Beranda » Berita » LBM-MHM Adakan Seminar Moderator, Cetak Kader Pemandu Bahtsul Masail yang Andal

LBM-MHM Adakan Seminar Moderator, Cetak Kader Pemandu Bahtsul Masail yang Andal

Kediri — Lajnah Bahtsul Masail Madrasah Hidayatul Mubtadiin (LBM-MHM) mengadakan Seminar Moderator Ma’had Aly Marhalah Ula yang diselenggarakan pada Sabtu (27/06/2026).

Bertempat di Auditorium An-Nawawy, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 17.30 WIB tersebut diikuti oleh mahasantri pilihan dari berbagai semester di lingkungan Ma’had Aly Lirboyo.

Seminar ini digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas mahasantri, khususnya dalam bidang musyawarah dan bahtsul masail.

Sesuai dengan tema yang diangkat, peserta dipersiapkan menjadi moderator yang mampu mengendalikan forum secara tertib, menjaga alur diskusi, sekaligus mengantarkan pembahasan menuju kesimpulan yang maksimal.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh segenap pengurus LBM-MHM, jajaran Dewan Harian, serta panitia penyelenggara yang turut mengawal jalannya acara.

Pada waktu yang bersamaan, LBM-MHM juga menyelenggarakan seminar moderator bagi siswa tingkat Aliyah di Gedung Al-Ikhwan. Kegiatan tersebut menghadirkan Bpk. Masruhan Zuhri, M.Ag., anggota Dewan Rais LBM-MHM, sebagai narasumber utama.

Peserta Terbatas Demi Pembinaan yang Intensif

Berbeda dengan agenda LBM lainnya yang biasanya dipadati peserta dalam jumlah banyak, Seminar Moderator kali ini justru berlangsung lebih terbatas. Namun, kondisi tersebut memang dirancang sejak awal oleh panitia.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan mahasantri pilihan yang telah memiliki pengalaman sebagai moderator dalam berbagai forum diskusi.

Demi menjaga efektivitas pembinaan, panitia membatasi kuota peserta. Setiap angkatan mengirimkan tujuh orang perwakilan, mulai dari mahasantri Marhalah Ula Semester I hingga Semester V.

Dengan komposisi peserta yang lebih sedikit, proses pembelajaran berlangsung lebih intensif dan memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih mendalam antara peserta dan narasumber.

Menghadirkan Moderator Berpengalaman

Seminar kali ini menghadirkan Kiai Arif Ridlwan Akbar sebagai tutor utama. Sementara itu, Bpk. Zulkifli memandu jalannya pembahasan materi selama kegiatan berlangsung.

Kiai Arif Ridlwan Akbar dikenal sebagai moderator berpengalaman yang kerap memandu forum-forum bahtsul masail tingkat tinggi.

Beliau juga kerap dipercaya menjadi moderator dalam Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa dan Madura, salah satu forum bahtsul masail paling bergengsi di lingkungan pesantren.

Dalam pemaparannya, beliau turut menceritakan pengalaman awalnya ketika harus memoderatori forum yang dihadiri para masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo. Kesempatan tersebut, menurut beliau sempat menimbulkan rasa gugup dan ketegangan.

Namun, justru dari pengalaman itulah mentalnya terbentuk. Berbagai forum yang dihadapi kemudian menjadi sarana latihan yang berharga dalam mengasah kemampuan memimpin diskusi dan mengendalikan jalannya musyawarah.

Suasana Seminar yang Hidup dan Interaktif

Sejak awal kegiatan, para peserta tampak sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Mereka menyimak setiap penjelasan dengan serius, mencatat poin-poin penting, serta aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan teknik moderator.

Suasana seminar semakin hidup ketika sesi tanya jawab dimulai. Banyaknya pertanyaan yang diajukan menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap materi yang disampaikan.

Diskusi yang berlangsung secara terbuka tersebut membuat seminar tidak hanya menjadi ruang penyampaian materi, melainkan juga forum bertukar pengalaman antara narasumber dan para calon moderator handal.

Pesan Sekaligus Penutup

Menjelang akhir acara, Kiai Arif Ridlwan Akbar menyampaikan apresiasi terhadap buku materi yang digunakan dalam seminar. Menurut beliau, materi yang disusun telah mencakup berbagai aspek penting dalam dunia moderasi forum.

“Buku ini sesuai dengan pengalaman saya menjadi moderator selama bertahun-tahun,” ungkapnya.

Beliau juga berpesan agar para peserta menjadikan buku tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sebagai moderator.

Selain itu, Mudir Tiga Ma’had Aly Lirboyo tersebut mendorong peserta untuk terus mengamati moderator dalam setiap forum bahtsul masail yang mereka ikuti.

Menurutnya, pengalaman lapangan merupakan guru terbaik dalam membentuk moderator yang baik. Beliau menegaskan bahwa:

“Kunci utama menjadi moderator yang andal adalah memperbanyak jam terbang dalam berbagai forum diskusi.”

Harapan untuk Pengembangan Materi Moderator

Di akhir kegiatan, Kiai Arif Ridlwan Akbar juga menyampaikan harapannya agar buku panduan moderator yang telah disusun dapat terus dikembangkan.

Beliau mengusulkan agar LBM-MHM memberikan syarah atau penjelasan tambahan terhadap materi yang ada, seperti penyertaan contoh kasus, referensi ibarat, hingga panduan praktis dalam menghadapi berbagai situasi forum.

Menurutnya, langkah itu akan semakin memperkaya materi dan memudahkan para peserta dalam memahami kaidah-kaidah kemoderatoran secara lebih aplikatif.

Melalui giat seminar ini, LBM-MHM menyiapkan kader-kader moderator yang tidak hanya piawai mengatur jalannya forum, namun juga mampu menjaga marwah dan tradisi intelektual bahtsul masail di lingkungan pesantren. (ed. Andi)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less