Beranda » Berita » Bidang Penelitian Ma’had Aly Lirboyo Bekali 1.825 Mahasantri Marhalah Ula melalui Diklat Penulisan Risalah

Bidang Penelitian Ma’had Aly Lirboyo Bekali 1.825 Mahasantri Marhalah Ula melalui Diklat Penulisan Risalah

Kediri – Bidang Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah (BP2KI) Ma’had Aly Lirboyo mengadakan Diklat Penulisan Risalah bagi mahasantri Marhalah Ula. pada Sabtu, (23/11/2026).

Giat ini menjadi bagian dari upaya lembaga dalam memperkuat tradisi kepenulisan ilmiah berbasis turats sekaligus mempersiapkan mahasantri menghadapi penyusunan risalah akhir.

Baca Juga: BP2KI Ma’had Aly Lirboyo Gelar Diklat Kepenulisan, Bekali Mahasantri Susun Risalah Penjabaran

Sebanyak 1.825 mahasantri mengikuti pelatihan tersebut dengan pembagian berdasarkan tiga kategori risalah, yakni Analisis Kitab sebanyak 263 peserta, Penjabaran 1.101 peserta, dan Pentaliqan (Ta’liqul Kutub) 461 peserta.

Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIS, setelah para mahasantri menyelesaikan agenda musyawarah rutin.

Guna menjaga efektivitas penyampaian materi, panitia membagi peserta ke dalam tiga lokasi di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, yakni Aula Al-Muktamar, Lobi Aula Al-Muktamar, dan Aula An-Nawawy.

Tujuan daripada diklat penulisan risalah ini ialah agar para mahasantri mendapat pembekalan perihal metodologi penelitian, sistematika penulisan, serta tahapan penyusunan risalah sesuai dengan jenisnya masing-masing.

Pembekalan ini juga bertujuan supaya risalah yang dihasilkan tidak hanya memenuhi ketentuan akademik, namun juga memiliki kedalaman analisis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Pendampingan Penulisan Berdasarkan Tiga Jenis Risalah

Berbeda dengan diklat sebelumnya, giat kali ini menerapkan sistem pembagian materi berdasarkan jenis risalah yang dikerjakan mahasantri.

Panitia memfokuskan pelatihan pada tiga kategori utama, yaitu Penjabaran, Pentaliqan, dan Analisis Kitab.

Pembagian tersebut bertujuan memberikan pendampingan yang lebih terarah sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan teknis masing-masing jenis risalah.

Sehingga, para peserta dapat memperdalam pemahaman mengenai metode penulisan yang sesuai dengan karya ilmiah yang sedang mereka susun.

Untuk mendukung pelaksanaan pelatihan, Bidang Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah Ma’had Aly Lirboyo menghadirkan sejumlah pemateri yang berpengalaman dalam bidang penulisan serta pengkajian turats.

Materi Penjabaran disampaikan oleh Agus M. Yusuf Fadlulloh Abdurohman. S.Ag., M.Ed. Sementara itu, sesi Pentaliqan menghadirkan Bpk. Nur Hanani Sulthon dan Bpk. Bagus Fatichur Ridlo, S.Ag., M.Ed. sebagai pemateri. Adapun sesi Analisis Kitab dipandu oleh Bpk. A. Royhan.

Selama kegiatan berlangsung, para pemateri memberikan penjelasan mengenai teknik penyusunan risalah sesuai dengan fokus masing-masing.

Pemaparan materi juga disertai diskusi interaktif dan pembahasan berbagai persoalan teknis yang kerap dihadapi mahasantri dalam proses penulisan.

Selain menghadirkan para pemateri, kegiatan ini turut melibatkan sejumlah dosen Marhalah Ula Semester II Ma’had Aly Lirboyo yang ikut mendampingi para peserta. Di antaranya hadir Bpk. Riyadil Bashori, Bpk. Anwarul Masalek Asy’ari, M.Ag. dan Bpk. M. Masyhud Al-Mubarok.

