Membanggakan, Mahasantri Double Degree Ma’had Aly Lirboyo Jadi Narasumber Forum Fatwa Malaysia
- account_circle Muhammad Bagus Fatichur Ridlo
- calendar_month 14/04/2026
- visibility 6.608
- comment 3 komentar
- label Berita
PERAK, MALAYSIA — Kabar membanggakan kembali datang dari kancah internasional. Salah satu mahasantri program Double Degree Ma’had Aly Lirboyo, Agus M. Dzinnun al-Mishry, mendapat kehormatan diundang sebagai narasumber dalam Mesyuarat Jawatankuasa Fatwa Negeri Perak ke-240, yang digelar pada (31/3), di Pejabat Jabatan Mufti Negeri Perak Darul Ridzuan, Malaysia.
Dalam forum tersebut, Dzinnun al-Mishry bersama dengan Imran bin Othman, santri asal Malaysia yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, ia turut menjadi narasumber. Kehadiran keduanya dalam forum resmi tingkat negara bagian tersebut menjadi suatu kebanggaan sekaligus penanda bahwa tradisi keilmuan pesantren Lirboyo terus memperoleh pengakuan luas, bahkan hingga mancanegara.
Forum ini merupakan salah satu lembaga resmi tertinggi di Negeri Perak dalam merumuskan serta menetapkan pandangan hukum Islam terhadap persoalan-persoalan aktual di tengah masyarakat.
Forum Bergengsi yang Dihadiri Para Ulama Malaysia
Mesyuarat Jawatankuasa Fatwa Negeri Perak ke-240 dihadiri sejumlah tokoh ulama dan pejabat keagamaan terkemuka Malaysia. Di antaranya Dato’ Zamri Hashim, Timbalan (Wakil) Mufti Negeri Perak, serta Dato’ Dr. Ayman al-Akiti, AJK (Komisi) Fatwa Negeri Perak dan Selangor.
Tidak sekadar forum rutin, mesyuarat ini menjadi ruang strategis bertemunya otoritas keagamaan dalam membahas persoalan fikih yang relevan dengan dinamika masyarakat Muslim kontemporer.
Bahas Isu Fikih Aktual
Agenda utama yang dibahas dalam pertemuan kali ini adalah tema Hukum Menikahi Kafir Kitabi dan Relevansinya di Masa Kini. Isu tersebut merupakan bahasan klasik dalam khazanah fikih Islam, namun kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya interaksi sosial masyarakat modern yang semakin plural dan terbuka.
Pembahasan berlangsung mendalam dengan merujuk pada dalil-dalil syar’i, pandangan para imam mazhab, serta mempertimbangkan konteks sosial masyarakat Muslim Malaysia saat ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa forum fatwa tidak hanya berpijak pada teks klasik, tetapi juga berupaya menjawab tantangan zaman secara proporsional dan bijaksana.
Kiprah Mahasantri Lirboyo di Meja Fatwa Internasional
Keikutsertaan Agus M. Dzinnun al-Mishry sebagai narasumber bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Ia merupakan bagian dari program Double Degree Ma’had Aly Lirboyo–UPSI Malaysia, sebuah kerja sama pendidikan yang membuka kesempatan bagi mahasantri Ma’had Aly Lirboyo untuk menempuh studi lintas negara sekaligus berinteraksi langsung dengan lembaga-lembaga keislaman di Malaysia.
Undangan resmi sebagai narasumber dalam forum fatwa ini menjadi bukti nyata bahwa program tersebut tidak hanya menghasilkan lulusan bergelar ganda, tetapi juga melahirkan kader ulama muda yang diakui kompetensi keilmuan dan kapasitas intelektualnya oleh institusi otoritatif.

Mengenang Ruh Bahtsul Masail Lirboyo
Usai kegiatan, Dzinnun menyampaikan kesannya atas pengalaman berharga tersebut. Ia mengaku merasakan suasana yang mengingatkannya pada tradisi keilmuan di Lirboyo.
“Merasakan euforia rumusan bahtsul masail dan merasa flash back kembali di LBM Lirboyo. Merasa terhormat karena bisa diamanahi sebagai delegasi narasumber ke Jawatan Mufti Perak Darul Ridzuan sekaligus menjadi pengalaman baru.”
Pernyataan itu menggambarkan eratnya hubungan antara tradisi intelektual pesantren dengan forum-forum akademik dan fatwa di tingkat internasional. Nuansa bahtsul masail, yang selama ini menjadi denyut nalar hukum Islam di pesantren, terasa hidup kembali dalam ruang mesyuarat resmi di Malaysia.
Lirboyo Menembus Batas Negeri
Partisipasi mahasantri Lirboyo dalam forum fatwa negara jiran membawa pesan yang kuat bahwa Lirboyo tidak hanya berkontribusi dalam mencetak ulama dan cendekiawan untuk Indonesia, tetapi juga hadir memberi warna di ruang-ruang keilmuan Islam global.
Dari Kediri menuju Negeri Perak, nama Lirboyo kembali berkibar. Sebuah bukti bahwa ilmu yang ditanamkan di pesantren mampu menembus batas geografis dan memberi manfaat bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia. (ed. Zaeini)

Masya Allooh… Doaku selalu adikku, Love Lirboyoku Pesantrenku…
16 April 2026 10:19Berkibarlah Lirboyo , Lirboyo TDK kaleng2,semua alumni berkiprah di NKRI nan negara2 internasional berguna bagi semua negara ,Mugi semua santri Lirboyo membawa nama baik almamater di dlm negri maupun di luar negri , alfatihah kakem beliau masayeh lirboyo,Mugi tansah di akui slu santrinya Mbah manaf Aamiin
16 April 2026 10:16Gagah Cak Nun. Sukses selalu Lirboyo kuh
15 April 2026 17:20