Beranda » Kegiatan Akademik » OSPEM 2026 Resmi Dibuka, 160 Mahasantri Marhalah Tsaniyah Siap Jadi Kader Ulama Berbasis Turats

OSPEM 2026 Resmi Dibuka, 160 Mahasantri Marhalah Tsaniyah Siap Jadi Kader Ulama Berbasis Turats

Kediri — Suasana khidmat menyelimuti Aula An-Nawawi pada Jumat (08/05/2026). Ma’had Aly Lirboyo secara resmi membuka agenda Orientasi Studi dan Pengenalan Ma’had (OSPEM) bagi mahasantri baru Marhalah Tsaniyah.

Mengusung tema “At-Taujih ad-Dirasi lil-Marhalah al-Tsaniyah bil-Ma’had al-‘Aly Lirboyo”, kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi sekitar 160 mahasantri baru yang telah melewati rangkaian seleksi ketat untuk memasuki jenjang pendidikan lanjutan yang menekankan perihal pendalaman fikih, penelitian ilmiah, serta penguatan kapasitas akademik.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Bpk. Fathurrohman Mudhoffar, M.Ag. memandu jalannya kegiatan ini sebagai pembawa acara. Tampak jajaran Mudir Ma’had Aly Lirboyo turut hadir secara langsung, menunjukkan pentingnya agenda orientasi ini dalam menyiapkan arah akademik para mahasantri Marhalah Tsaniyah.

Paparan Kurikulum dan Peta Jalan Akademik

Dalam sambutan pembuka, Mudir Dua Ma’had Aly Lirboyo, K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd., memaparkan peta jalan akademik yang akan ditempuh para mahasantri selama menjalani studi di Marhalah Tsaniyah.

Beliau menjelaskan bahwa kurikulum dirancang secara komprehensif melalui sepuluh mata kuliah inti, mulai dari Ushul Fikih, Fikih Kebangsaan, Tafsir-Hadis, hingga Tasawuf. Menurutnya, seluruh mata kuliah tersebut dirancang untuk memperdalam kemampuan analisis dan memperluas wawasan keilmuan mahasantri.

Selain menjelaskan kurikulum, beliau juga menegaskan bahwa status mahasantri Marhalah Tsaniyah membawa tanggung jawab akademik yang lebih besar dibanding jenjang sebelumnya. Sistem evaluasi kini sepenuhnya menggunakan mekanisme Satuan Kredit Semester (SKS), dengan tingkat kehadiran menjadi salah satu indikator utama kelulusan.

Mudir Dua Ma’had Aly Lirboyo tersebut juga menginformasikan bahwa perkuliahan Marhalah Tsaniyah akan dimulai pada Kamis Legi, 14 Mei 2026 M / 26 Dzulqa’dah 1447 H.

Tekankan Produktivitas Karya Ilmiah

Pada sesi berikutnya, Mudir empat Bpk. M. Rifa’i Bachrun, M.Ag., menyoroti aspek metodologi dan budaya akademik yang menjadi ciri khas Marhalah Tsaniyah.

Beliau menegaskan bahwa mahasantri dituntut produktif menghasilkan karya ilmiah sebagai bagian dari proses pembentukan intelektual.

Kewajiban menyusun dua makalah setiap semester untuk masing-masing mata kuliah, menurutnya bukan sekadar tugas administratif, tetapi sarana untuk melatih ketajaman berpikir dan kemampuan riset.

Untuk mendukung hal tersebut, sistem pembelajaran dirancang lebih dinamis melalui presentasi individu maupun kelompok agar diskusi di ruang kuliah berjalan aktif dan produktif.

Dalam pemaparannya, Mudir empat juga menekankan standar ketat yang diterapkan oleh Bidang Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah (BP2KI) Ma’had Aly Lirboyo dalam penilaian karya ilmiah mahasantri. Beberapa aspek yang menjadi perhatian utama meliputi:

  • Orisinalitas karya sebagai bentuk muru’ah akademik
  • Validitas referensi berbasis literatur kutub mu’tabarah
  • Kedalaman substansi pembahasan
  • Kepatuhan terhadap kaidah penulisan ilmiah yang baku.

Penegasan ini menunjukkan keseriusan Ma’had Aly Lirboyo dalam membangun tradisi akademik yang kuat sekaligus tetap berpijak pada khazanah turats.

Integritas dan Penguasaan Turats

Menutup rangkaian orientasi, Mudir ‘Am Ma’had Aly Lirboyo, KH. Atho’illah S. Anwar, menyampaikan arahan tentang pentingnya integritas dalam perjalanan akademik mahasantri.

Beliau menekankan bahwa keberhasilan akademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan penghayatan nilai-nilai luhur pesantren. Menurut beliau, mahasantri Marhalah Tsaniyah tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus memiliki kemampuan dakwah dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Beliau berharap para mahasantri mampu mendalami kutub at-turats, sekaligus mengembangkan kompetensi akademik yang relevan dengan kebutuhan umat dan bangsa.

Awal Perjalanan Keilmuan Marhalah Tsaniyah

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Atho’illah S. Anwar. Dalam doanya, beliau memohon keberkahan agar proses thalabul ‘ilmi para mahasantri selama menempuh jenjang Marhalah Tsaniyah dapat berjalan dengan lancar serta membuahkan manfaat luas bagi agama, masyarakat, dan negara.

(ed. Zaeini)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less