Beranda » Berita » BP2KI Ma’had Aly Lirboyo Gelar Diklat Kepenulisan, Bekali Mahasantri Susun Risalah Penjabaran

BP2KI Ma’had Aly Lirboyo Gelar Diklat Kepenulisan, Bekali Mahasantri Susun Risalah Penjabaran

Kediri — Ma’had Aly Lirboyo kembali menyelenggarakan Diklat Kepenulisan yang digelar oleh Bidang Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah (BP2KI) pada (29/04/2026) di Aula Al-Muktamar. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menyongsong keberhasilan penyusunan Risalah Penjabaran, sekaligus memberikan pembekalan teori komprehensif mengenai kepenulisan ilmiah kepada para mahasantri.

Program tahunan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta. Hadir dalam kegiatan ini Ketua Bidang Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah Ma’had Aly Lirboyo, Bpk. Hilmi Husaini Zuhri, M.Pd. beserta jajaran pengurus. Turut hadir pula Dewan Dosen Marhalah Ula Semester III yang mendampingi para mahasantri. Suasana acara berlangsung khidmat dan penuh perhatian ketika para peserta menyimak materi yang disampaikan narasumber, Agus H. A. Fayumi.

Antusiasme Peserta dan Jalannya Acara

Untuk memudahkan komunikasi antara narasumber dan peserta, mahasantri Semester III terpilih, Irhas Habibi dipercaya menjadi moderator. Dengan gaya pembawaan yang tenang dan komunikatif, ia berhasil menghidupkan jalannya forum.

Antusiasme peserta semakin tampak pada sesi interaktif. Para mahasantri memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan berbagai pertanyaan secara langsung, terutama terkait sistematika penyusunan risalah, metode penelitian, hingga teknik penulisan akademik yang efektif.

Sambutan Penuh Semangat

Suasana semakin hangat ketika perwakilan Dewan Dosen memberikan sambutan. Dengan gaya tawadhu’ yang khas, Bpk. Jauhari Karim menyampaikan rasa syukur dan semangat atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Sore ini adalah sore yang sangat luar biasa. Sebab di sini kita sama-sama belajar teori penulisan karya ilmiah langsung dari Agus H. A. Fayumi. Semoga bermanfaat. Amin.”

Ucapan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir.

Risalah sebagai Jalan Belajar

Memasuki sesi inti, Agus H. A. Fayumi menjelaskan bahwa risalah bukan sekadar tugas akademik, melainkan salah satu sarana penting dalam proses belajar. Menurut beliau, penyusunan risalah dapat menjadi motivasi pribadi agar santri semakin rajin menelaah kutub al-salaf dan memperdalam literatur klasik.

“Risalah itu sederhana. Yang perlu menjadi motivasi untuk diri sendiri adalah bagaimana caranya agar kita terus mau belajar,” tegas beliau.

Beliau juga membagikan beberapa langkah awal dalam menyusun risalah. Di antaranya ialah memperbanyak bertanya dan berdiskusi mengenai tema yang dibahas, menelusuri hasil rumusan bahtsul masail, mencatat poin-poin penting, lalu menyusun kerangka masalah secara runtut dan sistematis.

Peserta Mengaku Semakin Termotivasi

Usai acara, salah satu peserta diklat, Muhammad Nur Ardian Saputra mahasantri Semester III bagian F2, menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini sangat membantu dalam memahami langkah-langkah penyusunan risalah.

Ia mengaku penjelasan narasumber yang lugas dan sistematis membuat teori kepenulisan yang semula terasa rumit menjadi lebih mudah dipahami. Selain itu, ia merasa semakin termotivasi untuk segera memulai penulisan risalah yang sebelumnya sempat dirasa sulit.

“Sangat, sangat membantu. Walaupun buku pedoman telah diberikan dan sudah saya baca, diklat ini mencerahkan segalanya tentang kesukaran-kesukaran teori kepenulisan karya ilmiah. Dan yang terpenting, serasa ada semangat baru lagi,” ungkapnya penuh antusias.

Ditutup Doa dan Harapan Keberkahan

Menjelang akhir acara, hujan deras sempat mengguyur kawasan acara. Udara panas yang sebelumnya terasa pun perlahan mereda, menambah kesejukan suasana sore itu. Beberapa menit sebelum kegiatan selesai, langit kembali cerah seakan menjadi penanda keberkahan acara.

Sesi penutup dan doa semula dijadwalkan dipimpin Ketua BP2KI. Namun karena berhalangan hadir pada penghujung acara, doa kemudian dihaturkan kepada narasumber sekaligus salah satu dosen Semester III. Suasana hening menyelimuti ruangan ketika seluruh peserta menadahkan tangan bersama.

Tak lama setelah doa usai, para mahasantri kembali ke asrama masing-masing dengan membawa semangat baru.

Komitmen Meningkatkan Kualitas Akademik

Diklat kepenulisan ini pun berakhir dengan lancar dan penuh manfaat. BP2KI selaku penyelenggara berharap kegiatan tersebut mampu mempermudah para mahasantri dalam menyusun Risalah Jenis Penjabaran secara baik dan sistematis, sekaligus meningkatkan kualitas karya ilmiah di lingkungan Ma’had Aly Lirboyo.

Melalui program ini, Ma’had Aly Lirboyo terus meneguhkan diri sebagai lembaga pendidikan tinggi pesantren yang tidak hanya kuat dalam tradisi keilmuan klasik, tetapi juga unggul dalam budaya akademik dan riset ilmiah. (ed. Andi)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less