1.800 Mahasantri Marhalah Ula Ma’had Aly Lirboyo Ikuti Sosialisasi dan Pembekalan Penulisan Risalah
- account_circle Muhamad Andi Suryono
- calendar_month 24/10/2026
- visibility 36
- comment 0 komentar
- label Berita
Kediri – Bidang Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah (BP2KI) Ma’had Aly Lirboyo menyelenggarakan Sosialisasi dan Pembekalan Penulisan Risalah bagi mahasantri Marhalah Ula pada Jum’at malam Sabtu, (23/10/2026) di Aula Al-Muktamar, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Kegiatan yang dimulai pukul 21.30 WIB ini diikuti sekitar 1.800 mahasantri sebagai bentuk persiapan menghadapi penulisan Risalah.
Melalui kegiatan tersebut, para mahasantri mendapat pembekalan mengenai tata cara penulisan risalah yang baik dan benar, mulai dari penyusunan kerangka tulisan hingga pengembangan gagasan secara sistematis.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Ma’had Aly Lirboyo dalam memperkuat tradisi kepenulisan ilmiah di lingkungan pesantren.
Sejumlah Mudir Ma’had Aly Lirboyo turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Mudir Empat Bpk. M. Rifa’i Bachrun, M.Ag., Mudir Lima, Bpk. Alfain Fahmi, M.Ag.
Mudir Enam Bpk. M. Syarif Subhan, M.Ag., Mudir Tujuh Bpk. Fathur Rahman Mudhoffar, M.Ag., dan Mudir Delapan A. Hafy Yasir, M.F.U.
Hadir pula Ketua Bidang Penelitian Ma’had Aly Lirboyo, Bpk. Hilmi Husaini Zuhri, M.Pd., bersama anggota bidang lainnya.
Sementara itu, sejumlah dosen Marhalah Ula, antara lain Bpk. Muslim Qoryadi, M.Ag., Bpk. Riyadil Bashori, dan Bpk. Ahmadillah Al-Aziz, M.Ag., dan yang lainnya turut mendampingi para mahasantri sekaligus memantau jalannya kegiatan.
Dorong Penguatan Tradisi Kepenulisan Santri
Sebelum memasuki sesi pembekalan, kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan dewan dosen dan pimpinan Ma’had Aly Lirboyo.
Sambutan pertama disampaikan oleh Bpk. Muslim Qoryadi selaku perwakilan dewan dosen Marhalah Ula.
Melalui gaya penyampaiannya yang khas, ia mengajak para mahasantri untuk semakin bersemangat dalam mengikuti rangkaian kegiatan penulisan risalah.
Suasana hangat dan meriah pun terasa di tengah ribuan peserta yang memadati Aula Al-Muktamar.
Selanjutnya, Bpk. M. Syarif Subhan, mewakili Mudir Ma’had Aly Lirboyo, menegaskan komitmen lembaga dalam mengembangkan budaya kepenulisan di kalangan santri.
Menurutnya, upaya membangun tradisi menulis kini telah ditanamkan sejak jenjang kelas III Aliyah.
Langkah demikian bertujuan supaya membiasakan santri menuangkan pemikiran dan gagasan secara sistematis melalui karya tulis sekaligus memperkuat tradisi akademik di lingkungan pesantren.
Ia menjelaskan bahwa penguatan keterampilan menulis menjadi semakin penting seiring perkembangan teknologi digital yang membuka ruang lebih luas bagi penyebaran ilmu pengetahuan dan gagasan keislaman.
Karenanya, kemampuan menulis tidak semata-mata diperlukan untuk memenuhi tuntutan akademik saja, namun juga dapat menjadi sarana dakwah dalam menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat melalui tulisan.
“Ini merupakan ikhtiar lembaga untuk terus meningkatkan dunia kepenulisan,” tuturnya.
Melalui pembiasaan tersebut, Ma’had Aly Lirboyo berupaya membekali para mahasantri dengan keterampilan menulis yang dapat menunjang pengembangan keilmuan sekaligus memperluas kontribusi mereka dalam dunia literasi keislaman.
Pembekalan Risalah Jadi Awal Rangkaian Pelatihan Kepenulisan
Kegiatan sosialisasi ini menjadi tahap awal dari serangkaian program persiapan penulisan risalah bagi mahasantri Marhalah Ula.
Melalui pembekalan itu, peserta diarahkan untuk memahami ketentuan dan tahapan penyusunan karya tulis sebelum memasuki proses pengerjaan risalah.
Guna menunjang kegiatan, panitia membagikan buku materi serta buku pedoman penulisan risalah kepada para peserta.
Pembekalan ini rencananya akan berlanjut dengan diklat kepenulisan yang diadakan secara berkala sesuai jenis risalah yang dikerjakan oleh masing-masing mahasantri.
Program lanjutan tersebut dirancang untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap teknik penulisan sekaligus meningkatkan keterampilan mereka dalam menyusun karya ilmiah secara terarah dan sistematis.
Setelah seluruh rangkaian pembekalan selesai, kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bpk. M. Rifa’i Bachrun.
Pembekalan itu harapannya menjadi langkah awal dalam membangun keterampilan menulis dan mengembangkan tradisi ilmiah pesantren melalui karya tulis yang berkualitas. (ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar