Home » Berita » Jelang HUT RI Ke-80 LBM Pondok Lirboyo Adakan Seminar Kebangsaan, Kupas Spirit Medan Juang Santri dan Cinta Tanah Air dalam Kitab Fath Al-Maidan

Jelang HUT RI Ke-80 LBM Pondok Lirboyo Adakan Seminar Kebangsaan, Kupas Spirit Medan Juang Santri dan Cinta Tanah Air dalam Kitab Fath Al-Maidan

Raden Muhammad Rifqi 16 Agu 2025 665

Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo (LBM P2L) Kediri, Jawa Timur, mengadakan acara Seminar Kebangsaan dan Bedah Kitab pada Kamis malam Jum’at, 14 Agustus 2025.

Bertempat di Auditorium LBM Pondok Pesantren Lirboyo (LBM P2L), acara ini mengangkat karya KH. M. Said Ridlwan, yaitu kitab berjudul Fath Al-Maidan Fi Syarh Ad-Difa’ An Al-Wathan atau “Membuka Medan Juang: Syarh Ad-Difa’ An Al-Wathan”.

Seminar dan bedah kitab ini dihadiri oleh jajaran Dewan Rois, Dewan Harian Lajnah Bahtsul Masail, serta panitia pelaksana. Antusiasme peserta terlihat dari hampir seribuan lebih santri maupun mahasantri Pondok Pesantren Lirboyo yang memadati aula hingga ke teras depan.

Mengupas Kitab dan Sosok Pengarang

Acara bedah kitab ini dimoderatori oleh Bpk. Kholilurrohman, dengan dua pembicara utama: Yakni, Bpk. Ihsanuddin Ihsaq selaku anggota Dewan Rois Lajnah Bahtsul Masail dan Bpk. Habiburrohman Syafi’i, sebagai Dewan Perumus Lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam sesi tersebut, moderator mengawali dengan menceritakan sekilas biografi singkat KH. M. Said Ridlwan, yang lahir di Kediri pada 21 Juni 1981. Beliau merupakan putra bungsu dari pasangan KH. Ridlwan Abdul Rozaq dan Nyai Hj. Ruqoyyah.

Orang tua beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Huffadz, Kodran, Semen, Kediri, dan merupakan keturunan generasi ketiga pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Abdul Karim dan Nyai Dlomroh.

Beliau juga dikenal sebagai perumus aktif Lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo hingga saat ini, serta menjadi perumus Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) Se-Jawa dan Madura.

Pembicara pertama, Bpk. Ihsanuddin Ihsaq, menyampaikan bahwa KH. M. Said Ridlwan mendapat julukan “Mbah Manab (Abdul Karim) Shoghir” dari Almaghfurlah KH. A. Idris Marzuqi, sebuah pengakuan luar biasa atas keilmuan dan kealimannya.

Menurut beliau, KH. M. Said Ridlwan adalah sosok yang sangat aktif dalam dunia Bahtsul Masail sejak masih menjadi santri Lirboyo. Ia juga pernah menempuh pendidikan di Rubath Tarim Hadramaut, Yaman sebelum akhirnya kembali mengabdikan ilmunya di Pondok Pesantren Lirboyo, menyebarkan dakwah, dan menanamkan semangat menuntut ilmu kepada para santri.

Latar Belakang dan Tujuan Penulisan Kitab

Dalam sesi pemaparan, dijelaskan bahwa cikal bakal penulisan kitab Ad-Difa’ An Al-Wathan ialah berawal dari Multaqo Sufi Al-Alami pada tahun 2019 di Pekalongan, sementara itu kitab Fath Al-Maidan bermula dari Forum Multaqo Sufi Al-Alami pada tahun 2024, yang juga digelar di Pekalongan. Pertemuan para ulama sufi internasional inilah yang menjadi inspirasi awal penulisan kedua kitab tersebut.

Pembicara kedua, Bpk. Habiburrohman Syafi’i, mengupas latar belakang kitab tersebut. Ia menyampaikan bahwa kitab ini lahir dari harapan besar dan keresahan KH. M. Said Ridlwan terhadap peran santri. Beliau menekankan bahwa santri harus menjadi sosok visioner yang tidak hanya berpikir idealis, tetapi juga mau terjun ke lapangan untuk memahami kondisi Indonesia.

Kitab ini bertujuan agar para santri memahami pentingnya wawasan kenegaraan, serta kewajiban besar untuk memahami cara memajukan negara dan menumbuhkan rasa cinta tanah air yang kuat pada masyarakat.

“Untuk mewujudkan Indonesia Emas, Indonesia makmur, anti-nepotisme, dan anti-korupsi, dibutuhkan orang-orang yang memiliki pemikiran dan kepribadian positif serta betul-betul taat terhadap agama. Inilah yang melatarbelakangi kitab ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kitab ini memiliki misi mulia untuk mempersatukan masyarakat agar lebih peduli terhadap negara dan bersama-sama melawan korupsi. Kitab ini juga menjawab pertanyaan mengenai hukum mencintai tanah air (hubbul wathon) yang selama ini dianggap tidak memiliki dalil dalam Islam.

Kupasan Singkat Isi Kitab

Pembicara kedua, Bpk. Habiburrohman Syafi’i, juga memaparkan secara singkat isi kitab Fath Al-Maidan Fi Syarh Ad-Difa’ An Al-Wathan. Kitab ini mengupas hal-hal esensial yang bersifat mendesak demi kebangkitan negara, serta menjelaskan prinsip-prinsip dasar kemajuan suatu negara. Kitab ini menggunakan dua metode:

  • Seperempat bagian awal membahas keniscayaan negara (daruriyah asy-syar’i dan fitri).
  • Seperempat bagian kedua hingga akhir mengulas cara mengembangkan, membela, dan bernegara.

    Pada sepertiga bagian akhir, kitab ini secara khusus menjelaskan cara membela negara dengan spirit produktif, mengembangkan keilmuan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama warga. Selain itu, ditekankan pentingnya manajemen keamanan yang maksimal guna mencegah kerusakan atau mafsadah.

    Acara seminar kebangsaan dan bedah kitab ini berlangsung dengan lancar dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Santri Mengaji.


    Editor: A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari

    Pewarta: Raden Muhammad Rifqi

    (Mahasantri Semester I Marhalah Ula Ma’had Aly Lirboyo)

    Comments are not available at the moment.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked*

    *

    *

    Postingan Terkait
    Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo Gelar Bedah Buku di Malang, Bahas Ekonomi Islam dan Istilah Fikih

    Syauqi Multazam

    05 Jan 2026

    Bedah Buku Karya Mahasantri Lirboyo di Ma’had Aly Putri An-Nur 2 Malang

    Ma’had Aly Lirboyo Gelar Dauroh Ilmiah Metodologi Fatwa, Hadirkan Sekjen Darul Ifta Mesir

    A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari

    01 Jan 2026

    Ma’had Aly Lirboyo gelar Dauroh Ilmiah bersama Syekh Dr. Ahmed Mamdouh, Sekjen Darul Ifta Mesir

    Jurnal Syariah Edisi Desember 2025 Resmi Terbit, Sajikan Enam Artikel Studi Fiqh

    Redaktur

    01 Jan 2026

    Syariah: Journal of Fiqh Studies Ma’had Aly Lirboyo sudah rilis kembali, sajikan artikel ilmiah tentang fiqih

    Kiai Arif Ridlwan Akbar: Bedah Buku Harus Jadi Ruang Istifadah dan Penguatan Daya Kritis Mahasantri

    Raden Muhammad Rifqi

    18 Des 2025

    Pada forum bedah buku, Mudir Ma’had Aly Lirboyo sampaikan pentingnya istifadah soal metodologi turats

    Bedah Buku Kritik Ideologi Radikal, Ikhtiar Intelektual Ma’had Aly Lirboyo Hadapi Tantangan Radikalisme

    Raden Muhammad Rifqi

    18 Des 2025

    Ma’had Aly Lirboyo menghadirkan dua narasumber penulis Buku Kritik Ideologi Radikal

    Jurnal At-Tahbir Edisi November 2025 Terbit: Suguhkan Lima Artikel Terbaru Studi Al-Qur’an dan Tafsir

    Redaktur

    30 Nov 2025

    At-Tahbir: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir Ma’had Aly Lirboyo kembali terbit