Home » Artikel Dosen » Daurah Ilmiah Ilmu Hadis Aswaja Bersama Syekh Dr. Muhyiddin Awwamah (5): Tiga Metode Utama dalam Kajian Hadis

Daurah Ilmiah Ilmu Hadis Aswaja Bersama Syekh Dr. Muhyiddin Awwamah (5): Tiga Metode Utama dalam Kajian Hadis

Redaktur 30 Jul 2025 404

Dalam gelaran pertemuan kelima Daurah Ilmiah Ilmu Hadis Aswaja, Syekh Dr. Muhyiddin Awwamah kembali memperkaya khazanah keilmuan hadis dengan mengkaji “Cara Mempelajari Hadis Menurut Ulama”. Beliau mengidentifikasi setidaknya tiga metode utama yang secara historis digunakan oleh para ulama hadis, masing-masing dengan karakteristik dan tujuan yang berbeda.

Pemaparan ini, juga diperkuat dengan rujukan dari Kitab Al-Hittah Fi Dzikri As-Sihah As-Sittah karya Syekh Shodiq Hasan Khan, memberikan gambaran komprehensif mengenai pendekatan metodologis dalam studi hadis. Berikut penjelasannya:

Metode As-Sard (السرد): Fokus pada Periwayatan dan Sanad

Metode As-Sard didefinisikan sebagai pembacaan hadis tanpa disertai penjelasan mendalam. Dalam praktiknya, pembacaan ini dapat dilakukan oleh guru (Syekh) maupun murid yang membacakan hadis kepada guru dengan artikulasi yang jelas dan benar.

Ciri utamanya adalah ketiadaan pembahasan mengenai makna kata (bahasa), hukum fikih yang terkandung, maupun identitas perawi hadis. Fokus mutlak metode ini adalah pada pembacaan teks hadis itu sendiri.

Berdasarkan keterangan tambahan dari Al-Hittah Fi Dzikri As-Sihah As-Sittah, para ulama seperti Al-Mawla Waliyullah Ad-Dahlawi, Al-Ajjimi, Ahmad Al-Qaththan, dan Abu Thahir Al-Kurdi menyatakan bahwa As-Sard sangat cocok bagi ulama ahli (al-khawash al-mutabahirun). Tujuannya adalah untuk memperoleh sama’ (sambungan sanad) dan mempercepat rantai periwayatan.

Metode ini memungkinkan pembacaan hadis secara ringkas, tanpa terjebak dalam detail, sehingga setelah itu, para ulama dapat merujuk pada kitab syarah hadis untuk pemahaman makna yang lebih mendalam.

Hal ini relevan mengingat pada masa mereka, penetapan hadis sangat bergantung pada penelitian syarat dan catatan para ulama. Penting untuk dicatat bahwa As-Sard lebih banyak digunakan untuk keperluan ijazah sanad daripada pemahaman mendalam.

Metode Al-Hall wa Al-Bahth (الحل والبحث): Analisis Tingkat Menengah

Metode kedua, Al-Hall wa Al-Bahth, melibatkan pembacaan hadis yang disertai dengan pembahasan ilmiah tingkat menengah.

Ciri khas metode ini adalah penjelasan kata-kata asing atau sulit, penguraian struktur kalimat yang jarang digunakan, identifikasi perawi yang asing, penelitian posisi perawi dalam sanad, pembahasan mengenai penyebab munculnya hadis (asbab al-wurud), serta upaya menjawab persoalan yang sulit dipahami. Pembahasan ilmiah dalam metode ini dilakukan secara ringkas, namun cukup substansial.

Para ulama yang sama, Al-Mawla Waliyullah Ad-Dahlawi, Al-Ajjimi, Ahmad Al-Qaththan, dan Abu Thahir Al-Kurdi, berpendapat bahwa Al-Hall wa Al-Bahth ideal untuk para pemula dan tingkat menengah dalam studi hadis.

Tujuannya adalah untuk menguasai hal-hal pokok dalam ilmu hadis dan memahami hadis dengan analisis serta pemahaman yang benar.

Metode yang ditempuh meliputi pembacaan hadis, merujuk ke kitab syarah hadis saat menghadapi masalah atau istilah sulit, dan membahas persoalan yang membingungkan.

Kelebihan utama metode ini terletak pada kemampuannya memberikan pemahaman mendalam secara bertahap dan menyelesaikan masalah yang muncul (hall al-‘udhal wa raf’u al-isykal).

3. Metode Al-Im’ān (الإمعان): Penelitian Mendalam dan Komprehensif

Terakhir, metode Al-Im’ān merupakan tingkatan tertinggi dalam mempelajari hadis, yang melibatkan penelitian mendalam terhadap hadis. Ciri-ciri metode ini mencakup pembahasan setiap kata dari hadis, penelitian makna kata sulit, struktur kalimat, dan analisis sanad secara menyeluruh.

Selain itu, metode ini menjelaskan kandungan hukum, akidah, dan adab yang terkandung dalam hadis, serta mengaitkannya dengan dalil lain, baik dari Al-Qur’an maupun hadis lainnya. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang hadis, menjadikannya metode yang paling sempurna.

Namun, menurut keterangan dari Kitab Al-Hittah Fi Dzikri As-Sihah As-Sittah menyoroti bahwa metode ini sering dilakukan oleh para penceramah (al-qushshash) yang mungkin bertujuan untuk menunjukkan kemampuan atau menonjolkan keilmuan atau kefasihan mereka dalam menjelaskan hadis.

Hal ini menjadi catatan penting dan sekaligus peringatan agar metode Al-Im’ān tidak disalahgunakan sebagai sarana riya’ (pamer), melainkan harus tetap fokus pada tujuan ilmiah yang murni.

Kesimpulan

Secara ringkas, Syekh Dr. Muhyiddin Awwamah telah mengklasifikasikan tiga tingkatan utama dalam kajian hadis:

  • Tingkat awal diwakili oleh metode As-Sard, yang sekadar berfokus pada pembacaan teks hadis untuk keperluan sanad.
  • Tingkat menengah adalah Al-Hall wa Al-Bahth, yang melibatkan penjelasan makna kata dan konteks hadis.
  • Tingkat tinggi adalah Al-Im’ān, yang menuntut analisis mendalam terhadap sanad, matan, dan implikasi hukum hadis secara komprehensif.

Karena itu, pemahaman ketiga metode ini menjadi hal yang cukuo krusial bagi setiap penuntut ilmu hadis, agar memungkinkan mereka untuk memilih pendekatan yang tepat sesuai dengan tingkat kedalaman dan tujuan studinya.


Editor: A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari

Penulis: Ust. Masruhan Rizqi, M.Ag

(Dosen Marhalah Ula Ma’had Aly Lirboyo)

mahadalylirboyo.ac.id

2 Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Mungkin Kamu Suka
Jurnal At-Tahbir Edisi November 2025 Terbit: Suguhkan Lima Artikel Terbaru Studi Al-Qur’an dan Tafsir

Redaktur

30 Nov 2025

At-Tahbir: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir Ma’had Aly Lirboyo kembali terbit

Kunjungi Lirboyo, Mufti Perak Tertarik Terapkan Model Bahtsul Masail di Malaysia

Syauqi Multazam

27 Nov 2025

Pondok Pesantren dan Ma’had Aly Lirboyo menerima kunjungan kehormatan dari Mufti Negeri Perak Malaysia

Ukur Kualitas Akademik: 133 Mahasantri Marhalah Tsaniyah Jalani Munaqasyah Risalah

Redaktur

25 Nov 2025

Sebanyak 133 mahasantri Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo ikuti Munaqasyah Risalah Tesis

Bidang Penelitian Ma’had Aly Lirboyo Bekali Mahasantri Teknik Penulisan Risalah Kategori Penjabaran

Raden Muhammad Rifqi

19 Nov 2025

Ratusan Mahasantri Marhalah Ula hadiri Diklat Penulisan Risalah kategori Penjabaran

Penguatan Karya Tulis Ilmiah, Ma’had Aly Lirboyo Adakan Diklat Risalah Kategori Analisis Kitab

Raden Muhammad Rifqi

16 Nov 2025

Mahasantri Marhalah Ulan Ikuti Diklat Kepenulisan Risalah Kategori Analisis Kitab

Persiapan Menulis Risalah, 284 Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo Ikuti Diklat Intensif Ta’liq Al-Kutub

Raden Muhammad Rifqi

15 Nov 2025

Diklat Kepenulisan Risalah Ta’liq Al-Kutub Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo Semester II