Lolos Tahap Awal, 23 Mahasantri Marhalah Tsaniyah Jalani Seleksi Lanjutan Beasiswa LPPD Jatim
- account_circle Muhamad Andi Suryono
- calendar_month 23/07/2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- label Berita
Kediri — Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur menggelar ujian seleksi beasiswa tahap dua di Ma’had Aly Lirboyo pada Kamis, (23/07/2026).
Ujian ini merupakan kelanjutan dari seleksi tahap awal yang sebelumnya juga berlangsung di Ma’had Aly Lirboyo.
Sebanyak 23 mahasantri Marhalah Tsaniyah mengikuti seleksi untuk meraih kesempatan beasiswa tersebut. Pihak LPPD Jawa Timur menyampaikan bahwa program beasiswa ini menjadi kali kedua dilaksanakan di Ma’had Aly Lirboyo.
Tidak semua mahasantri Marhalah Tsaniyah dapat mengikuti tahapan ini. Peserta seleksi tahap dua merupakan mahasantri yang berhasil lolos dari ujian tahap awal.
Sebelumnya, sebanyak 40 peserta pilihan mengikuti seleksi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh LPPD Jawa Timur.
Bertempat di Aula An-Nawawy, rangkaian seleksi dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Suasana tegang tampak menyelimuti para peserta yang bersiap menghadapi ujian di hadapan penguji.
Sejumlah pengurus LPPD Jawa Timur turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Wakil Bendahara LPPD Provinsi Jawa Timur, Hj. Dr. Luluk Asfiyah, M.Pd., serta penguji eksternal, Dr. KH. Nur Hannan, Lc., M.H.I.
Turut hadir pula Mudir Dua Ma’had Aly Lirboyo, K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd., Mudir Enam, Bpk. Syarif Subhan, M.Ag., Mudir Delapan, Bpk. A. Hafy Yasir, M.F.U., staf LPPD Jawa Timur serta sejumlah panitia dari Seksi Administrasi dan Birokrasi Ma’had Aly Lirboyo.
Beasiswa LPPD Dinilai sebagai Kesempatan Istimewa
Setelah membuka acara, Bpk. Syarif Subhan mempersilakan Kiai M. Aminulloh Mahin untuk menyampaikan sambutan mewakili Mudir Ma’had Aly Lirboyo.
Dalam sambutannya, Kiai M. Aminulloh Mahin menyebut beasiswa LPPD sebagai kesempatan yang langka dan istimewa bagi para mahasantri.
“Beasiswa LPPD membuat iri provinsi lain karena program seperti ini hanya ada di Provinsi Jawa Timur,” tuturnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Hj. Luluk Asfiyah yang mewakili pengurus LPPD Jawa Timur. Ia menyampaikan salam dari Ketua LPPD Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar, M.A., kepada seluruh hadirin.
Ketua LPPD Jawa Timur tersebut tidak dapat menghadiri kegiatan karena berhalangan.
Pembawa acara kemudian memberikan kesempatan kepada KH. Nur Hannan., untuk menyampaikan sambutan. Mantan Ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI) tersebut menguatkan mental para peserta sebelum mengikuti ujian.
Ia menegaskan bahwa hanya 15 mahasantri yang akan dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa. Kendati demikian, seluruh peserta diminta tetap bersemangat dalam belajar, baik nantinya diterima maupun belum berhasil memperoleh beasiswa.
Usai menyampaikan sambutan, KH. Nur Hannan memimpin doa yang diamini seluruh hadirin dengan khusyuk dan khidmat.
Acara pembukaan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan jajaran mudir Ma’had Aly, pengurus LPPD Jawa Timur, penguji, panitia, dan seluruh peserta seleksi.
Uji Kemampuan Membaca dan Memahami Kitab Kuning
Dalam seleksi tersebut, peserta diuji menggunakan kitab kuning klasik Syarh Minhaj al-Thalibin karya Syekh Jalaluddin Al-Mahalli. Peserta diminta membaca teks kitab dengan menggunakan metode makna Jawa gandul, kemudian menjelaskan kandungannya dalam bahasa Indonesia.
Setelah itu, penguji mengajukan sejumlah pertanyaan seputar pemahaman fikih yang terkandung dalam teks. Tahapan ini tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam membaca kitab, namun juga menilai ketepatan mereka dalam memahami dan menjelaskan persoalan hukum Islam.
Model ujian semacam ini pada dasarnya bukan hal yang baru bagi para peserta.
Kitab Syarh al-Mahalli sendiri merupakan salah satu kurikulum Ma’had Aly Lirboyo yang telah mereka pelajari sejak jenjang Marhalah Ula. Metode pembelajaran yang digunakan selama perkuliahan juga tidak jauh berbeda dengan model seleksi yang mereka hadapi.
Durasi pengujian setiap peserta berbeda-beda. Namun, rata-rata peserta menjalani ujian selama kurang lebih 20 menit. Setelah menyelesaikan ujian, panitia mempersilakan peserta kembali ke tempat masing-masing sembari menunggu pengumuman hasil seleksi.
Salah seorang peserta, Muhammad Basaid Aqil Mubarok, mahasantri Marhalah Tsaniyah asal Blitar Jawa Timur, mengaku cukup percaya diri mengikuti seleksi. Kepercayaan diri tersebut tumbuh dari pengalaman yang ia peroleh selama belajar di Marhalah Ula Ma’had Aly Lirboyo.
“Cukup mengandalkan kurikulum Ma’had Aly Lirboyo dan kemampuan yang telah dipelajari sebelumnya,” ujarnya.
Seleksi Berlandaskan Kejujuran
Panitia menyampaikan bahwa pengumuman penerima beasiswa LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan disampaikan langsung setelah seluruh rangkaian ujian seleksi selesai.
Ibu Hj. Luluk Asfiyah menegaskan bahwa proses seleksi menjunjung tinggi nilai kejujuran. Menurutnya, penetapan penerima beasiswa sepenuhnya didasarkan pada kemampuan terbaik yang ditunjukkan peserta selama ujian.
“Tidak ada titipan dari pihak mana pun,” tegasnya.
Sejumlah mahasantri yang telah selesai mengikuti ujian terlihat kembali menuju tempat masing-masing. Sebagian peserta tampak lega setelah melewati proses seleksi yang menegangkan.
Mereka tinggal menunggu beberapa saat hingga panitia mengumumkan hasil akhir ujian dan menetapkan 15 penerima beasiswa LPPD Provinsi Jawa Timur. (ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar