Beranda » Berita » Kuatkan Karakter dan Adab, Ribuan Mahasantri Ikuti Kuliah Umum Bersama KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun

Kuatkan Karakter dan Adab, Ribuan Mahasantri Ikuti Kuliah Umum Bersama KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun

Kediri – Suasana khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo pada Selasa (7/7/2026).

Ribuan mahasantri berkumpul mengikuti Kuliah Umum Kedua Ma’had Aly Lirboyo, yang kali ini menghadirkan ulama Betawi, Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun, Lc., M.A., saat ini ia menjabat sebagai Katib Syuriah PBNU dan Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta.

Mengangkat tema “Refleksi Pendidikan Karakter bagi Mahasantri”, kuliah umum tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo dan Ma’had Aly Lirboyo.

Tampak hadir Ketua Umum Pondok Pesantren Lirboyo, Dr. KH. Adibussholeh Anwar, M.Pd. beserta perwakilan dzuriyah, Mudir Satu KH. Muhammad Dahlan Ridlwan, Mudir Dua K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd., beserta jajaran Dewan Mudir Ma’had Aly Lirboyo.

Hadir pula anggota Senat Ma’had Aly Lirboyo, KH. M. Yasin Musthofa Kamal, para staf ahli, dewan dosen, serta sivitas akademika Ma’had Aly Lirboyo.

Sekitar 5.099 lebih mahasantri Marhalah Ula dan Marhalah Tsaniyah mengikuti kegiatan ini secara langsung dan memadati Aula Al-Muktamar dengan penuh antusias.

Semangat Kebangsaan Mengawali Kuliah Umum

Aura semangat telah terasa sejak awal acara dimulai. Seluruh peserta berdiri bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai wujud kecintaan terhadap tanah air.

Suasana kemudian semakin bergelora ketika lantunan Ya Lal Wathan menggema memenuhi aula, menegaskan komitmen para mahasantri dalam menjaga dan mengabdi kepada bangsa.

Rangkaian pembukaan ditutup dengan menyanyikan Mars Ma’had Aly Lirboyo secara lantang dan penuh penghayatan.

Momentum ini menjadi penegasan kembali terhadap nilai-nilai yang terus dijaga oleh Ma’had Aly Lirboyo, yakni pengabdian kepada agama, Nahdlatul Ulama, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta khidmah kepada para guru dan masyayikh.

Karakter Santri Jangan Sampai Hilang

Dalam sambutannya, Mudir Dua Ma’had Aly Lirboyo, K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kuliah umum di tengah padatnya agenda akademik dan kegiatan mahasantri.

Beliau juga mengenang sebuah kisah yang penuh makna. Menurutnya, ayahanda narasumber, almaghfurlah KH. Syukron Makmun, pernah hadir mengisi kegiatan ilmiah di Pondok Pesantren Lirboyo pada sekitar tahun 1980.

Kehadiran putranya pada kesempatan kali ini seolah menjadi penyambung mata rantai hubungan keilmuan yang telah terjalin sejak lama.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Aminulloh kembali menegaskan komitmen Ma’had Aly Lirboyo untuk terus mengembangkan kajian Fiqh wa Ushuluhu sebagai bidang takhassus utama.

Bahkan, saat ini Ma’had Aly Lirboyo tengah mempersiapkan pembukaan Marhalah Tsalisah, jenjang pendidikan yang setara dengan program doktoral (S3).

Meski demikian, Mudir Dua tersebut mengingatkan bahwa kemajuan akademik tidak boleh menggeser karakter dasar seorang santri.

“Meskipun nantinya ada program doktoral, karakter santri kita jangan sampai hilang. Terbukti, sepandai apa pun seseorang, apabila adabnya kurang baik ia akan sulit diterima masyarakat. Ketika terjun di tengah masyarakat, seperti saat Safari Ramadan, hal pertama yang dinilai bukanlah ilmunya, melainkan akhlaknya,” tutur beliau.

Beliau juga menambahkan bahwa ilmu merupakan kemuliaan seorang mukmin. Sekalipun suatu saat ilmu yang dimiliki belum dibutuhkan masyarakat, ilmu tersebut tetap menjadi cahaya yang membimbing pemiliknya.

Karena itu, beliau berharap para mahasantri terus berkarya, memperluas wawasan, dan tetap menjaga akhlak mulia.

Menurutnya, dakwah pada masa kini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan berbicara, tetapi juga memerlukan kemampuan menulis agar gagasan dan ilmu dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Keilmuan

Senada dengan hal itu, anggota Senat Ma’had Aly Lirboyo, KH. M. Yasin Musthofa Kamal, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun.

Beliau menilai kuliah umum semacam ini menjadi ruang dialog akademik yang sangat penting dalam memperluas cakrawala berpikir mahasantri sekaligus memperkuat internalisasi nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan adab sebagai fondasi utama dalam menuntut ilmu.

Antusiasme Mahasantri Menghidupkan Suasana

Memasuki sesi utama, suasana aula semakin hidup. Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun, Lc., M.A. menyampaikan materi dengan gaya yang komunikatif, ringan, dan sesekali diselingi humor khas pesantren.

Gelak tawa dan tepuk tangan beberapa kali terdengar dari ribuan mahasantri yang memenuhi aula. Meski suasana berlangsung santai, perhatian peserta tetap terjaga hingga akhir penyampaian materi.

Antusiasme ini menunjukkan besarnya semangat para mahasantri dalam mengikuti setiap rangkaian kuliah umum yang diselenggarakan oleh Ma’had Aly Lirboyo sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik sekaligus pembentukan karakter.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH. Muhammad Dahlan Ridlwan. Setelah itu, panitia menyerahkan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Melalui Kuliah Umum kedua ini, Ma’had Aly Lirboyo kembali menegaskan komitmennya dalam membangun tradisi akademik yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu semata, namun juga pada pembentukan karakter.

Sebab, bagi pesantren, keluasan ilmu akan menemukan kesempurnaannya ketika berpadu dengan adab, akhlak, dan semangat pengabdian kepada agama, bangsa, dan masyarakat. (ed. Erfin)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less