Beranda » Berita » 128 Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo Tempuh Ujian Proposal Tesis Marhalah Tsaniyah

128 Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo Tempuh Ujian Proposal Tesis Marhalah Tsaniyah

Kediri — Ma’had Aly Lirboyo menyelenggarakan ujian proposal risalah tesis bagi mahasantri Marhalah Tsaniyah Tahun Akademik 1447–1448 H/2026–2027 M pada Rabu, (29/07/2026).

Kegiatan yang menjadi tahap awal penyusunan tesis tersebut berlangsung di tiga lokasi, yakni Aula An-Nawawy lantai I dan II serta Gedung Perkuliahan Al-Karim.

Melalui agenda ini, para mahasantri mempresentasikan rancangan penelitian di hadapan dewan penguji yang terdiri atas penguji substansi dan metodologi.

Di samping menguji kelayakan proposal, forum tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh masukan akademik sebelum memasuki tahap penelitian lebih lanjut.

Berdasarkan data dari Bidang Penelitian dan Penulisan (BP2KI) Ma’had Aly Lirboyo, terdapat 128 mahasantri yang mengikuti ujian tahun ini.

Dari jumlah tersebut, 108 mahasantri menempuh ujian proposal reguler, sementara peserta lainnya mengikuti skema Tahlil al-Kutub sebagai bentuk penyelesaian tugas akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Ma’had Aly Lirboyo.

Tim penguji terdiri atas dosen Marhalah Tsaniyah, Mudir, serta dosen pembimbing tesis Ma’had Aly Lirboyo. Sejumlah penguji merupakan alumni senior Pondok Pesantren Lirboyo dengan rekam jejak keilmuan di berbagai bidang.

Turut menguji di antaranya ialah KH. Muhibbul Aman Aly, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. KH. Mujab Masyhudi, M.Th., Ph.D., dosen Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta KH. Zahro Wardi, anggota Komisi Fatwa MUI Jawa Timur sekaligus Tim Ahli Lembaga Bahtsul Masail PBNU.

Selain ketiganya, sejumlah dosen dan pakar lainnya turut bergabung dalam jajaran dewan penguji.

Ujian Terbagi dalam Dua Jalsah

Panitia membagi pelaksanaan ujian ke dalam 12 kelompok dan dua sesi atau jalsah. Setiap kelompok dalam satu jalsah terdiri atas lima peserta.

Kelompok pertama secara khusus diperuntukkan bagi peserta skema Tahlil al-Kutub, sedangkan kelompok lainnya diisi oleh peserta ujian proposal reguler.

Pembagian tersebut bertujuan menyesuaikan karakteristik materi yang diujikan sekaligus memudahkan proses penilaian berdasarkan mekanisme masing-masing jenis ujian.

Jalsah Ula berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan Jalsah Tsaniyah pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.

Di setiap ruang ujian terdapat dua orang penguji, seorang peserta, dan seorang notulen.

Guna mengoptimalkan waktu yang tersedia, panitia memberikan kesempatan sekitar 15 hingga 20 menit kepada setiap peserta untuk mempresentasikan proposal tesisnya.

Ujian berlangsung khidmat dan penuh konsentrasi. Para penguji dan notulen menyimak setiap paparan peserta dengan saksama. Sementara itu, mahasantri yang menunggu giliran tampak kembali menelaah naskah penelitian masing-masing.

Dalam forum itu, peserta tidak hanya memaparkan latar belakang, rumusan masalah, dan metode penelitian, tetapi juga harus mempertanggungjawabkan relevansi tema serta ketepatan landasan teoritis yang digunakan.

Mengkaji Persoalan Kontemporer melalui Turats

Beragam tema penelitian diangkat dalam ujian proposal kali ini.

Hampir mayoritas peserta mengkaji isu-isu kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat, mulai dari pasar saham, tata kelola pemerintahan, hingga berbagai persoalan hukum kekinian dalam perspektif fikih.

Menariknya, para mahasantri menganalisis berbagai persoalan tersebut melalui khazanah kitab-kitab klasik atau turats.

Pendekatan ini menunjukkan kemampuan mereka dalam mendialogkan warisan intelektual Islam dengan dinamika persoalan kekinian.

Pemilihan tema-tema tersebut juga mencerminkan bahwa para mahasantri tidak hanya menguasai literatur turats, namun juga memiliki kepekaan terhadap perkembangan sosial yang berlangsung di tengah masyarakat.

Mereka berupaya mempertemukan pandangan ulama salaf dengan berbagai fenomena kontemporer agar dapat melahirkan analisis yang relevan tanpa melepaskan pijakan dari tradisi keilmuan Islam.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi salah satu kekhasan kajian di Ma’had Aly Lirboyo.

Melalui ujian proposal tesis ini, mahasantri didorong untuk menjembatani kekayaan intelektual klasik dengan kebutuhan dan tantangan zaman secara kritis, metodologis, dan bertanggung jawab.

(ed. Andi)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less