Perkuat Benteng Aswaja dan Turath di Malaysia, 10 Alumni Ma’had Aly Lirboyo Resmi Dilantik Jadi Pemegang Tauliah Mengajar Negeri Perak
- account_circle Arif Fahrijal
- calendar_month 20/01/2026
- visibility 119
- comment 0 komentar
- label Berita
Kualitas keilmuan pesantren Indonesia di kancah Asia Tenggara kembali mendapat pengakuan nyata. Sepuluh alumni Ma’had Aly Lirboyo, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, resmi menerima Watikah Tauliah Mengajar dari Jabatan Mufti Negeri Perak setelah melalui proses seleksi yang ketat. Penyerahan legalitas dakwah tersebut dilaksanakan dalam puncak acara Kursus Induksi Tauliah Mengajar di Dewan Al-Ghazali, Kompleks Islam Darul Ridzuan, Ipoh, Ahad (18/1/2026).
Watikah diserahkan langsung oleh Timbalan Mufti Negeri Perak, Sahibus Samahah Dato’ Haji Zamri bin Hashim. Penerimaan tauliah ini menegaskan posisi para mahasantri double degree Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo yang saat ini menempuh studi Pascasarjana di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI). Mereka bukan sekadar mahasantri perantauan, melainkan intelektual muda pesantren yang menjalankan peran ganda: menimba ilmu di kampus modern sekaligus menghidupkan kembali pengajian kitab turath di surau dan masjid sekitar.
Pemberian legalitas ini bukan sekadar formalitas, melainkan bukti lolosnya uji kompetensi yang ketat. Jabatan Mufti Negeri Perak mensyaratkan setiap calon pemegang tauliah untuk lulus ujian lisan dan tulisan. Sesuai regulasi yang berlaku, tes ini diterapkan sebagai mekanisme penyaringan agar para pendakwah memiliki pemahaman agama yang lurus serta tidak menyebarkan ajaran yang dapat memecah belah umat.
Lolosnya sepuluh alumni Ma’had Aly Lirboyo dalam seleksi tersebut menjadi indikator kuat bahwa tradisi keilmuan pesantren salaf Jawa Timur memiliki relevansi tinggi dan diterima baik oleh otoritas agama di Perak. Keselarasan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjadi pegangan Jabatan Mufti Perak ternyata sejalan dengan sanad keilmuan yang dibawa para mahasantri. Karakter moderat, santun, serta penguasaan mendalam terhadap kitab turath terbukti kompatibel dengan garis panduan syarak yang diterapkan di negeri tersebut.
Sebelum resmi dilantik, para mahasantri diwajibkan mengikuti kursus induksi sejak Sabtu (17/1). Materi pembekalan meliputi pemahaman struktur organisasi agama Islam negeri, silabus pengajaran, hingga materi fundamental tentang akhlak melalui sesi Adab al-Ta‘lim wa al-Muta‘allim. Selain itu, wawasan mengenai tantangan akidah kontemporer juga diberikan sebagai bekal dalam menjalankan tugas dakwah.
Berdasarkan rilis resmi, sepuluh alumnus Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo yang kini memegang tauliah mengajar di Negeri Perak adalah Alfuadi Ahmad Rosyid, M.F.U; Arif Fahrijal, M.F.U; Imam Nawawi, M.F.U; M. Yusuf Fadlullah, M.F.U; Mas’ad Abdul Karim, M.F.U; Mochammad Dzinnun Al Mishry, M.F.U; Moh. Nurul Azhar, M.F.U; Mohammad Ilzam Billah, M.F.U; Muhammad Bagus Fatichur Ridlo, M.F.U; dan Taslim, M.F.U.
Mewakili rekan-rekannya, M. Yusuf Fadlullah menyebut bahwa tauliah ini merupakan amanah ganda. “Mendapatkan tauliah ini merupakan amanah dari Jabatan Mufti Perak, sekaligus tugas yang diamanatkan oleh guru-guru kami di Indonesia untuk melestarikan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah serta memperkuat pengajian turath, di samping peran kami sebagai mahasiswa,” ujarnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa lulusan Ma’had Aly mampu beradaptasi dengan regulasi negara lain tanpa kehilangan jati diri keilmuannya, sekaligus memperkuat benteng Aswaja dan tradisi turath di ranah internasional.

Saat ini belum ada komentar