Ma’had Aly Lirboyo Gelar Kuliah Takhassus Perdana, Hadirkan Pakar Keilmuan dari Berbagai Daerah
- account_circle Muhamad Andi Suryono
- calendar_month 6/06/2026
- visibility 39
- comment 0 komentar
- label Kegiatan Akademik
Jagat akademik Ma’had Aly Lirboyo kembali bergeliat dengan terselenggaranya Kuliah Takhassus bagi mahasantri Marhalah Ula Semester I dan III yang berlangsung pada Sabtu (06/06/2026).
Giat ini menjadi pelaksanaan perdana Kuliah Takhassus pada Tahun Akademik 2026–2027, sekaligus menandai dimulainya rangkaian program penguatan keilmuan yang telah menjadi tradisi akademik di lingkungan Ma’had Aly Lirboyo.
Sebagai salah satu agenda tahunan, Kuliah Takhassus dijadwalkan berlangsung sebanyak enam kali dalam satu tahun akademik. Program ini dirancang untuk memperluas wawasan keilmuan mahasantri melalui kajian intensif yang menghadirkan para pakar keilmuan, dari berbagai daerah sesuai bidang keahlian masing-masing.
Antusiasme Tinggi, Panitia Siapkan Ribuan Kuota
Tingginya minat mahasantri terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini. Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, panitia menyediakan kuota sekitar 2500 lebih peserta yang tersebar di enam lokasi pelaksanaan, yaitu Gedung Perkuliahan Al-Karim Ruang A dan B, Aula An-Nawawy, Lobi Aula Muktamar, Aula Muktamar, dan Masjid Al-Hasan.
Pembagian lokasi tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif sekaligus menjaga efektivitas proses pembelajaran. Selain itu, panitia juga membagikan buku materi kepada seluruh peserta sebagai penunjang diskusi dan pendalaman materi selama kegiatan berlangsung.
Empat Bidang Takhassus dalam Dua Jalsah
Pada pelaksanaan kali ini, Kuliah Takhassus menghadirkan empat bidang kajian utama, yaitu:
- Fikih dan Ushul Fikih
- Tarikh Tasyri’
- Dakwah
- Hadis dan Ilmu Hadis
Kegiatan dibagi ke dalam dua sesi (jalsah). Jalsah pertama diperuntukkan bagi mahasantri Semester I dan berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB, sedangkan jalsah kedua diikuti mahasantri Semester III pada pukul 14.00–16.00 WIB.
Rangkaian kuliah takhassus ini juga dijadwalkan berlangsung di hari berikutnya, Minggu (7/6/2026), dengan fokus pada kajian Fikih dan Ushul Fikih serta Hadis dan Ilmu Hadis sebagai bagian dari pendalaman disiplin keilmuan yang menjadi konsentrasi utama Ma’had Aly Lirboyo.
Untuk menunjang efektivitas pembelajaran, panitia membagi peserta ke dalam beberapa ruang sesuai bidang kajian.
Hadirkan Narasumber Berpengalaman dari Berbagai Daerah
Untuk menjaga kualitas akademik kegiatan, panitia menghadirkan enam narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman panjang di bidang masing-masing.
Di antaranya adalah Kiai Mahrus Ali, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo yang melanjutkan studi ke Universitas Al-Ahgaff, Yaman, dan saat ini aktif sebagai Ketua Aswaja Center MWCNU Bangkalan.
Turut hadir pula Kiai M. Ahid Yasin, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo dan lulusan magister Universitas Islam Tribakti yang saat ini aktif sebagai Wakil Ketua LBM PWNU DI Yogyakarta serta Ketua LBM PCNU Yogyakarta.
Bidang dakwah diperkuat oleh kehadiran Ust. H. Daud Hendi Ismail, mubalig asal Jakarta dan alumnus Lirboyo yang aktif di berbagai forum dakwah, saat ini tercatat sebagai anggota Komisi Fatwa MUI Kota Bekasi.
Sementara itu, KH. Zainuri Ma’ruf, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Modern III Bahasa Al-Miftah dan pengurus MUI Kabupaten Gresik, turut berbagi pengalaman serta perspektif keilmuan kepada para peserta.
Panitia juga menghadirkan KH. M. Aris Alwan, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo serta pengasuh Pondok Pesantren Besuk Pasuruan dan pengurus LBM PCNU Kabupaten Pasuruan.
Dalam bidang fikih dan ushul fikih, kajian diisi oleh KH. Darul Azka, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo dan anggota Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) yang aktif dalam kajian dan pembahasan persoalan keagamaan kontemporer.
Suasana Khidmat dan Dinamis
Sejak awal kegiatan, para mahasantri mengikuti seluruh sesi dengan penuh kesungguhan. Mereka tampak fokus menyimak pemaparan narasumber, mencatat poin-poin penting, serta aktif berdiskusi selama pembelajaran berlangsung.
Setiap bidang takhassus menghadirkan suasana yang berbeda sesuai karakter materinya. Pada Takhassus Dakwah, misalnya, suasana terasa lebih cair dan komunikatif. Narasumber kerap menyelipkan pengalaman lapangan dan humor yang membuat peserta lebih mudah memahami materi.
Sebaliknya, Takhassus Fikih dan Ushul Fikih berlangsung dalam nuansa yang cenderung lebih serius. Para mahasantri tampak mencermati setiap argumentasi dan analisis yang disampaikan, terutama ketika pembahasan memasuki persoalan metodologi istinbath hukum dan pengembangan fikih kontemporer.
Meski memiliki karakter yang berbeda, seluruh sesi berjalan tertib dan menunjukkan tingginya semangat belajar para peserta.
Membuka Wawasan dan Menumbuhkan Kepercayaan Diri
Salah satu peserta, Haqi Irfan Malik, mahasantri Semester I bagian F3, mengaku memperoleh banyak pelajaran berharga setelah mengikuti Takhassus Dakwah.
Menurutnya, materi yang disampaikan para narasumber mengubah cara pandangnya terhadap dakwah. Ia memahami bahwa dakwah bukan hanya tugas para ulama atau mereka yang telah mencapai kesempurnaan ilmu, melainkan tanggung jawab setiap Muslim sesuai kapasitasnya.
“Kami jadi lebih percaya diri untuk berdakwah setelah mengikuti takhassus ini. Ternyata dakwah bukan hanya ditujukan bagi pribadi yang sudah sempurna, melainkan bagi setiap orang yang terus berusaha menyempurnakan diri,” tuturnya.
Di akhir wawancara, Haqi juga mengajak sesama mahasantri untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu.
“Kita harus tetap semangat, karena mahasantri adalah pewaris para nabi dalam menyampaikan ilmu kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Kuliah Takhassus, Ma’had Aly Lirboyo terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan tradisi keilmuan pesantren sekaligus mengembangkan wawasan akademik para mahasantri.
Dengan menghadirkan para narasumber yang kompeten dan materi yang relevan, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi ulama yang tidak hanya menguasai turats, tetapi juga siap menjawab tantangan zaman dengan perspektif yang matang dan komprehensif. (ed. Zaeini)

Saat ini belum ada komentar