Beranda » Berita » Lolos Ujian Ketat Mufti Perak, 10 Alumni Ma’had Aly Lirboyo Resmi Raih Status Guru Berbartauliah

Lolos Ujian Ketat Mufti Perak, 10 Alumni Ma’had Aly Lirboyo Resmi Raih Status Guru Berbartauliah

Suasana hening namun penuh ketegangan menyelimuti Gedung E-Learning Aras 4, Perpustakaan Tuanku Bainun, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Jumat (11/1/2026). Di ruangan tersebut, nasib sepuluh alumni Ma’had Aly Lirboyo, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, dipertaruhkan. Mereka tidak sedang menghadapi ujian semester kampus, melainkan ujian penentuan kelayakan dakwah di hadapan para pakar otoritatif Negeri Perak.

Ujian kelayakan tersebut dirancang sebagai mekanisme kontrol kualitas yang sangat ketat oleh Jabatan Mufti Negeri Perak. Tujuannya memastikan bahwa para intelektual muda pesantren yang akan naik mimbar benar-benar memiliki sanad keilmuan yang murni serta integritas mental yang teruji.

Dihadang Trio Panelis Otoritatif

Ketegangan dalam ruang ujian bukan tanpa alasan. Para peserta dihadapkan pada tiga panelis yang memiliki kepakaran tinggi di bidangnya. Panel pertama adalah YBhg. Dato’ Dr. Muhammad Ayman Al-Akiti, anggota Jawatankuasa Fatwa Negeri Perak. Di hadapan beliau, para peserta diuji hafalan serta pemahaman kitab turath, seperti Maraqil ‘Ubudiyyah syarah atas Bidayatul Hidayah karya Imam al-Ghazali yang ditulis Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani serta Tuhfatul Murid Syarh Jauharah at-Tauhid karya Syekh Ibrahim al-Bajuri. Kesalahan kecil dalam bacaan maupun konsep dapat berakibat fatal bagi penilaian.

Ujian berlanjut di hadapan YBhg. Prof. Dr. Azmil bin Hashim, profesor UPSI sekaligus Fadhilatus Syeikh Jabatan Mufti. Pada sesi ini, peserta diuji kemampuan ijtihad ushuli dan manhaji, dengan tuntutan untuk mendemonstrasikan metodologi penggalian hukum dari Al-Qur’an secara sistematis.

Sementara itu, panelis ketiga, YBrs. Prof. Dr. Yahya bin Mat Som, menguji wawasan global dan ketahanan mental peserta melalui psikotes serta pertanyaan-pertanyaan ideologis, mulai dari kapitalisme hingga radikalisme.

Sepuluh Nama Alumni Ma’had Aly Lirboyo yang Lolos

Ujian menegangkan tersebut akhirnya berbuah manis. Pada pertengahan Januari 2026, sepuluh alumnus Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo yang tengah menuntaskan double degree tersebut dinyatakan lulus murni dan resmi menerima Watikah Tauliah Mengajar dari Jabatan Mufti Negeri Perak.

Kelulusan ini mengukuhkan status mereka sebagai guru agama yang sah dan diakui otoritas kerajaan Malaysia untuk mengajar kitab turath di wilayah Perak. Sepuluh nama tersebut adalah: Alfuadi Ahmad Rosyid, M.F.U; Arif Fahrijal, M.F.U; Imam Nawawi, M.F.U; M. Yusuf Fadlullah, M.F.U; Mas’ad Abdul Karim, M.F.U; Mochammad Dzinnun Al Mishry, M.F.U; Moh. Nurul Azhar, M.F.U; Mohammad Ilzam Billah, M.F.U; Muhammad Bagus Fatichur Ridlo, M.F.U; dan Taslim, M.F.U.

Drama Masa Penantian

Mochammad Dzinnun Al Mishry, salah satu peserta yang lulus, menuturkan bahwa ujian tersebut sangat menguras energi.

“Ketika masuk ruang ujian, atmosfernya sangat berbeda. Berhadapan langsung dengan pakar sekelas Dato’ Ayman dan Prof. Azmil membuat kami harus berpikir ekstra keras untuk menyusun argumen yang ilmiah namun tetap beradab,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ujian mental terberat justru terjadi setelah tes, yakni masa penantian pengumuman dari pertengahan Desember hingga awal Januari.

“Itu adalah masa-masa penuh doa dan kecemasan. Kami tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga marwah Lirboyo. Ketakutan terbesar kami bukan gagal tes, melainkan mengecewakan amanah pesantren,” kenangnya.

Keberhasilan melewati seluruh tahapan seleksi yang berat inilah yang menjadi legitimasi kuat di balik watikah yang mereka terima, sekaligus membuktikan bahwa kualitas keilmuan lulusan Ma’had Aly mampu menjawab standar tinggi otoritas agama Negeri Perak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less