Beranda » Berita » Mudir ‘Am Ma’had Aly Lirboyo Tinjau Perkembangan Program Double Degree di UPSI Malaysia

Mudir ‘Am Ma’had Aly Lirboyo Tinjau Perkembangan Program Double Degree di UPSI Malaysia

Tanjong Malim, Perak, Malaysia — Mudir ‘Am Ma’had Aly Lirboyo, KH. Atho’illah Sholahuddin Anwar, melakukan lawatan silaturahim ke Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), pada Selasa (4/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum istimewa karena bertepatan dengan berlangsungnya angkatan perdana program Double Degree yang diikuti mahasantri Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo di kampus tersebut.

Dalam kunjungan itu, KH. Atho’illah Sholahuddin Anwar didampingi empat anggota rombongan, yaitu Mudir Dua K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd., Mudir Tiga K. Arif Ridlwan Akbar, Mudir Empat Bpk. M. Rifa’i Bachrun, M.Ag., dan Mudir Enam Bpk. Syarif Subhan Arbani, M.Ag.

Rombongan diterima di Bilik Interaksi, Kompleks Malim Sarjana, Fakulti Sains Kemanusiaan UPSI.

Sejumlah pimpinan dan dosen dari Institute of Tahfiz and Islamic Heritage Research and Education (I-Furqan) menyambut kedatangan rombongan dengan hangat.

Turut hadir Profesor Madya Dr. Mohd Noor selaku Wakil Pengarah I-Furqan, Profesor Madya Dr. Husna selaku Penyelaras Program Kerja Sama UPSI-Kementerian Agama, Profesor Madya Dr. Marzuki, Dr. Miftachul Huda, dan Dr. Zarkhuan.

Tinjau Perkembangan Studi Mahasantri

Kunjungan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni meninjau secara langsung perkembangan studi para mahasantri sekaligus mempererat tali silaturahim antara Ma’had Aly Lirboyo dan UPSI.

Saat ini, sebanyak sepuluh mahasantri Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo tengah menempuh program Double Degree dalam bidang Pendidikan Islam di UPSI.

Program tersebut baru berjalan tahun ini dan menjadi angkatan pertama dalam kerja sama akademik kedua lembaga.

Kehadiran langsung Mudir ‘Am menjadi bentuk perhatian sekaligus pembinaan kepada para mahasantri yang sedang menuntut ilmu di negeri jiran.

Dalam pertemuan tersebut, pihak I-Furqan memaparkan perkembangan akademik para mahasantri selama mengikuti program.

Setelah itu, KH. Atho’illah Sholahuddin Anwar menyampaikan sejumlah arahan kepada pihak UPSI dan para mahasantri.

Rombongan juga berkesempatan meninjau sejumlah fasilitas kampus serta bertemu langsung dengan kesepuluh mahasantri peserta program.

Mereka adalah Alfuadi Ahmad Rosyid, Arif Fahrijal, Imam Nawawi, M. Yusuf Fadlullah, Mas’ad Abdul Karim, Mochammad Dzinnun Al Mishry, Moh. Nurul Azhar, Mohammad Ilzam Billah, Muhammad Bagus Fatichur Ridlo, dan Taslim.

Selain menjalani program Double Degree, kesepuluh mahasantri tersebut juga telah memperoleh tauliah mengajar di Negeri Perak, Malaysia.

Mudir Ma’had Aly Lirboyo bersama Mahasantri Double Degree

Perkuat Hubungan Ma’had Aly Lirboyo dan UPSI

“Kami merasa sangat bahagia atas kunjungan silaturahim dari Ma’had Aly Lirboyo. Semoga hubungan yang telah terjalin antara Ma’had Aly Lirboyo dan UPSI

dapat terus berlanjut dan semakin erat pada masa mendatang,” ungkap Wakil Pengarah I-Furqan, Profesor Madya Dr. Mohd Noor, dalam forum tersebut.

Ia menuturkan, pertemuan itu menjadi ruang bagi kedua lembaga untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus membicarakan peluang pengembangan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan penguatan kapasitas mahasantri.

“Melalui kerja sama ini, para mahasantri memiliki kesempatan untuk mengenal sistem pendidikan tinggi di luar negeri tanpa harus meninggalkan

identitas serta tradisi keilmuan pesantren yang telah mereka pelajari di Pondok Pesantren Lirboyo,” tuturnya.

Padukan Turats dengan Pendidikan Modern

Pada kesempatan tersebut, KH. Atho’illah Sholahuddin Anwar menekankan pentingnya memadukan khazanah keilmuan klasik pesantren dengan pendidikan modern.

“Dengan adanya perpaduan pendidikan turats dan pendidikan modern ini, mahasantri yang sebelumnya telah mendapatkan pendidikan turats secara mendalam kemudian memperoleh ilmu pendidikan modern.

Perpaduan tersebut diharapkan dapat membentuk keilmuan yang berkualitas,” tuturnya.

Pernyataan tersebut semakin menegaskan orientasi utama program Double Degree, yakni membekali mahasantri dengan fondasi turats yang kokoh sekaligus wawasan akademik kontemporer.

Perpaduan keduanya diarahkan untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai khazanah keislaman klasik semata, namun juga memiliki kemampuan pedagogis dan perspektif akademik yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan bekal tersebut, para mahasantri diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan keilmuan dan pendidikan Islam masa kini sekaligus memberikan kontribusi yang lebih luas di tengah masyarakat.

Kunjungan silaturahim ini juga menjadi pijakan penting bagi keberlanjutan dan penguatan kerja sama antara Ma’had Aly Lirboyo dan UPSI pada masa mendatang.

Sekaligus meneguhkan komitmen Ma’had Aly Lirboyo dalam memperluas cakrawala keilmuan para mahasantrinya hingga ke tingkat internasional.

(ed. Zaeini)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less