Mufti Yaman Syekh Salim Al-Khotib Kupas Kitab Minhaj At-Thalibin dalam Dauroh Ilmiah Ma’had Aly Lirboyo
- account_circle M. Farid Mujiburrahman
- calendar_month 3/11/2026
- visibility 40
- comment 0 komentar
- label Berita
Kediri – Dalam upaya memperkuat metodologi kajian fikih aplikatif, Ma’had Aly Lirboyo menggelar Dauroh Ilmiah bersama pakar fikih mazhab Syafi’i asal Hadramaut, Yaman, Syekh Dr. Salim bin Ahmad Bakr Al-Khotib, pada Senin (02/11/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Minhaj at-Thalibin wa al-Masa’il al-Mu’ashirah: Dirasah Tatbiqiyyah”. Antusiasme para mahasantri tampak memadati Aula An-Nawawy sejak sebelum acara dimulai.
Panitia membagi lokasi peserta ke dalam dua tempat. Peserta yang memegang tiket dari Pengurus Pusat mengikuti acara secara langsung di Aula An-Nawawy, sedangkan mahasantri lainnya menyimak jalannya kajian melalui tayangan proyektor di area lobi.
Selain mahasantri Marhalah Ula dan Tsaniyah, acara ini juga dihadiri oleh siswa jenjang Aliyah, dewan dosen Ma’had Aly Lirboyo, serta perwakilan lembaga kursus bahasa Arab.
Beberapa jajaran Mudir Ma’had Aly Lirboyo turut hadir dalam forum ilmiah ini, di antaranya KH. Atho’illah Sholahuddin Anwar, K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd., K. Arif Ridlwan Akbar.
Hadir pula Bpk. M. Rifa’i Bachrun, M.Ag., Bpk. Fathur Rohman Mudhoffar, M.Ag., dan Bpk. A. Hafy Yasir, M.F.U. Ikut hadir Agus H. Mohammad Syarief Hakeem dan KH. Aris Alwan.
Minhaj at-Thalibin: Kitab Klasik yang Selalu Relevan
Mewakili dewan mudir, K.M. Aminulloh Mahin, M.Pd. menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi yang mendalam. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya mempelajari kitab Minhaj at-Thalibin karya Imam An-Nawawi.
Menurutnya, karya klasik ini memuat fondasi hukum yang sangat kaya dan tetap relevan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat modern.
Sebelum pemaparan materi, pembawa acara membacakan sekilas profil narasumber. Syekh Dr. Salim bin Ahmad Al-Khotib merupakan ulama berpengalaman yang meraih predikat mumtaz (cumlaude) pada program doktoralnya.
Saat ini, beliau aktif sebagai anggota lembaga fatwa (mufti) di Yaman. Kehadiran beliau menegaskan komitmen Ma’had Aly Lirboyo untuk selalu menghadirkan narasumber yang kredibel dan memiliki sanad keilmuan yang jelas.
Bahasa Arab Bukan Penghalang
Ada momen menarik di awal kajian. Syekh Dr. Salim sempat menghentikan penjelasannya karena mengira penuturannya perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Namun, Mudir ‘Am Ma’had Aly, KH. Atho’illah Sholahuddin Anwar, tersenyum sambil menyampaikan bahwa para peserta dapat memahami bahasa Arab dengan baik.
“Qalilan, qalilan (sedikit demi sedikit)” puji KH. Atho’illah yang disambut tawa hangat para peserta. Suasana ini menunjukkan kesiapan serta kebiasaan para mahasantri dalam mengikuti forum ilmiah berbahasa Arab secara penuh.
Kemudahan dalam Mazhab dan Solusi Isu Kontemporer
Memasuki sesi inti, Syekh Dr. Salim memaparkan salah satu keunggulan utama kitab Minhaj at-Thalibin.
Menurut beliau, kitab tersebut berperan penting dalam mempermudah pemahaman mazhab Syafi’i karena merangkum berbagai perbedaan pendapat (khilaf) dan pandangan (qaul) para ulama secara terstruktur.
Keberagaman pendapat ini memberikan fleksibilitas atau keringanan (takhfif) bagi umat.
Kendati demikian, beliau mengingatkan bahwa pilihan hukum tersebut digunakan untuk kebutuhan pribadi sesuai situasi yang dihadapi, bukan untuk dipermudah secara sembarangan.
Selain itu, Syekh Dr. Salim membedah berbagai bentuk transaksi era klasik yang praktiknya masih relevan hingga kini, seperti jual beli mu’athah (tanpa akad lisan) hingga ijarah al-muntahiyah bi al-tamlik (sewa-beli).
Kajian ini menjadi titik temu antara problematika klasik dan isu muamalah modern, membuktikan bahwa solusi ilmiah dari kitab klasik mampu menjawab tantangan zaman.
Teladan Akhlak dan Diskusi Kritis
Di tengah jalannya acara, terlihat momen penuh keteladanan ketika KH. Atho’illah membantu membukakan botol air mineral dan menuangkannya ke dalam gelas Syekh Dr. Salim.
Aksi sederhana ini menjadi pelajaran nyata (uswah) bagi para mahasantri tentang cara menghormati tamu dan memuliakan ahli ilmu.
Sesi diskusi interaktif berlangsung dinamis. Tiga peserta menyampaikan pertanyaan kritis terkait materi yang dipaparkan.
Baca Juga: Syekh Yasir Al-‘Adni Isi Dauroh Ilmiah dan Sanadan Hadis Arba’in An-Nawawi di Ma’had Aly Lirboyo
Syekh Dr. Salim memberikan pujian atas bobot pertanyaan yang diajukan, yang mencerminkan daya kritis serta pemahaman mendalam para mahasantri terhadap kajian hukum Islam.
Rangkaian Daurah Ilmiah ini diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Syekh Dr. Salim bin Ahmad Bakr Al-Khotib, dilanjutkan dengan pembacaan surat Al-Fatihah bersama KH. Atho’illah Sholahuddin Anwar. (ed. Erfin)

Saat ini belum ada komentar