Kemenag dan Ma’had Aly Lirboyo Finalisasi Mu’tamad 2026, Dorong Internasionalisasi Ma’had Aly
- account_circle Redaktur
- calendar_month 17/10/2026
- visibility 153
- comment 0 komentar
- label Berita
Kediri – Ma’had Aly Lirboyo menggelar rapat finalisasi pelaksanaan Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (Mu’tamad) 2026 pada Jumat–Sabtu (16–17/10/2026).
Dari unsur Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, hadir Tim Pengarah Mu’tamad Dr. H. Mahrus El-Mawa, M.Ag., Bpk. Bugi Mulyono, S.Pd., dari bagian administrasi dan keuangan, Koordinator Acara Bpk. Ahmad Hidayat, M.H., serta Koordinator Humas dan Korespondensi Bpk. Mahbub Nahari, S.H.I., M.H., M.M.
Baca Juga: Kemenag Rilis Juknis Call for Papers Mu’tamad 2026 di Ma’had Aly Lirboyo, Ini Ketentuan Lengkapnya
Pertemuan juga dihadiri jajaran Dewan Mudir Ma’had Aly Lirboyo, di antaranya K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd., Bpk. M. Rifa’i, M.Ag., Bpk. M. Syarif Subhan, M.Ag., Bpk. Fathur Rohman, M.Ag., dan Bpk. A. Hafy, M.Ag., serta sejumlah panitia Mu’tamad 2026.
Dalam sambutannya, Mudir Ma’had Aly Lirboyo sekaligus Ketua Umum Panitia Mu’tamad 2026, K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Ma’had Aly Lirboyo sebagai tuan rumah.
Ia menegaskan bahwa Ma’had Aly Lirboyo siap mendukung berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan.
Panitia, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah fasilitas, baik sarana maupun prasarana, untuk menunjang kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ini.
Mu’tamad Didorong Jadi Pintu Internasionalisasi Ma’had Aly
Sementara itu, Tim Pengarah Mu’tamad, Dr. H. Mahrus El-Mawa, M.Ag., menekankan bahwa Mu’tamad perlu ditempatkan sebagai bagian dari agenda besar internasionalisasi Ma’had Aly.
“Hal penting yang perlu kita tekankan adalah bagaimana Mu’tamad ini menjadi bagian dari agenda besar internasionalisasi Ma’had Aly,” ujarnya.
Ia menambahkan, Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, H. Basnang Said, M.Ag., menaruh harapan besar agar Mu’tamad dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan jejaring dan daya saing Ma’had Aly di tingkat internasional.
“Pak Dirjen sangat berharap Mu’tamad menjadi pintu masuk bagi penguatan internasionalisasi Ma’had Aly,” katanya.
Direktur Bina Dakwah Pesantren dan Pendidikan Nonformal Kementerian Agama RI tersebut juga menyoroti tingginya antusiasme peserta dalam call for papers. Dalam waktu sekitar satu pekan, abstrak yang masuk mencapai hampir 700 naskah.
“Saya melihat tren abstrak yang masuk sangat menggembirakan. Jumlahnya sangat besar. Ini menunjukkan antusiasme akademik yang luar biasa,” ungkapnya.
Menurutnya, cukup banyak abstrak yang mengangkat tema transformasi pesantren. Hal itu dinilai menunjukkan adanya perhatian besar dari kalangan akademisi dan peneliti terhadap perkembangan pesantren di tengah perubahan zaman.
“Bagi saya, ini menarik. Artinya, ada keinginan kuat dari para akademisi dan peneliti untuk melihat bagaimana pesantren dapat terus berubah, berkembang, dan menjawab tantangan zaman,” jelasnya.
Usulkan Poster Presentation untuk Makalah Terpilih
Dr. Mahrus juga mengusulkan agar makalah yang dinilai baik, tetapi tidak memperoleh ruang presentasi karena keterbatasan waktu dan tempat, tetap dapat ditampilkan melalui skema poster presentation.
Menurutnya, model tersebut lazim digunakan dalam konferensi akademik dan dapat menjadi alternatif agar karya-karya berkualitas tetap memperoleh ruang apresiasi.
“Poster presentation merupakan hal yang lazim dalam konferensi akademik. Jadi, makalah yang baik tetapi tidak dapat dipresentasikan karena keterbatasan waktu atau ruang masih bisa ditampilkan dalam bentuk poster,” ujarnya.
Di akhir arahannya, mantan Kasubdit Pendidikan Ma’had Aly pada Direktorat Pesantren Ditjen Pendidikan Islam itu menyampaikan apresiasi kepada Ma’had Aly Lirboyo dan Pondok Pesantren Lirboyo atas kesiapan mereka dalam menyambut forum internasional tersebut.
“Sejak awal saya menduga bahwa kegiatan sebesar ini memang membutuhkan keterlibatan Ma’had Aly yang siap secara kelembagaan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kesiapan sistem dan website khusus Mu’tamad yang telah dikembangkan panitia.
“Saya senang melihat teman-teman sudah menyiapkan berbagai hal, termasuk sistem dan website khusus untuk Mu’tamad. Ini menunjukkan kemampuan Ma’had Aly untuk mengelola forum akademik internasional secara serius,” tandasnya.
Matangkan Teknis Pelaksanaan
Setelah sesi arahan, rapat dilanjutkan dengan pembahasan teknis yang dipimpin oleh Bpk. M. Syarif Subhan, M.Ag., selaku Wakil Ketua Panitia Mu’tamad 2026.
Baca Juga: Direktur Ma’had Aly Kunjungi Lirboyo, Bahas Penguatan Kelembagaan dan Persiapan Mu’tamad 2026
Forum membahas berbagai kebutuhan pelaksanaan secara rinci, mulai dari kesiapan venue, transportasi, konsumsi, kehadiran pimpinan, publikasi, pengelolaan peserta luring dan daring, hingga proses seleksi makalah.
Rapat finalisasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan Mu’tamad 2026 benar-benar siap sebelum konferensi internasional tersebut digelar di Ma’had Aly Lirboyo pada 29–30 Oktober 2026. (ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar