Direktur Ma’had Aly Kunjungi Lirboyo, Bahas Penguatan Kelembagaan dan Persiapan Mu’tamad 2026
- account_circle A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari
- calendar_month 10/10/2026
- visibility 256
- comment 0 komentar
- label Berita
Kediri – Ma’had Aly Lirboyo mengadakan pertemuan bersama Direktur Ma’had Aly, Dr. H. Adib, M.Ag., dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas penguatan kelembagaan Ma’had Aly sekaligus persiapan pelaksanaan Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (Mu’tamad) 2026, pada Selasa, (6/10/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Dewan Mudir Ma’had Aly Lirboyo, pengurus, serta panitia Mu’tamad 2026.
Forum juga menjadi ruang koordinasi untuk mematangkan berbagai aspek teknis kegiatan, mulai dari keterlibatan peserta, seleksi paper, akomodasi, transportasi, hingga kesiapan lokasi acara.
Ma’had Aly Lirboyo Siap Mendukung Pelaksanaan Mu’tamad
Dalam sambutannya, Mudir Dua Ma’had Aly Lirboyo K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd., menyampaikan antusiasme keluarga besar Ma’had Aly terhadap penyelenggaraan Mu’tamad 2026. Menurutnya, kegiatan itu juga mendapat perhatian besar dari berbagai Ma’had Aly di Indonesia.
Ia berharap keterlibatan Ma’had Aly memperoleh porsi yang memadai, terutama dalam presentasi paper.
Dengan demikian, Mu’tamad tidak hanya menjadi forum pertemuan akademik, namun juga ruang bagi mahasantri, dosen, dan mudir Ma’had Aly untuk mempresentasikan gagasan dan hasil kajian mereka.
Sejumlah Ma’had Aly melalui jejaring yang ada juga telah menunjukkan kesiapan mengadakan coaching penulisan paper. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas karya yang dikirimkan dalam call for papers Mu’tamad 2026.
Di samping agenda akademik, forum Mu’tamad juga diharapkan dapat mempertemukan para mudir atau perwakilan Ma’had Aly dengan Direktur Ma’had Aly.
Baca Juga: Kemenag Rilis Juknis Call for Papers Mu’tamad 2026 di Ma’had Aly Lirboyo, Ini Ketentuan Lengkapnya
“Pertemuan ini juga penting sebagai ruang dialog mengenai pengembangan dan penguatan Ma’had Aly ke depan,” ungkapnya.
Ma’had Aly Lirboyo, lanjutnya, siap mendukung berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan. Panitia telah menyiapkan sejumlah fasilitas, baik sarana maupun prasarana.
Kapasitas yang tersedia juga masih dapat ditambah untuk kebutuhan mahasantri, disertai alternatif akomodasi lain jika diperlukan.
Sejumlah kendaraan turut disiapkan untuk menunjang mobilitas peserta dan tamu selama kegiatan berlangsung. Seusai forum koordinasi, agenda dilanjutkan dengan peninjauan lokasi utama pelaksanaan Mu’tamad 2026.
Direktur Ma’had Aly: Kualitas Lulusan Harus Terus Diperkuat
Direktur Ma’had Aly, Dr. H. Adib, M.Ag., mengawali sambutannya dengan mengungkapkan rasa syukur dapat bersilaturahmi secara langsung dengan keluarga besar Ma’had Aly Lirboyo.
Ia menyebut Pesantren Lirboyo memiliki keterkaitan tersendiri dalam perjalanan panjang penguatan pendidikan pesantren.
Dr. Adib mengenang proses penyusunan kebijakan pesantren pada masa sebelumnya yang melibatkan kunjungan dan dialog dengan sejumlah kiai serta pesantren-pesantren salaf.
Saat itu, terdapat tiga isu besar yang menjadi perhatian, yakni rekognisi, fasilitasi, dan regulasi pendidikan pesantren.
Menurutnya, rekognisi penting supaya lulusan pesantren memperoleh pengakuan yang setara dan tidak mengalami hambatan saat melanjutkan pendidikan maupun memasuki ruang pengabdian lainnya.
“Rekognisi menjadi penting agar lulusan pesantren memperoleh pengakuan yang semestinya,” katanya.
Sementara itu, aspek fasilitasi terus diperjuangkan agar pesantren memperoleh dukungan yang proporsional sebagaimana lembaga pendidikan lainnya.
Adapun dalam aspek regulasi, pemerintah perlu berhati-hati sekaligus mempertimbangkan pandangan para kiai dan komunitas pesantren.
“Regulasi juga harus tetap memperhatikan pandangan para kiai dan masyarakat pesantren,” ujarnya.
Proses panjang itulah yang pada akhirnya turut mengantarkan pesantren menjadi bagian semakin kokoh dalam sistem pendidikan nasional, termasuk melalui keberadaan Ma’had Aly.
Dr. Adib mengatakan, kunjungannya ke Ma’had Aly Lirboyo menjadi salah satu kunjungan resmi awal usai dirinya menerima amanah dari Kementrian Agama untuk mengabdi di lingkungan Ma’had Aly.
Ia menegaskan bahwa eksistensi Ma’had Aly harus terus diperkuat. Pengakuan terhadap lulusan Ma’had Aly yang semakin luas, termasuk kesempatan alumni memasuki jalur aparatur sipil negara, menunjukkan kemajuan dari sisi rekognisi.
Namun, pengakuan tersebut perlu diikuti peningkatan mutu.
“Ma’had Aly harus berada di barisan terdepan dalam melahirkan kader ulama yang tidak hanya mumpuni secara keilmuan, tetapi juga memiliki fondasi akhlak yang kuat dan benar-benar menjadi mutafaqqih fiddin yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.

Direktur Ma’had Aly Ditjen Pesantren Kemenag RI berfoto bersama Mudir ‘Am Ma’had Aly Lirboyo
Dorong Kemampuan Bahasa dan Daya Saing Global
Direktur Ma’had Aly Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag RI itu menilai penguatan kualitas mahasantri tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan membaca dan memahami kitab kuning semata.
Lebih dari itu, mahasantri juga perlu dibekali kompetensi tambahan supaya memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.
Kemampuan menulis karya ilmiah, menyampaikan gagasan akademik, serta menguasai bahasa Arab dan Inggris menjadi beberapa keterampilan yang perlu terus dikembangkan.
Menurut Dr. Adib, kemampuan qira’atul kutub mahasantri Ma’had Aly pada dasarnya telah memiliki fondasi yang kuat.
“Tantangannya adalah bagaimana kemampuan itu dikembangkan ke ranah komunikasi aktif, terutama berbicara dan menyampaikan gagasan dalam bahasa Arab maupun Inggris,” ungkapnya.
Perkembangan teknologi digital saat ini, katanya, juga membuka peluang besar untuk mendukung proses tersebut.
Berbagai platform pembelajaran dapat dimanfaatkan secara mandiri, sementara lembaga dapat menciptakan lingkungan yang mendorong mahasantri membiasakan diri menggunakan bahasa asing.
Kemampuan itu nantinya bisa membuka akses lebih luas terhadap jejaring akademik internasional.
Ma’had Aly juga didorong membangun hubungan dengan berbagai lembaga pendidikan di luar negeri serta membuka kesempatan belajar dan pertukaran akademik bagi mahasantri.
Dalam pertemuan tersebut turut mengemuka pengalaman kerja sama dan pengiriman peserta untuk mengikuti sejumlah program di luar negeri, termasuk double degree.
Pengalaman demikian dipandang sebagai salah satu modal untuk memperluas jaringan internasional Ma’had Aly. Ke depan, program serupa akan semakin diarahkan pada bidang yang linier dengan kajian keislaman serta kekhasan keilmuan Ma’had Aly.
“Jejaring internasional harus terus diperluas, tetapi di sisi lain tetap diarahkan pada bidang yang sesuai dengan kekhasan keilmuan Ma’had Aly,” ujarnya.
Mu’tamad Jadi Ruang Penguatan Jejaring Akademik Ma’had Aly
Terkait Mu’tamad 2026, Dr. Adib menekankan pentingnya memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan dengan baik, termasuk proses call for papers.
Menurutnya, penyelenggaraan Mu’tamad dapat menjadi salah satu ruang penting guna mempertemukan tradisi akademik Ma’had Aly dengan jaringan keilmuan yang lebih luas.
“Mu’tamad ini harapannya bukan hanya menjadi pertemuan akademik berskala internasional saja, tapi juga momentum untuk memperkuat mutu keilmuan, jejaring, dan daya saing Ma’had Aly di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.

Saat ini belum ada komentar