Kehadiran para dosen itu menjadi bagian dari upaya pendampingan sekaligus memastikan kegiatan pelatihan berjalan tertib dan sesuai dengan kebutuhan akademik mahasantri.

BP2KI Tekankan Pentingnya Perencanaan Riset Sejak Dini

Ketua Bidang Penelitian Ma’had Aly Lirboyo, Bpk. Hilmi Husaini Zuhri, S.Ag., M.Pd., turut menghadiri kegiatan bersama segenap pengurus lainnya.

Dalam sambutan pembukaannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan kesungguhan para mahasantri Marhalah Ula dalam mengembangkan keterampilan menulis karya ilmiah.

Ia menilai bahwa tradisi kepenulisan ilmiah di lingkungan Ma’had Aly Lirboyo terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.

Peningkatan demikian mencerminkan tumbuhnya kesadaran akademik mahasantri dalam mengembangkan kajian keislaman melalui karya tulis yang lebih sistematis.

Menurutnya, kemampuan menulis karya ilmiah menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap mahasantri.

Penguasaan literatur turats perlu diimbangi dengan kemampuan mengolah gagasan, menyusun argumentasi, serta menyajikan hasil kajian melalui metode penulisan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Kepenulisan di Marhalah Ula setiap tahunnya menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Oleh karena itu, rencanakan penelitian kalian semua dengan baik sejak awal.

Jangan menunda-nunda riset agar hasilnya matang dan memberikan kontribusi nyata bagi keilmuan,” pesannya.

Melalui arahan tersebut, Ketua Bidang Penelitian Ma’had Aly tersebut mengingatkan para mahasantri agar tidak menganggap penulisan risalah sekadar sebagai kewajiban akademik saja yang harus diselesaikan di jenjang akhir tingkatan Marhalah Ula.

Lebih dari itu, risalah merupakan wujud tanggung jawab ilmiah seorang mahasantri dalam mengembangkan pengetahuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Ma’had Aly.

Karenanya, perencanaan penelitian sejak dini menjadi langkah penting supaya proses penyusunan risalah dapat berjalan lebih terarah dan menghasilkan karya yang memiliki kualitas keilmuan.

Mahasantri Diingatkan Mengikuti Pedoman Penulisan Terbaru

Salah satu pembahasan penting dalam diklat ini disampaikan oleh Agus M. Yusuf Fadlulloh pada sesi Penjabaran.

Ia menguraikan secara terperinci struktur dan sistematika risalah yang harus diperhatikan para mahasantri.

Dalam pemaparannya, M. Yusuf Fadlulloh menekankan pentingnya memahami ketentuan penulisan yang telah ditetapkan lembaga, mulai dari penyusunan kerangka hingga penataan bab dan bagian-bagian risalah.

Ia juga mengingatkan agar para mahasantri tidak sekadar menjadikan karya tulis angkatan sebelumnya sebagai acuan utama tanpa terlebih dahulu memeriksa kesesuaiannya dengan pedoman yang berlaku.

“Ikuti pedoman resmi terbaru yang telah diterbitkan oleh lembaga, bukan sekadar meniru atau meng-copy risalah milik kakak kelas,” tegasnya.

Pesan di atas menegaskan pentingnya ketelitian dan konsistensi dalam menerapkan kaidah penulisan ilmiah.

Dengan mengikuti pedoman resmi, mahasantri harapannya dapat menghindari kekeliruan teknis sekaligus menjaga keseragaman sistematika karya ilmiah sesuai dengan ketentuan lembaga.

Baca Juga: 1.800 Mahasantri Marhalah Ula Ma’had Aly Lirboyo Ikuti Sosialisasi dan Pembekalan Penulisan Risalah

Penguatan keterampilan menulis ini sekaligus menjadi langkah berkelanjutan dari Ma’had Aly Lirboyo dalam merawat tradisi intelektual pesantren.

Serta mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang berakar pada khazanah turats serta mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan kajian keislaman. (ed. Zaeini)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less