Muhadharah Ilmiah di Ma’had Aly Lirboyo, Mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri Dalami Khazanah Ilmu Hadis
- account_circle Muhamad Andi Suryono
- calendar_month 23/10/2026
- visibility 49
- comment 0 komentar
- label Berita
Kediri – Program Studi (Prodi) Ilmu Hadis Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri menggelar pertemuan akademik bersama Ma’had Aly Lirboyo melalui kegiatan Muhadharah Ilmiah yang berlangsung di Aula An-Nawawy, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri pada Jum’at, (23/10/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Hifzh al-Sanad wa Fiqh al-Hadits: Mengenal Khazanah Ilmu Hadis dan Sanad Keilmuan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri”.
Baca Juga: Sebulan Belajar Ilmu Hadis di Turki: Refleksi tentang Sanad, Manhaj, dan Adab Ulama
Forum tersebut menjadi sarana pengenalan dan pendalaman ilmu hadis, khususnya bagi mahasiswa baru Prodi Ilmu Hadis UIN Syekh Wasil Kediri.
Acara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi.
Dari unsur Ma’had Aly Lirboyo turut hadir Mudir Empat Bpk. M. Rifa’i Bachrun, M.Ag., dan Mudir Delapan Bpk. A. Hafy Yasir, M.F.U. Sementara itu, UIN Syekh Wasil Kediri diwakili Ketua Prodi Ilmu Hadis, Dr. Akhmad Hasan Saleh, M.P.I.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan kedua lembaga. Acara kemudian berlanjut pada sesi pemaparan materi yang terbagi menjadi dua bagian, yakni Seminar Keprodian dan Muhadharah Ilmiah.
Sanad Keilmuan Pesantren Tidak Sekadar Transmisi Ilmu
Dalam sambutannya, Bpk. M. Rifa’i Bachrun menekankan pentingnya memahami sanad keilmuan sebagai salah satu karakteristik utama tradisi pendidikan pesantren.
Menurutnya, sanad tidak hanya berkaitan dengan proses transmisi pengetahuan dari seorang guru kepada murid, namun juga mencakup thariqah al-ta’allum (metode pembelajaran), yakni cara dan pendekatan yang ditempuh seorang guru dalam mencapai keberhasilan pembelajaran.
Dengan demikian, sanad keilmuan tidak hanya menjaga kesinambungan transmisi ilmu antargenerasi, melainkan pula mewariskan metode pembelajaran yang berkembang dalam tradisi pesantren.
“Inilah yang membuat pondok pesantren memiliki corak masing-masing,” tuturnya.
Penjelasan itu memberikan gambaran mengenai kekhasan tradisi keilmuan pesantren yang tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan materi, tetapi juga memperhatikan metode dan kesinambungan proses pembelajaran.
Penguatan Kompetensi Mahasiswa dan Pendalaman Ilmu Hadis
Memasuki sesi utama, sekitar 50 mahasiswa Prodi Ilmu Hadis UIN Syekh Wasil Kediri tampak antusias mengikuti pemaparan kedua narasumber.
Masing-masing pemateri memperoleh waktu sekitar 60 menit guna menyampaikan materi sesuai dengan bidang kajiannya.
Pada sesi pertama, Seminar Keprodian menghadirkan Bpk. Duwi Hariono, M.Th.I., dosen UIN Syekh Wasil Kediri yang berfokus dalam bidang studi hadis serta studi Al-Qur’an dan tafsir.
Dalam kesempatan tersebut, ia membawakan materi bertema “Menguatkan Kompetensi Mahasiswa Ilmu Hadis yang Berjiwa Akademis, Terampil, dan Adaptif”.
Sesi ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa Ilmu Hadis, terutama dalam membangun karakter akademis, meningkatkan keterampilan keilmuan, serta mengembangkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan kajian keislaman.
Selanjutnya, sesi kedua menghadirkan Bpk. M. Masruhan Rizqi, M.Ag., sebagai pemateri Muhadharah Ilmiah dengan tema utama Hifzh al-Sanad wa Fiqh al-Hadits.
Bpk. M. Masruhan memiliki rekam jejak pengalaman sebagai peserta terpilih dalam program Dauroh Hadis Aswaja di Darul Hadis Al-‘Awwamiyah, Istanbul, Turki.
Melalui sesi ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam wawasan perihal khazanah ilmu hadis dan sanad keilmuan yang menjadi bagian penting dalam tradisi intelektual Islam, khususnya di lingkungan pesantren.
Selama berlangsungnya kegiatan, para mahasiswa mengikuti pemaparan kedua narasumber dengan saksama.
Forum ini sekaligus menjadi ruang pengenalan terhadap tradisi keilmuan hadis yang berkembang di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo.
Rangkaian Muhadharah Ilmiah berakhir pada pukul 10.30 WIB dan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan cenderamata.
Pertemuan akademik antara kedua lembaga ini menjadi sarana penguatan wawasan keilmuan bagi mahasiswa, khususnya dalam mengenal tradisi sanad dan khazanah ilmu hadis di pesantren.
Kegiatan tersebut juga sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan antara lingkungan akademik perguruan tinggi Islam dan tradisi keilmuan di lingkungan Ma’had Aly Lirboyo.
(ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar