Beranda » Berita » Konferensi Internasional Mu’tamad 2026 Resmi Dibuka di Ma’had Aly Lirboyo, Hadirkan 200 Panelis

Konferensi Internasional Mu’tamad 2026 Resmi Dibuka di Ma’had Aly Lirboyo, Hadirkan 200 Panelis

Kediri – Ma’had Aly Lirboyo, Kediri, menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Al-Multaqa Ad-Dawli Lid Dirasat Al-Islamiyah Wal Hadariyah (Mu’tamad) 2026 yang resmi dibuka di Aula Al-Muktamar pada Kamis (29/10/2026).

Forum ilmiah ini mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan mahasantri dari berbagai lembaga pendidikan di dalam maupun luar negeri untuk membahas perkembangan kajian Islam, kemanusiaan, dan peradaban dunia.

Mengusung semangat penguatan tradisi keilmuan pesantren, Mu’tamad 2026 menjadi ruang pertemuan antara khazanah turats dan berbagai persoalan kontemporer.

Konferensi ini juga mendorong pengembangan pemikiran serta kontribusi pesantren dalam menjawab tantangan zaman.

Kegiatan berlangsung secara hybrid, sehingga memungkinkan peserta mengikuti rangkaian konferensi secara langsung di lokasi maupun secara daring dari berbagai negara.

Sebanyak 200 panelis terpilih dari dalam dan luar negeri turut berpartisipasi dalam forum akademik tersebut.

Rangkaian pembukaan diawali dengan pembacaan susunan acara dalam bahasa Arab dan Indonesia, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ma’had Aly Lirboyo.

Suasana semakin semarak tatkala panitia menayangkan video pembukaan Mu’tamad 2026 melalui layar utama di hadapan para tamu undangan dan peserta.

Jadi Momentum Penguatan Keilmuan Pesantren

Memasuki sesi sambutan, Ketua Panitia Mu’tamad 2026, K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan dan menyukseskan penyelenggaraan konferensi internasional tersebut.

Apresiasi serupa disampaikan Mudir ‘Am Ma’had Aly Lirboyo, KH. Atho’illah Sholahuddin Anwar.

Beliau menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Ma’had Aly Lirboyo sebagai tuan rumah kegiatan berskala internasional ini.

“Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada Ma’had Aly Lirboyo untuk menjadi tuan rumah,” tuturnya.

Sementara itu, KH. Anwar Iskandar selaku Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti pentingnya forum ilmiah seperti Mu’tamad dalam memperkuat kaderisasi ulama.

Menurutnya, salah satu tantangan besar yang dihadapi bangsa saat ini adalah kelangkaan ulama yang memiliki kapasitas keilmuan memadai.

Melalui forum Mu’tamad sepert ini, ia berharap akan lahir generasi ulama yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu keislaman dan wawasan kebangsaan, namun juga mampu mengikuti perkembangan pengetahuan serta menjawab tantangan keilmuan di tingkat global.

Pesan di atas menegaskan terhadap pentingnya keberlanjutan tradisi pendidikan pesantren dalam menyiapkan kader ulama yang memiliki penguasaan ilmu agama sekaligus wawasan luas terhadap dinamika masyarakat.

Kemenag Tekankan Pemberdayaan dan Kemandirian Pesantren

Rangkaian pembukaan berlanjut dengan sambutan Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. H. Basnang Said, M.Ag., yang sekaligus meresmikan penyelenggaraan Mu’tamad.

Dalam sambutannya, ia menyoroti penguatan kedudukan Ma’had Aly dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan Islam.

Basnang juga menekankan pentingnya dukungan negara terhadap pengembangan pendidikan pesantren, termasuk dalam memperluas kesempatan dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan keagamaan.

“Pesantren yang belum berdaya harus diberdayakan, dan itu adalah bagian dari tanggung jawab negara,” ujarnya.

Menurutnya, pemberdayaan pesantren menjadi bagian penting dari tanggung jawab pemerintah dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan keagamaan.

Karena itu, penguatan kelembagaan dan kemandirian pesantren perlu terus mendapat perhatian agar mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.

Suasana pembukaan semakin khidmat dengan kehadiran Pengasuh Utama Pondok Pesantren Lirboyo, KH. M. Anwar Manshur, di tengah para tamu undangan dan peserta konferensi.

Dalam rangkaian acara yang sama, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus turut menyampaikan tausiah mengenai pentingnya ilmu pengetahuan sebagai landasan dalam membentuk pribadi yang baik dan memberikan manfaat bagi kehidupan.

“Semua hal bisa didapatkan dengan ilmu. Sebab, dengan ilmu, seseorang menjadi baik,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi para panelis yang telah menuangkan gagasan keilmuan melalui karya tulis.

Menurutnya, penyebaran ilmu pengetahuan melalui media digital juga menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat keilmuan kepada masyarakat.

Peluncuran Markaz al-Buhuts wa al-Khidmah Ma’had Aly

Salah satu agenda penting dalam rangkaian pembukaan Mu’tamad ialah peluncuran Markaz al-Buhuts wa al-Khidmah Ma’had Aly sebagai langkah penguatan tradisi penelitian, pengembangan keilmuan, dan pengabdian masyarakat berbasis pesantren.

Peresmian lembaga tersebut dilakukan oleh Dr. H. Basnang Said bersama jajaran tamu undangan yang hadir termasuk Dr. H. Nur Salikin, Lc., M.A. sebagai Ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (Amali).

Kehadiran markaz ini menjadi wadah pengembangan kapasitas mahasantri, khususnya dalam penguasaan khazanah keilmuan klasik, penelitian ilmiah, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana penyebaran pengetahuan dan dakwah.

Peluncuran tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Ma’had Aly dalam mengembangkan tradisi intelektual pesantren agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia akademik.

Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh KH. M. Anwar Manshur.

Selain menghadirkan 200 panelis terpilih dari dalam dan luar negeri, kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, jajaran pimpinan pondok pesantren dan lembaga pendidikan, perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI), serta tamu kehormatan lainnya.

Tak hanya berfokus pada forum konferensi, giat Mu’tamad juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung (side event), seperti kuliah umum, Bahtsul Masa’il Kubra antar Pondok Pesantren Se-Jawa Madura, Jam’iyyah Nahdliyyah, hingga wahana pasar malam guna meramaikan acara. (ed. Zaeini)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less