Kemenag Rilis Juknis Call for Papers Mu’tamad 2026 di Ma’had Aly Lirboyo, Ini Ketentuan Lengkapnya
- account_circle A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari
- calendar_month 9/10/2026
- visibility 269
- comment 0 komentar
- label Berita
Jakarta — Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Pesantren membuka Call for Papers Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (Mu’tamad) 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026.
Konferensi internasional tersebut mengusung tema “Menuju Pesantren Transformatif dalam Kajian Islam, Kemanusiaan, dan Peradaban Dunia.”
Mu’tamad menjadi ruang akademik untuk mendiseminasikan nilai Islam Wasathiyah khas pesantren, merumuskan harmonisasi kurikulum dan standar mutu, mengembangkan peta jalan internasionalisasi pesantren, serta memperkuat kolaborasi antara pesantren Indonesia dan lembaga pendidikan global.
Kementerian Agama mengundang akademisi, peneliti, pimpinan pesantren, dosen Ma’had Aly, mahasantri/mahasiswa, praktisi, pembuat kebijakan, serta perwakilan lembaga pendidikan untuk mengirimkan abstrak dan paper sesuai tema yang telah ditetapkan.
Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. H. Basnang Said, M.Ag., mengatakan Call for Papers tersebut menjadi bagian penting dalam membuka pertukaran gagasan antara pesantren Indonesia dan komunitas akademik internasional.
“Pesantren memiliki tradisi keilmuan yang kuat dan pengalaman panjang dalam membangun pendidikan Islam yang berakar pada nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan. Melalui forum ini, kita ingin mempertemukan kekayaan tradisi tersebut dengan perkembangan pemikiran dan tantangan global,” kata Basnang di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, Mu’tamad tidak sekadar menjadi ruang presentasi karya ilmiah, tetapi juga diharapkan melahirkan gagasan dan jejaring kerja sama yang dapat ditindaklanjuti.
“Yang kita bangun bukan hanya forum pertemuan, tetapi jejaring pengetahuan dan kerja sama yang dapat memberi dampak bagi masa depan pesantren,” ujarnya.
Basnang menambahkan, transformasi pesantren tidak berarti meninggalkan tradisi. Sebaliknya, tradisi keilmuan pesantren menjadi modal penting untuk berdialog dengan perkembangan dunia.
Ma’had Aly Perlu Hadir dalam Percakapan Keilmuan Global
Di sisi lain, Direktur Ma’had Aly Kementerian Agama, Dr. H. Adib, M.Ag., menilai konferensi tersebut penting untuk memperkuat posisi Ma’had Aly sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi keagamaan berbasis tradisi pesantren.
Menurutnya, Ma’had Aly memiliki kekayaan akademik, terutama dalam kajian keislaman berbasis turats dan metodologi keilmuan pesantren, yang dapat memberikan kontribusi dalam diskursus keislaman, kemanusiaan, dan peradaban dunia.
“Forum internasional seperti ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan intelektual tersebut kepada komunitas akademik yang lebih luas sekaligus membuka ruang dialog dengan perkembangan keilmuan global,” ujar Adib.
Ia juga berharap karya-karya yang masuk mampu menempatkan pesantren tidak hanya sebagai objek kajian, tetapi sebagai subjek yang memiliki tradisi keilmuan, pengalaman, dan gagasan dalam menjawab berbagai persoalan kontemporer.
“Kami ingin forum ini menjadi ruang perjumpaan berbagai tradisi keilmuan. Dari Indonesia, kita membawa pengalaman pesantren yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Dari komunitas global, kita belajar berbagai pendekatan dan perspektif baru,” tuturnya.
Ma’had Aly Lirboyo Jadi Tuan Rumah
Mudir ‘Am Ma’had Aly Lirboyo, KH. Atho’illah Sholahuddin Anwar, menyambut baik penunjukan Ma’had Aly Lirboyo sebagai tuan rumah Mu’tamad 2026.
Ia mengaku bersyukur atas kepercayaan tersebut sekaligus menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan konferensi.
“Kami tentu merasa senang dan bersyukur atas kehormatan yang diberikan kepada Ma’had Aly Lirboyo sebagai tuan rumah.
Kami mendukung dan mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis, khususnya bagi penguatan posisi dan peran Ma’had Aly dalam menjawab tantangan zaman,” ungkapnya di Kediri, Rabu (7/10/2026).
Sementara itu, Wakil Mudir Ma’had Aly Lirboyo sekaligus Ketua Umum Mu’tamad 2026, Agus M. Aminulloh Mahin, M.Pd., memastikan kesiapan teknis penyelenggaraan, termasuk kanal penerimaan abstrak dan paper peserta.
“Secara teknis, keluarga besar Ma’had Aly Lirboyo sebagai tuan rumah telah siap mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Abstrak peserta dapat dikirim melalui kanal yang telah disiapkan, termasuk melalui laman khusus untuk menampung paper dari para peserta,” ujarnya.
Delapan Subtema Call for Papers
Panitia membuka paper yang membahas transformasi pesantren, pendidikan Islam, jejaring keilmuan internasional, hingga pengembangan peradaban. Delapan subtema yang ditawarkan meliputi:
- Islam Wasathiyah dan Pendidikan Islam Moderat
- Pesantren Transformatif: Kurikulum, Pedagogi, dan Standar Mutu
- Internasionalisasi Pesantren dan Jaringan Keilmuan Global
- Menjaga Warisan dan Identitas Islam Indonesia dalam Diplomasi Budaya Global
- Kajian Islam, Kajian Kemanusiaan, dan Peradaban Dunia
- Harmonisasi Kurikulum dan Akreditasi dalam Pendidikan Islam
- Transformasi Digital, Inovasi, dan Pesantren
- Topik lain yang relevan dengan tema konferensi
Ketentuan Pengiriman Abstrak
Peserta harus mengirimkan abstrak sepanjang 250–300 kata dalam bahasa Arab, Inggris, atau Indonesia.
Abstrak mencantumkan judul, nama penulis, afiliasi, alamat email, kata kunci, serta subtema yang dipilih. Berkas disiapkan dalam format Microsoft Word dan dikirim melalui laman:
https://multaqadawli2026.mahadalylirboyo.ac.id/
Jadwal Penting
Pengiriman abstrak dibuka pada 7–14 Oktober 2026. Panitia akan mengumumkan abstrak terpilih pada 18 Oktober 2026.
Peserta yang lolos seleksi diminta mengirimkan full paper pada 18–23 Oktober 2026. Panelis akan ditetapkan pada 26 Oktober 2026, sedangkan konferensi berlangsung secara hibrida pada 29–30 Oktober 2026 di Ma’had Aly Lirboyo, Kediri.
Mu’tamad 2026 akan menghadirkan sesi pleno/keynote, panel paralel, serta International Matchmaking. Bahasa utama yang digunakan adalah Arab, Inggris, dan Indonesia dengan fasilitas interpretasi sesuai kebutuhan.
Apresiasi bagi Paper Terpilih
Seluruh peserta Call for Papers Mu’tamad 2026 tidak dikenai biaya registrasi. Sebagai bentuk apresiasi, tiga paper terbaik berdasarkan penilaian tim penilai akan memperoleh dana pembinaan.
Penulis paper terpilih juga akan mendapat undangan kehormatan untuk mengikuti konferensi secara luring maupun daring sekaligus menjadi panelis dalam Mu’tamad 2026.
Selain itu, paper terpilih berpeluang dipertimbangkan untuk diterbitkan dalam prosiding konferensi atau jurnal mitra. Ketentuan dan mekanisme publikasi akan diinformasikan lebih lanjut oleh panitia.
Informasi lengkap mengenai ketentuan, tahapan, dan mekanisme Call for Papers Mu’tamad 2026 dapat diakses melalui:
https://multaqadawli2026.mahadalylirboyo.ac.id/
Adapun panduan dan ketentuan lengkap dapat diakses melalui tautan bit.ly/JuknisCFPMutamad2026.

Saat ini belum ada komentar