Beranda » Berita » Mahasantri Marhalah Ula Jalani Ujian Semester Ganjil sebagai Evaluasi Pembelajaran

Mahasantri Marhalah Ula Jalani Ujian Semester Ganjil sebagai Evaluasi Pembelajaran

Kediri — Ma’had Aly Lirboyo menggelar Ujian Semester Ganjil Tahun Akademik 2026–2027 sebagai evaluasi pembelajaran mahasantri jenjang Marhalah Ula selama satu semester.

Ujian berlangsung selama sembilan hari, mulai Jumat malam Sabtu, 14 Agustus 2026, hingga Ahad malam Senin, 23 Agustus 2026, dengan satu mata kuliah diujikan setiap harinya.

Menjelang pelaksanaan ujian, aktivitas belajar mahasantri tampak meningkat. Mereka kembali menelaah materi yang telah disampaikan dosen pengampu mata kuliah selama satu semester, baik secara mandiri maupun melalui halaqah kelompok.

Selama masa ujian, para mahasantri mengikuti seluruh rangkaian sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hasil ujian nantinya menjadi salah satu bahan evaluasi terhadap capaian pembelajaran selama semester ganjil.

Muroja’ah sebagai Persiapan Ujian

Guna mempersiapkan mahasantri menghadapi ujian, Ma’had Aly Lirboyo memberlakukan program muroja’ah. Program ini menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran terstruktur yang dilaksanakan di sela-sela Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Dalam pelaksanaannya, setiap ruang dibagi menjadi sekitar enam hingga delapan kelompok.

Masing-masing kelompok umumnya terdiri atas enam mahasantri dengan seorang rois yang bertanggung jawab memimpin proses pengulangan dan pemahaman materi.

Pada setiap sesi, rois mengajukan sejumlah pertanyaan kepada anggota kelompok untuk mengukur pemahaman mereka. Pembahasan baru dilanjutkan setelah materi sebelumnya dinilai telah dipahami seluruh anggota.

Program ini berjalan secara mandiri dengan tetap berada di bawah pengawasan dosen ruang kuliah.

Selain muroja’ah, Ma’had Aly Lirboyo juga memberlakukan jam wajib belajar malam.

Waktu tersebut diisi dengan halaqah-halaqah mahasantri sesuai kelas masing-masing untuk mengulas kembali materi ujian berdasarkan jadwal mata kuliah yang akan dihadapi.

Penguji Beri Kesempatan Memahami Soal

Dalam pelaksanaan ujian, penguji bertugas memastikan para mahasantri memahami maksud soal sebelum mulai mengerjakannya. Peserta memperoleh kesempatan untuk menanyakan bagian soal yang belum dipahami.

Pada beberapa kesempatan, penguji terlebih dahulu membacakan soal, kemudian membuka sesi pertanyaan sebelum peserta mulai menulis jawaban.

Sementara itu, pengawas bertugas menjaga ketertiban dan kondusivitas selama ujian berlangsung.

Setiap mahasantri juga memperoleh kartu ujian yang memuat jadwal mata kuliah masing-masing.

Pelaksanaan ujian terbagi dalam beberapa sesi atau hissah, menyesuaikan semester dan tingkat mahasantri. Durasi pengerjaan juga disesuaikan dengan jumlah serta karakter soal yang diujikan.

Mahasantri Semester I hingga V memiliki jadwal yang berbeda sesuai dengan pembagian waktu yang telah ditentukan oleh panitia.

Soal dan Jawaban Wajib Menggunakan Bahasa Arab

Salah satu ciri khas ujian di Ma’had Aly Lirboyo ialah penggunaan bahasa Arab secara penuh. Seluruh soal ditulis dalam bahasa Arab dan mahasantri juga diwajibkan menjawab menggunakan bahasa yang sama.

Artinya, jawaban yang ditulis menggunakan bahasa selain Arab tidak masuk dalam kriteria penilaian.

Ketentuan demikian sekaligus menjadi bagian dari evaluasi kemampuan mahasantri dalam memahami dan menarasikan mata kuliah menggunakan bahasa Arab.

Soal ujian dirancang guna mengukur beberapa aspek utama, mulai dari pemahaman materi yang telah dipelajari selama satu semester, kemampuan menganalisis persoalan, hingga penguasaan konsep dasar dalam setiap mata kuliah.

Di samping itu, ujian juga memberikan titik tekan pada kemampuan memahami kitab turats, menjelaskan pendapat para ulama.

Mengingat dan menguraikan kembali materi yang telah dipelajari di ruang kuliah, serta menarasikannya menggunakan bahasa Arab yang baik dan benar.

Melalui rangkaian ujian itulah, Dewan Mudir dan dosen dapat melihat capaian akademik masing-masing mahasantri selama satu semester.

Hasil evaluasi itu selanjutnya menjadi salah satu acuan lembaga dalam memperbaiki proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas akademik mahasantri. (ed. Zaeini)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less