Beranda » Berita » Semarakkan Muktamar NU ke-35, Wisudawan Ma’had Aly Lirboyo Gelar Bazar Buku Karya Ilmiah

Semarakkan Muktamar NU ke-35, Wisudawan Ma’had Aly Lirboyo Gelar Bazar Buku Karya Ilmiah

Jombang — Dalam rangka menyemarakkan gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, mahasantri Ma’had Aly Lirboyo turut mengambil bagian dengan menggelar bazar buku.

Stand bazar yang bertempat di area SMK Kreatif Hasbullah tersebut menampilkan berbagai karya yang seluruhnya merupakan buah pena para mahasantri dan alumni Ma’had Aly Lirboyo.

Sebagaimana diketahui, setiap tahun lulusan Ma’had Aly Lirboyo terus menghasilkan karya tulis dalam berbagai tema, mulai dari kajian kebangsaan, kodifikasi fikih, sejarah tokoh, hingga persoalan-persoalan kontemporer.

Tradisi ini tumbuh melalui pembinaan kepenulisan yang dilakukan sejak mahasantri memasuki Semester III.

Mereka kemudian diseleksi dan ditempa melalui Tim Forum Kajian Ilmiah (FKI) serta Tim Kodifikasi yang menjadi ruang pengembangan kemampuan riset dan penulisan ilmiah.

Melalui forum tersebut, mahasantri dilatih mengembangkan kajian, menyusun tulisan, serta mengolah hasil pembacaan terhadap turats dan persoalan kontemporer menjadi karya yang dapat diterbitkan.

Tampilkan Ragam Karya Mahasantri

Sejumlah buku karya mahasantri dan alumni Ma’had Aly Lirboyo tampak memenuhi etalase bazar.

Di antaranya Fikih Perempuan karya Cahyo Ningrat, wisudawan Ma’had Aly Lirboyo tahun akademik 2024. Selain itu, terdapat pula Fikih Gen Z, Rekonstruksi Nalar Kebudayaan, serta Memorial Perjalanan Hidup KH. Mahrus Aly karya Dzaween Naja, wisudawan Ma’had Aly Lirboyo tahun akademik 2025.

Salah satu karya tersebut, Memorial Perjalanan Hidup KH. Mahrus Aly, juga turut dibedah dalam rangkaian kegiatan Muktamar Literasi Santri.

Kehadiran buku-buku tersebut menunjukkan hasil nyata dari proses pembinaan literasi yang selama ini berjalan di lingkungan Ma’had Aly Lirboyo.

Mahasantri tidak hanya diarahkan untuk menguasai khazanah turats, tetapi juga dituntut mampu mengolah hasil kajian menjadi karya tulis yang dapat dibaca oleh khalayak umum.

Adanya stand buku Ma’had Aly Lirboyo di arena Muktamar NU ke-35 menjadi salah satu bukti bahwa tradisi menulis di lingkungan pesantren tetap hidup dan senantiasa berkembang.

Karya-karya tersebut sekaligus menunjukkan upaya mahasantri dalam membawa khazanah keilmuan pesantren ke ruang publik dan menjawab tantangan zaman melalui jalur literasi. (ed. Zaeini)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less