut hadir sebagai bagian dari proses pengenalan sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang Ma’had Aly.
KH. Muhibbul Aman Aly Jadi Pembicara Tetap
Tepat pukul 14.00 WIB, acara dimulai. Sebelum memasuki sesi inti, salah satu anggota Dewan Perumus terlebih dahulu membacakan materi yang akan dikaji.
Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan secara langsung, tetapi juga dibantu layar proyektor yang menampilkan teks kitab yang sedang dibahas.
Pada kesempatan ini, LBM-MHM kembali menghadirkan KH. Muhibbul Aman Aly sebagai pembicara utama. Sosok yang akrab disapa Gus Muhib tersebut merupakan alumni Pondok Pesantren Lirboyo dan kini beliau merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Besuk, Pasuruan.
Selain itu, beliau juga mengampu mata kuliah Ushul Fikih di jenjang Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo serta aktif sebagai Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Tak hanya itu, beliau juga menjadi Dewan Pentashih dalam forum kajian fikih Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa dan Madura.
Pakar Ushul Fikih dan Penulis Kitab Tashihul Wusul
Kredibilitas Kiai Muhib dalam bidang fikih dan ushul fikih telah dikenal luas baik di kalangan dalam maupun luar pesantren. Salah satu karya beliau yang cukup populer ialah Tashihul Wusul, sebuah kitab yang merangkum berbagai pembahasan penting dari kitab-kitab induk ushul fikih.
Selama satu tahun ke depan, beliau ditetapkan sebagai narasumber Kuliah Ushul Fikih. Hal ini dilakukan agar materi yang dikaji dapat tersampaikan secara berkesinambungan dan sistematis, sehingga peserta mampu mengikuti alur pembahasan secara runtut dan mendalam.
LBM-MHM Tayangkan Kajian Secara Langsung di YouTube
Untuk memperluas akses pembelajaran, LBM-MHM juga menyiarkan kegiatan ini melalui layanan live streaming YouTube. Langkah tersebut memungkinkan para santri maupun masyarakat umum yang berhalangan hadir tetap dapat mengikuti kajian ushul fikih secara langsung.
Siaran tersebut dikelola oleh tim media Santri Mengaji. Pengelola media, Bpk. Mahatir Ihsan menjelaskan bahwa siaran langsung ini merupakan bagian dari ikhtiar menyebarluaskan ilmu-ilmu Islam kepada masyarakat luas.
“Hal ini kami lakukan semata-mata demi tersebarnya ilmu-ilmu Islam,” ujarnya.
Kajian dapat diakses melalui kanal YouTube @santrimengaji17, sementara informasi silabus pembelajaran rutin dipublikasikan melalui akun Instagram @santrimengajimedia, biasanya sebelum pelaksanaan kajian.
Mengkaji Kitab Monumental Jam’ul Jawami’
Dalam kuliah ini, KH. Muhibbul Aman Aly menggunakan kitab Jam’ul Jawami’ sebagai rujukan utama. Kitab monumental dalam disiplin Ushul Fikih tersebut juga menjadi bagian penting dari kurikulum pembelajaran Ma’had Aly Lirboyo.
Pemilihan kitab ini bukan tanpa alasan. Selain memiliki pembahasan yang mendalam dan padat, Jam’ul Jawami’ juga dinilai mampu memperkuat pemahaman metodologis mahasantri dalam membaca dan menganalisis persoalan hukum Islam.
Melalui kajian tersebut, peserta tidak hanya mempelajari teks secara teoritis, namun juga memahami penerapan metodologi ushul fikih dalam forum bahtsul masail.
Setelah pemaparan materi selesai, forum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tiga mahasantri memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan terkait pembahasan yang telah disampaikan.
Suasana diskusi berlangsung aktif dan penuh antusiasme, menunjukkan tingginya minat peserta terhadap kajian ushul fikih.
Di penghujung acara, KH. Muhibbul Aman Aly menutup kegiatan dengan melantunkan doa-doa kebaikan. Beliau memohon agar seluruh peserta diberi kemudahan dalam memahami teori-teori ushul yang dipelajari pada hari itu
Siapkan Generasi Fuqaha-Ushuli
Melalui agenda rutin ini, LBM-MHM berharap Kuliah Ushul Fikih tidak hanya sebagai forum kajian saja, melainkan menjadi ruang pembinaan intelektual yang mampu memperkuat kualitas pemahaman mahasantri terhadap disiplin Ushul Fikih.
Disamping itu, forum ini diharapkan dapat melahirkan generasi fuqaha-ushuli yang memiliki ketelitian berpikir, kedalaman analisis, serta kemampuan merumuskan hukum Islam secara matang dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan kontemporer. (ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar