Beranda » Berita » 40 Mahasantri Marhalah Tsaniyah Ikuti Seleksi Internal Beasiswa LPPD Jawa Timur

40 Mahasantri Marhalah Tsaniyah Ikuti Seleksi Internal Beasiswa LPPD Jawa Timur

Kediri — Suasana khidmat sekaligus penuh ketegangan menyelimuti Gedung Perkuliahan Al-Karim pada Sabtu (13/06/2026) dalam pelaksanaan seleksi internal Program Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) bagi mahasantri Marhalah Tsaniyah.

Tepat pukul 11.00 WIB, sebanyak 40 mahasantri mengikuti ujian yang menjadi tahap awal dalam proses penjaringan calon penerima beasiswa yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut.

Program beasiswa LPPD merupakan salah satu program strategis yang ditujukan bagi mahasantri jenjang Marhalah Tsaniyah, setara program magister (S2), di lingkungan Ma’had Aly se-Jawa Timur.

Melalui program ini, pemerintah berupaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia pesantren sekaligus memperkuat tradisi akademik di lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren.

Uji Kompetensi Akademik Mahasantri

Meski sekilas memiliki pola yang serupa dengan seleksi beasiswa pada jenjang Marhalah Ula, seleksi untuk tingkat Marhalah Tsaniyah menuntut standar akademik yang lebih tinggi.

Karena itu, tim penguji menerapkan kriteria penilaian yang ketat guna menjaring mahasantri yang benar-benar memiliki kompetensi keilmuan yang memadai.

Pada tahap seleksi internal ini, peserta diuji secara langsung dalam kemampuan membaca, menerjemahkan, serta menguraikan isi kutub at-turats sesuai bidang takhassus masing-masing. Penguasaan terhadap literatur klasik ini menjadi aspek utama yang dinilai dalam proses seleksi.

Salah satu kitab yang dijadikan materi ujian adalah Kitab Al-Mahalli, sebuah kitab fikih tingkat lanjut yang menuntut ketelitian dalam memahami teks, ketepatan menerjemahkan, serta kemampuan menjelaskan kandungan hukumnya secara mendalam.

Dibagi dalam Dua Ruang Ujian

Untuk menjaga efektivitas pelaksanaan, panitia membagi 40 peserta ke dalam empat kelompok, masing-masing berisi sepuluh mahasantri. Selanjutnya, proses ujian berlangsung secara paralel di dua ruang yang telah disiapkan, yaitu Ruang A dan Ruang B.

Jajaran Dewan Dosen Ma’had Aly Lirboyo bertindak langsung sebagai penguji. Mereka menilai kemampuan peserta secara menyeluruh, mulai dari aspek kebahasaan, penguasaan materi, hingga ketajaman analisis dalam memahami teks-teks fikih yang diujikan.

Pembagian ruang dan kelompok tersebut dilakukan agar proses penilaian berjalan lebih tertib, objektif, dan kondusif.

Persaingan Ketat Menuju Seleksi Tingkat Provinsi

Persaingan dalam seleksi ini dipastikan berlangsung ketat. Dari total 40 peserta yang mengikuti ujian, panitia hanya akan menetapkan 30 mahasantri terbaik untuk melaju ke tahap berikutnya.

Peserta yang berhasil lolos seleksi internal berhak mengikuti seleksi utama tingkat provinsi, yang nantinya akan dilaksanakan dan dinilai langsung oleh tim penguji dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Tahapan ini menjadi momentum penting bagi para mahasantri untuk menunjukkan kualitas akademik yang telah mereka bangun selama menempuh pendidikan di Ma’had Aly Lirboyo.

Meski standar kelulusan yang diterapkan cukup tinggi, semangat para peserta tetap terlihat sejak awal pelaksanaan ujian. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan penuh kesungguhan dan optimisme.

Bagi para mahasantri, program beasiswa semacam ini tidak hanya dimaknai sebagai kesempatan memperoleh bantuan pendidikan, namun juga sebagai ajang untuk menguji kapasitas intelektual sekaligus membuktikan kualitas tradisi keilmuan pesantren di tingkat yang lebih tinggi. (ed. Zaeini)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less