Bekali Penyusunan Tesis Mahasantri, Ma’had Aly Lirboyo Adakan Diklat Manahij al-Bahtsi
- account_circle Erfin Surya Kurniawan
- calendar_month 13/08/2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- label Berita
Kediri — Ma’had Aly Lirboyo mengadakan Diklat Manahij al-Bahtsi bagi mahasantri Marhalah Tsaniyah pada Kamis, (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula An-Nawawy tersebut dimulai pukul 14.00 WIB dan diikuti sekitar 160 mahasantri.
Giat diklat kali ini menghadirkan Mudir Tiga Ma’had Aly Lirboyo, K. Arif Ridlwan Akbar, sebagai tutor. Sementara itu, jalannya kegiatan dimoderatori oleh Bpk. M. Arfan Ahwadzy.
Turut hadir Mudir Dua Ma’had Aly Lirboyo, K. M. Aminullah Mahin, M.Pd., serta Mudir Delapan, Bpk. A. Hafy Yasir, M.F.U.
Kehadiran jajaran Mudir tersebut menunjukkan pentingnya pembekalan metodologi penelitian bagi mahasantri yang akan memasuki tahap penyusunan risalah tesis.
Baca Juga: Ma’had Aly Lirboyo Gelar Diklat Marhalah Tsaniyah Bahas Teknik Penulisan dan Penyusunan Tesis
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bekal bagi mahasantri Marhalah Tsaniyah agar memahami langkah-langkah penelitian, khususnya dalam menyusun risalah tesis berbahasa Arab.
Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada teori penelitian, namun juga mengarahkan mahasantri untuk memahami proses penyusunan penelitian secara sistematis.
Pembahasan di dalamnya mencakup cara menentukan masalah penelitian, merumuskan pembahasan, memilih metode penelitian yang tepat, hingga mengembangkan hasil penelitian.
Bekal Menuju Penyusunan Risalah Tesis
Risalah tesis merupakan karya tulis ilmiah yang wajib disusun oleh mahasantri jenjang Marhalah Tsaniyah sebagai salah satu syarat kelulusan.
Dibandingkan risalah pada tingkat Marhalah Ula, risalah tesis menuntut pembahasan yang lebih mendalam, kemampuan analisis yang lebih kuat, serta upaya mengembangkan teori dan memberikan kontribusi terhadap bidang ilmu yang dikaji.
Karena itu, penguasaan manahij al-bahtsi menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik mahasantri Marhalah Tsaniyah.
Pemahaman metodologi penelitian ini diharapkan dapat membantu mereka menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga memiliki dasar kajian yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Baca Juga: 128 Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo Tempuh Ujian Proposal Tesis Marhalah Tsaniyah
Dalam penyampaiannya, K. Arif Ridlwan Akbar menekankan posisi penting tesis dalam tradisi keilmuan mahasantri.
“Tesis merupakan manahij yang menjadi ciri khas kajian salaf mahasantri,” tegasnya.
Mudir Tiga Ma’had Aly Lirboyo itu menekankan bahwa penelitian tesis tidak cukup berhenti pada proses mengumpulkan dan menyampaikan informasi semata.
Lebih daripada itu, penelitian juga harus bergerak menuju analisis yang mendalam sekaligus pengembangan terhadap teori atau kajian yang telah ada.
Dengan demikian, mahasantri dituntut mampu melihat persoalan secara lebih kritis dan metodologis tanpa melepaskan pijakan pada khazanah turats yang menjadi kekhasan di Ma’had Aly Lirboyo. (ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar