Beranda » Berita » Kuliah Takhassus Ma’had Aly Lirboyo Kembali Bergulir, Mahasantri Perdalam Ilmu Tafsir, Aswaja dan Dakwah

Kuliah Takhassus Ma’had Aly Lirboyo Kembali Bergulir, Mahasantri Perdalam Ilmu Tafsir, Aswaja dan Dakwah

Kediri — Kegiatan Kuliah Takhassus Marhalah Ula Ma’had Aly Lirboyo kembali bergulir pada Sabtu (20/06/2026). Memasuki pekan kedua bulan Muharram 1448 Hijriah, atmosfer akademik yang hangat dan penuh semangat tampak mewarnai setiap ruang perkuliahan.

Mahasantri Semester I dan Semester III mengikuti rangkaian kuliah dengan antusias demi memperdalam bidang keilmuan sesuai konsentrasi masing-masing.

Guna menjaga efektivitas dan kenyamanan proses belajar, panitia membagi pelaksanaan Kuliah Takhassus ke dalam dua sesi waktu. Mahasantri Semester I mengikuti perkuliahan pada sesi pagi, mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB, sedangkan mahasantri Semester III menjalani sesi siang hingga sore, yakni pukul 14.00 sampai 16.00 WIB.

Pada pertemuan kedua ini, Ma’had Aly Lirboyo menghadirkan jajaran kiai dan pakar dari berbagai daerah khususnya Jawa Timur dan Jawa Tengah. Para pemateri menyampaikan kajian sesuai bidang takhassus di beberapa lokasi agar proses pembelajaran berlangsung lebih fokus dan interaktif.

Pendalaman Tafsir, Ke-Aswajaan, dan Dakwah

Pada bidang Tafsir dan Ilmu Tafsir, pembelajaran terbagi ke dalam dua kelas. Ruang Al-Karim A menjadi tempat kajian yang diampu oleh KH. Bahrul Huda dari Malang. Sementara itu, di Ruang Al-Karim B, para mahasantri mendalami kajian tafsir bersama Kiai M. Masruhan yang hadir dari Magelang.

Adapun kajian mengenai ideologi dan pemikiran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) disampaikan oleh Kiai Nidhom Subki dari Malang.

Melalui pembelajaran yang berlangsung di Aula An-Nawawy tersebut, para mahasantri diajak untuk memperdalam pemahaman tentang prinsip-prinsip ke-Aswajaan serta relevansinya dalam menghadapi perkembangan pemikiran kontemporer.

Sementara itu, bidang Dakwah juga menghadirkan dua tokoh berpengalaman. Di Aula Al-Muktamar, KH. Sunandi Zubaidi dari Banyuwangi membimbing mahasantri dalam memahami strategi dan pendekatan dakwah di tengah masyarakat.

Pada waktu yang bersamaan, KH. Munawwar Zuhri dari Tulungagung juga mengisi kajian dakwah di Masjid Al-Hasan dengan suasana yang khidmat dan penuh interaksi.

Semangat Menuntut Ilmu di Berbagai Ruang Pembelajaran

Pembagian lokasi perkuliahan ini tidak menyurutkan semangat para mahasantri dalam menimba ilmu. Di Gedung Al-Karim, diskusi mengenai teks-teks tafsir klasik berlangsung aktif dan mendalam. Sementara itu, Aula An-Nawawy menjadi ruang dialog akademik yang memperkuat wawasan ke-Aswajaan para peserta.

Di sisi lain, Aula Al-Muktamar dan Masjid Al-Hasan menghadirkan suasana pembelajaran dakwah yang dinamis. Para mahasantri tidak hanya mempelajari teori, namun juga menyerap pengalaman para mutakhasis dalam menyampaikan pesan keagamaan secara efektif dan bijaksana kepada masyarakat.

Melalui pelaksanaan Kuliah Takhassus yang berlangsung secara berkala ini, Ma’had Aly Lirboyo terus memperkuat tradisi keilmuan pesantren dengan mempertemukan mahasantri dan para pakar di bidangnya.

Diharapkan, proses pembelajaran semacam ini mampu memperluas wawasan, memperdalam kompetensi akademik, serta menyiapkan mahasantri menjadi kader ulama yang memiliki keluasan ilmu dan kesiapan berdakwah di tengah masyarakat.

(ed. Zaeini)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less