
Islam & Ekonomi Kerakyatan: Mengupas Ekonomi dan Sistem Ekonomi Kerakyatan dalam Pandangan Islam
Dalam realita yang ada, ekonomi seringkali menjadi disiplin ilmu yang kurang diminati untuk dikaji serius oleh kaum pesantren. Atau jika pun ada, hanya sebatas pembahasan fikih muamalah yang hanya menghukumi sah atau tidaknya suatu transaksi, tanpa menyentuh analisis ekonomi secara mendalam sebagai disiplin ilmu. Padahal, ekonomi sebagai ilmu sosial memiliki peran krusial dalam kehidupan bernegara dan beragama.
Buku Islam dan Ekonomi Kerakyatan yang ditulis oleh mahasantri Ma’had Aly Lirboyo ini hadir menawarkan perspektif segar: sebuah kajian ekonomi Islam yang tidak hanya terjebak dalam wacana fikih klasik, melainkan juga membedah teori ekonomi modern dengan sudut pandang Islam yang transformatif. Dengan pendekatan yang kritis dan kontekstual, buku ini mengajak pembaca untuk melihat relasi antara nilai-nilai Islam dan prinsip ekonomi dalam menjawab tantangan ketimpangan sosial. Utamanya, tentang Sistem Ekonomi Kerakyatan sebagai sistem ekonomi Republik Indonesia.
Islam dan Ekonomi Kerakyatan adalah buku tentang ekonomi yang berbeda dengan buku-buku lainnya. Buku ini bukan tentang ilmu ekonomi konvensional yang rumit, bukan melulu membahas Ekonomi Islam yang mainstream, juga bukan buku tentang fikih muamalah yang hanya membahas legal-formal suatu transaksi. Ringkasnya, lewat buku ini, para mahasantri Lirboyo ingin menawarkan suatu pembahasan tentang ekonomi dan ilmu ekonomi dari sudut pandang Islam dengan pembawaan yang berbeda.
Pada Bagian I, buku ini mengangkat “Ekonomi dan Islam” sebagai judul. Kajian di dalamnya berisi pemaparan tentang relasi Islam dan ekonomi. Baik peranan Islam dalam ekonomi dan sebaliknya, isu-isu ekonomi yang kerap disalah artikan, serta beberapa norma Islam yang harus dipegang dan dijalankan kala melakukan kegiatan ekonomi. Tak hanya itu, di bagian ini akan dibuktikan pula keseriusan dan perhatian Islam terhadap ekonomi.
Lalu pada Bagian II yang berjudul “Sistem Ekonomi Kerakyatan dalam Pandangan Islam”, pembahasan akan berfokus pada kajian kesesuaian sistem Ekonomi Indonesia dengan nilai-nilai Islam.
Di setiap pembahasannya, penelitian ini akan dimulai dengan menjabarkan pengertian dan gambaran ekonomi ala konvensional, lalu disusul dengan tanggapan Islam di bawahnya. Dalil-dalil primer yang digunakan dalam kajian ini adalah (1) Al-Qur’an, (2) Al-Hadis, (3) kaidah fikih dan (4) kutub at-turats (kitab kuning). Beberapa dalil tersebut kemudian dikelola dengan pendekatan deduktif (qiyas) dalam merumuskan kesimpulan akhirnya.
Kesimpulannya, karya ini bukan sekadar tambahan referensi, melainkan ikhtiar serius untuk mendudukkan ekonomi sebagai disiplin ilmu yang vital dalam tradisi keilmuan Islam.
Identitas Buku
Judul: Islam & Ekonomi Kerakyatan
Penulis: Forum Kajian Ilmiah MANHAJI 2025
Cetakan: Lirboyo Press.
Tebal buku: xxxv + 271 hlm. 15×21,5 cm.
ISBN: 978-602-5743-99-3
Redaktur
28 Agu 2025
Syekh Muhyiddin Awwamah membahas Hadis Hasan: definisi, macam, dan kedudukannya
Redaktur
27 Agu 2025
Dalam dauroh itu, beliau menekankan pembahasan tentang status hadis dan hukum mengamalkan hadis dha’if
Raden Muhammad Rifqi
19 Agu 2025
Buku yang memudahkan masyarakat dalam memahami tuntunan syariat Islam
Raden Muhammad Rifqi
19 Agu 2025
Maraknya penggunaan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan, hal ini diulas dalam buku Fikih Digital
Redaktur
16 Agu 2025
Daurah ini menguraikan tentang perjalanan kodifikasi ilmu hadis dirayah beserta penjelasan istilah-istilah penting
A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari
16 Agu 2025
Buku ini direkomendasikan bagi para pengkaji, peneliti, dan pemerhati isu radikalisme dan kebangsaan di Indonesia
28 Agu 2025 62 views
Syekh Muhyiddin Awwamah membahas Hadis Hasan: definisi, macam, dan kedudukannya
27 Agu 2025 106 views
Dalam dauroh itu, beliau menekankan pembahasan tentang status hadis dan hukum mengamalkan hadis dha’if
19 Agu 2025 241 views
Membedakan antara rekonstruksi dan kontekstualisasi hukum Islam

1 Komentar
Aleezam>
2 Juli 2025 | 13:52Sangat bagus! Bagaimana buku ini menguak ekonomi dari kacamata Islam