4 Mahasantri Marhalah Ula Pertahankan Naskah Risalah di Hadapan Dewan Penguji
- account_circle Muhamad Andi Suryono
- calendar_month 19/09/2026
- visibility 51
- comment 0 komentar
- label Berita
Kediri — Ma’had Aly Lirboyo menggelar Ujian Risalah Terbuka Marhalah Ula pada Sabtu, (19/9/2026). Bertempat di Aula An-Nawawy, kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian ujian risalah yang nantinya diikuti mahasantri lainnya.
Ujian dimulai pukul 13.00 WIB dan disaksikan ratusan mahasantri yang turut menyimak jalannya Ujian Terbuka.
Empat mahasantri jenjang Marhalah Ula terpilih mengikuti ujian setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan Bidang Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah (BP2KI) Ma’had Aly Lirboyo.
Baca juga: 5 Mahasantri Terpilih Presentasikan Naskah pada Ujian Risalah Terbuka Ma’had Aly Lirboyo
Ujian tersebut mencakup tiga jenis risalah yang dikembangkan di Ma’had Aly Lirboyo, yakni kategori Penjabaran yang diikuti dua mahasantri, Tahqiq al-Makhtuthat atau penelitian manuskrip yang diikuti satu mahasantri, serta Ta’liq al-Kutub yang juga diikuti satu mahasantri.
Adapun empat mahasantri yang mengikuti Ujian Risalah Terbuka beserta karya yang dipresentasikan ialah:
- Mohammad Tolkha Maolana, Semester III Bag. D1, kategori Penjabaran, dengan risalah berjudul: Dinamika Takhrij sebagai Instrumen Ijtihad dalam Mazhab Syafi’i.
- Moh. Shohittuqo, Semester III Bag. F3, kategori Tahqiq al-Makhtuthat, dengan penelitian berjudul: Nail al-Mamul ila Ghayah al-Wushul li asy-Syaikh Mahfuzh at-Tarmasi.
- Moh. Yusuf Ulil Albab, Semester III Bag. C2, kategori Ta’liq al-Kutub, dengan karya berjudul: Nazhm az-Zubad fi Ilm al-Fiqh.
- Hamdan Yusron Naim, Semester III Bag. D3, kategori Penjabaran, dengan tulisan berjudul: Telaah Konsep Penggunaan Qaul Qadim Imam Syafi’i dan Penggunaannya dalam Kasus Jamaah Jumat Kurang dari 40 Orang.
Diawali Sambutan dan Pengarahan
Sebelum ujian dimulai, kegiatan diawali dengan sambutan K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd. Setelah itu, Bpk. Deden Ubaidillah, M.Ag. memberikan pengarahan mengenai tata tertib kepada peserta maupun hadirin agar seluruh rangkaian ujian berjalan tertib dan lancar.
Ujian ini turut dihadiri jajaran Dewan Mudir Ma’had Aly Lirboyo, di antaranya Mudir Dua K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd., Mudir Empat Bpk. M. Rifa’i Bachrun, M.Ag., Mudir Tujuh Bpk. Fathur Rohman Mudhoffar, M.Ag., serta Mudir Delapan Bpk. A. Hafy Yasir, M.F.U.
Ketua BP2KI Ma’had Aly Lirboyo, Bpk. Hilmi Husaini Zuhri, M.Pd., juga memantau langsung jalannya kegiatan. Sementara sejumlah anggota BP2KI tampak mengoordinasikan berbagai kebutuhan selama ujian berlangsung.
Hadir pula sejumlah dosen mahasantri Semester IV, di antaranya Bpk. Muktafi Kholidin dan Bpk. Abdulloh Kafabihi Hasan.
Para peserta juga mendapat pendampingan langsung dari dosen pembimbing masing-masing, yakni Bpk. M. Maolana Yahya Ma’mun, Bpk. Agus A. Fayumi Syafi’i, M.Ag., Bpk. M. Dliya’uddin Hasyim, dan Bpk. M. Nabil Sofyan.
Empat Penguji Uji Argumentasi Peserta
Panitia mempercayakan proses pengujian kepada empat penguji, yakni Bpk. Irfan Saiful Muarif Minan, M.F.U., Bpk. M. Bpk. Mundzir Zainuddin, M.Ag., Bpk. A. Fayumi Syafi’i, M.Ag., dan Bpk. M. Habibullah Mahmud Bisri, M.F.U.
Keempatnya bertugas menguji substansi karya sekaligus menilai kemampuan para mahasantri dalam mempertahankan argumentasi ilmiah dari risalah yang telah disusun.
Menariknya, jajaran Dewan Pimpinan juga memperoleh kesempatan untuk memberikan pertanyaan dan tanggapan kepada peserta.
Untuk kategori Penjabaran, setiap peserta memperoleh waktu 10 menit untuk mempresentasikan risalah. Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan pertanyaan dan tanggapan dari dewan penguji serta Dewan Pimpinan selama 10 menit.
Sementara pada kategori Tahqiq al-Makhtuthat, penguji terlebih dahulu menentukan secara acak bagian naskah yang harus dijelaskan peserta.
Peserta kemudian memperoleh waktu 10 menit untuk memaparkan bagian tersebut sebelum memasuki sesi pertanyaan selama 10 menit.
Kategori Ta‘liq al-Kutub menggunakan format serupa dengan Tahqiq al-Makhtuthat. Dengan demikian, masing-masing peserta memperoleh durasi sekitar 20 menit untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pengujian.
Menjadi Simulasi bagi Mahasantri Lain
Di samping menjadi ajang menguji kemampuan ilmiah peserta, Ujian Risalah Terbuka juga dirancang sebagai sarana sosialisasi dan simulasi munaqasyah bagi mahasantri lainnya.
Melalui forum ini, para mahasantri dapat melihat secara langsung alur ujian, mekanisme presentasi, pola pertanyaan penguji, hingga cara peserta mempertahankan argumentasi ilmiah.
Baca juga: Munaqasyah Risalah di Ma’had Aly Lirboyo Berjalan Sukses, Mahasantri Tunjukkan Kesiapan Maksimal
Bidang Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah Ma’had Aly Lirboyo sendiri telah menetapkan sejumlah kriteria bagi mahasantri yang ingin mengikuti Ujian Risalah Terbuka.
Ketentuan itu sekaligus mendorong mahasantri supaya lebih serius dalam menyiapkan dan menyusun karya risalah. (ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar