UNIDA Gontor Studi Banding ke Ma’had Aly Lirboyo, Dalami Pembelajaran Gramatika Arab dan Turats
- account_circle Muhamad Andi Suryono
- calendar_month 14/10/2026
- visibility 51
- comment 0 komentar
- label Berita
Kediri – Rombongan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melakukan lawatan studi banding ke Pondok Pesantren dan Ma’had Aly Lirboyo, pada Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran wawasan dan pengalaman mengenai pembelajaran gramatika Arab, khususnya terkait metode membaca dan memahami kitab turats.
Bertempat di Gedung Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo, kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB.
Baca Juga: Pondok Pesantren Mahir Arriyadl Ringinagung Pare Studi Banding ke Ma’had Aly Lirboyo
Rombongan UNIDA Gontor terdiri atas 40 mahasiswa yang didampingi Al-Ustadz Dedi Mulyono, S.Pd., M.Pd., dan Al-Ustadz Haristman H., S.Pd., M.Pd.
Dari unsur Ma’had Aly Lirboyo, turut hadir jajaran Mudir di antaranya K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd., Bpk. M. Rifa’i Bachrun, M.Ag., Bpk. M. Syarif Subhan, M.Ag., serta Bpk. Hafy Yasir, M.F.U.
Hadir pula perwakilan Ketua Pondok Pesantren Lirboyo, Bpk. Idris Nawawi, M.Ag bersama jajaran Seksi Penerangan, Pendidikan, dan Ketakmiran Pondok Pesantren Lirboyo.
Eratnya Hubungan Lirboyo dan Gontor
Mengawali pertemuan, Ust. Dedi Mulyono mewakili UNIDA Gontor menyampaikan maksud dan tujuan studi banding.
Sementara itu, K. M. Aminulloh Mahin mewakili Ma’had Aly Lirboyo memberikan sambutan sekaligus membuka pemaparan.
Dalam sambutannya, Mudir Dua Ma’had Aly Lirboyo itu menjelaskan bahwa hubungan kedua lembaga telah terjalin erat sejak lama.
Salah satu bentuk kedekatan tersebut, menurutnya, berkaitan dengan hubungan sejarah yang sama-sama bersambung kepada KH. Hasan Besari dari Ponorogo.
Dalam bidang pendidikan, Lirboyo dan Gontor juga memiliki pengalaman yang beriringan dalam memperjuangkan dan mengembangkan sistem pendidikan muadalah sejak 2006.
Kedekatan itu pernah terlihat tatkala Pondok Pesantren Lirboyo melakukan studi banding ke Gontor dalam rangka mempersiapkan pendirian pondok cabang.
K. M. Aminulloh Mahin yang turut dalam rombongan kala itu mengingat bagaimana pihak Gontor memberikan penjelasan secara langsung perihal berbagai kebutuhan, persiapan, dan manajemen lembaga.
Ia mengaku terkesan dengan keterlibatan langsung para pimpinan Gontor dalam menyambut rombongan Lirboyo.
“Itu merupakan sambutan yang luar biasa,” ungkapnya.
Pengalaman demikian, lanjutnya, menjadi salah satu gambaran eratnya hubungan kedua lembaga sekaligus memberikan pelajaran berharga dalam proses pengembangan pendidikan pesantren.
Dalami Metode Membaca dan Memahami Kitab Kuning
Memasuki sesi utama, Mudir Empat Ma’had Aly Lirboyo, Bpk. M. Rifa’i Bachrun, M.Ag., memaparkan metode pembelajaran gramatika Arab serta cara memahami kutub at-turats yang berkembang di lingkungan Pondok Lirboyo.
Hadir pula Ketua Lembaga Bahtsul Masail Madrasah Hidayatul Mubtadiin (LBM-MHM), Bpk. Muhammad Mundzir, M.Ag yang menjelaskan secara khusus praktik pembelajaran melalui metode sorogan serta pelaksanaan bahtsul masail sebagai bagian penting dari tradisi keilmuan pesantren.
Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah pengurus dari berbagai bidang yang berkaitan dengan materi pembahasan.
Dengan demikian, rombongan UNIDA Gontor dapat memperoleh gambaran langsung mengenai sistem pendidikan dan praktik pembelajaran yang berlangsung di Ma’had Aly dan Pondok Pesantren Lirboyo.
Seusai pemaparan, forum berlanjut dengan sesi tanya jawab. Dua mahasiswa mengajukan pertanyaan, sementara Ust. Dedi Mulyono turut menyampaikan satu pertanyaan.
Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan ruang bagi rombongan untuk menggali lebih jauh metode membaca, memahami, dan mengkaji kutub at-turats di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo.
Awali Rangkaian Studi Banding di Lirboyo
Pertemuan ini menjadi pembuka rangkaian studi banding UNIDA Gontor di Pondok Pesantren Lirboyo. Usai mengikuti sesi seremonial dan pemaparan, rombongan dijadwalkan melihat secara langsung sejumlah kegiatan pendidikan.
Mereka akan mengamati proses pembelajaran di ruang-ruang kelas, pelaksanaan bahtsul masail, hingga penerapan metode sorogan.
Kunjungan tersebut harapannya supaya memberi pengalaman yang lebih utuh mengenai sistem pendidikan dan tradisi keilmuan yang berkembang di Lirboyo.
Muhammad Syifaul Qolbi, salah satu peserta dari Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor, menjelaskan bahwa studi banding semacam ini merupakan program tahunan yang bertujuan menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa.
Salah satu fokus kunjungan kali ini, katanya, ialah mempelajari program pembelajaran serta metode membaca dan memahami turats yang telah menjadi bagian dari tradisi keilmuan Pondok Pesantren Lirboyo selama lebih dari satu abad.
Setelah mengikuti pemaparan, Syifaul semakin termotivasi untuk lebih giat belajar. Ia beranggapan bahwa kemampuan membaca dan memahami kitab turats membutuhkan penguasaan berbagai disiplin ilmu serta proses belajar yang tekun.
“Ternyata banyak juga yang harus dipelajari dalam membaca dan memahami kitab kuning tersebut,” ungkapnya.
Baca Juga: Perluas Jejaring Internasional, Ma’had Aly Lirboyo Jajaki Kerja Sama Akademik dengan IIUM
Kunjungan antar lembaga ini diharapkan semakin mempererat hubungan akademik antara UNIDA Gontor dan Pondok Pesantren Lirboyo.
Sekaligus, membuka ruang pertukaran pengalaman dalam pengembangan pembelajaran gramatika Arab dan tradisi kajian kitab turats. (ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar