Evaluasi Pembelajaran Akademik, 158 Mahasantri Marhalah Tsaniyah Jalani Ujian Akhir Semester
- account_circle Muhamad Andi Suryono
- calendar_month 11/09/2026
- visibility 33
- comment 0 komentar
- label Berita
Kediri — Ma’had Aly Lirboyo menggelar Ujian Akhir Semester (UAS) Marhalah Tsaniyah pada Jumat, (11/9/2026). Kegiatan evaluasi pembelajaran tersebut berlangsung di ruang perkuliahan Al-Karim dan dimulai pukul 14.00 WIB.
Sebanyak 158 mahasantri mengikuti pelaksanaan UAS. Panitia membagi peserta ke dalam empat ruang ujian. Tiga ruang masing-masing diisi 40 peserta, sedangkan Ruang B ditempati 38 peserta.
Baca Juga: 128 Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo Tempuh Ujian Proposal Tesis Marhalah Tsaniyah
Pelaksanaan ujian dipantau langsung oleh Dewan Mudir Ma’had Aly Lirboyo. Turut hadir Bpk. M. Rifa’i Bachrun, M.Ag., Bpk. Alfain Fahmi, M.Ag., dan Bpk. Fathur Rohman Mudhoffar, M.Ag. Pemantauan dilakukan untuk memastikan ujian berlangsung tertib, kondusif, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Delapan Penguji Bertugas di Empat Ruang
UAS semester ganjil kali ini melibatkan delapan petugas ujian yang ditempatkan di empat ruang. Setiap ruang dijaga oleh satu orang pengawas dan satu penguji.
Ujian dilaksanakan secara tertulis dengan mengujikan tiga mata kuliah, yakni Fikih Kebangsaan, Ushul Fikih, dan Kaidah Fikih. Para peserta memperoleh waktu selama 90 menit untuk menyelesaikan seluruh soal.
Demi menjaga ketertiban serta memastikan ujian berlangsung secara jujur dan objektif, panitia menyediakan kotak khusus untuk menyimpan smartphone. Seluruh peserta diwajibkan mengumpulkan ponsel sebelum memasuki ruang ujian.
Menjelang ujian dimulai, sejumlah mahasantri terlihat membuka kembali buku dan catatan untuk mengulang materi.
Larangan open book dan membawa smartphone ke dalam ruang ujian membuat sebagian peserta memanfaatkan waktu terakhir sebelum ujian dengan membaca ulang materi yang telah dipelajari selama satu semester.
Pengawasan berlangsung cukup ketat. Pengawas dan penguji berjaga di setiap ruang sehingga suasana ruang Al-Karim menjadi hening dan nyaris tanpa suara.
Panitia juga mengosongkan gedung dari aktivitas lain dan berjaga di sekitar area ujian untuk mengurangi lalu-lalang di luar ruang. Kondisi tersebut membuat para peserta dapat memusatkan perhatian pada lembar soal masing-masing.
Mahasantri Asal Johor Bagikan Tips Menghadapi Ujian
Muhammad Imran, mahasantri Marhalah Tsaniyah asal Johor, Malaysia, membagikan tips agar menghadapi ujian tidak terlalu menegangkan.
Menurutnya, materi yang diujikan pada dasarnya merupakan materi yang telah disampaikan dosen pengampu mata kuliah selama satu semester.
Baca Juga: Ujian Tulis Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo Digelar, 219 Peserta Ikuti Seleksi
Karena itu, kunci utamanya ialah memperhatikan penjelasan dosen dan mencatat materi dengan baik sejak awal perkuliahan.
Selain menjalani aktivitas sebagai mahasantri, Muhammad Imran juga merangkap sebagai pengajar. Di tengah kesibukannya, ia tetap berusaha meluangkan waktu untuk mengulang materi ujian.
“Saya terus melakukan murajaah di sela-sela waktu,” ungkapnya.
Ujian berakhir tepat pukul 15.30 WIB. Hasil UAS tersebut selanjutnya menjadi salah satu bahan evaluasi capaian pembelajaran mahasantri Marhalah Tsaniyah sekaligus pijakan untuk meningkatkan kualitas belajar pada semester berikutnya. (ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar