KH. An’im Falahuddin Mahrus Ungkap 5 Resep Belajar Ala KH. Mahrus Aly Lirboyo
- account_circle Muhamad Andi Suryono
- calendar_month 19/04/2026
- visibility 66
- comment 0 komentar
- label Artikel
Kediri — Suasana Pembukaan Aktivitas LBM-MHM di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo pada Jumat (17/4/2026) berlangsung khidmat dan sarat nilai keilmuan.
Dalam agenda tersebut, KH. An’im Falahuddin Mahrus berkesempatan menyampaikan mau’izhah hasanah sekaligus membagikan teladan belajar sang ayah, KH. Mahrus Aly, yang dikenal luas sebagai ulama yang alim dan tekun dalam menuntut ilmu.
Dalam penyampaiannya, beliau mengungkap salah satu rahasia besar keberhasilan KH. Mahrus Aly dalam menguasai berbagai disiplin ilmu. Menurut beliau, setiap selesai mengajarkan kitab, sang ayah selalu mengulang dan menelaah kembali materi tersebut hingga sebelas kali. Metode ini dilakukan secara konsisten sebagai bentuk kesungguhan dalam menjaga pemahaman.
“Bapak saya menelaah kembali pelajaran yang telah diajarkan berkali-kali. Itulah yang menjadikan ilmu semakin kokoh,” terang beliau di hadapan para santri dan mahasantri.
Kebiasaan lain yang tak kalah penting adalah menyediakan buku catatan khusus untuk menulis faidah, keterangan penting, dan hasil renungan selama belajar. Tradisi tersebut selaras dengan ungkapan para ulama:
مَا حُفِظَ فَرَّ، وَمَا كُتِبَ قَرَّ
Artinya: “Apa yang hanya dihafal bisa hilang, sedangkan apa yang ditulis akan lebih menetap.”
Selain itu, KH. An’im Falahuddin Mahrus menjelaskan bahwa ayahandanya juga memiliki komitmen pribadi yang kuat dalam belajar. Di antaranya dengan membuat target tertentu sebelum melakukan aktivitas lain. Misalnya, tidak keluar kamar sebelum hafal nadzam atau belum beranjak sebelum memahami satu bab pelajaran.
Menurut beliau, disiplin semacam itu menjadi salah satu kunci keberhasilan para ulama terdahulu. Lingkungan belajar pun sengaja diciptakan agar mendukung fokus dan menjauhkan diri dari hal-hal yang mengganggu konsentrasi. Beliau juga menekankan pentingnya istiqamah dalam menuntut ilmu.
Kesuksesan tidak lahir dari semangat sesaat, tetapi dari ketekunan yang terus dijaga hari demi hari. Prinsip ini sejalan dengan dawuh para masyayikh bahwa istiqamah adalah sebaik-baik laku perjuangan.
Dalam penutup nasihatnya, KH. An’im Falahuddin Mahrus menambahkan bahwa qiyamul lail dan ketakwaan merupakan penguat utama bagi para santri dalam mencari ilmu. Semakin dekat seorang penuntut ilmu kepada Allah, maka semakin mudah baginya memahami pelajaran.
Dari penjelasan tersebut, sedikitnya terdapat lima resep belajar ala KH. Mahrus Aly yang dapat diteladani yakni: mengulang pelajaran berkali-kali, rajin mencatat faidah ilmu, membangun disiplin diri, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta istiqamah dalam proses. (ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar