Kiprah Global Mahasantri Ma’had Aly di Forum Pemimpin Muda Dunia iFUTURE Summit 2025
- account_circle Arif Fahrijal
- calendar_month 15/10/2025
- visibility 350
- comment 0 komentar
- label Berita
Empat mahasantri dari tiga Ma’had Aly di Indonesia mengikuti ajang International Young Future Leaders Summit (iFUTURE) 2025. Forum global yang berlangsung di World Trade Centre, Kuala Lumpur, pada 11–13 Oktober tersebut diikuti lebih dari 800 mahasiswa dari 50 negara yang membahas isu kepemimpinan dan masa depan global.
Delegasi Indonesia yang merupakan peraih program MoRA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) Kemenag RI itu terdiri atas M. Yusuf Fadlulloh (Ma’had Aly Lirboyo, Kediri), Edi Massholihin (Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Tebuireng), Muhammad Nailul Mubaroq, dan Muhamad Uday (Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga, Aceh) membawa perspektif khas pesantren ke tengah diskusi seputar teknologi dan kecerdasan buatan (AI), menampilkan sintesis antara nilai-nilai tradisi Islam dan tantangan modernitas.
Menanggapi isu perkembangan teknologi, M. Yusuf Fadlulloh, salah satu perwakilan delegasi, menyampaikan pandangan filosofis yang mencerminkan prinsip dasar komunitas pesantren. Ia menegaskan, “Bagi kami, teknologi, termasuk Kecerdasan Buatan (AI) yang secanggih apa pun, tetaplah bagian dari ilmu sebuah sarana yang mesti dikendalikan oleh adab dan akhlak.”
Pernyataan tersebut sejalan dengan pembahasan dalam sesi panel yang menghadirkan Menteri Digital Malaysia, YB Gobind Singh Deo, yang menegaskan komitmen pemerintah terhadap visi AI Nation 2030, serta Ms. Yeoh Pei Lou dari YTL AI Labs, yang menyoroti peran penting “Daya cipta manusia” dalam melahirkan inovasi unggul.
Pembahasan tentang urgensi pembentukan karakter semakin menguat setelah Prof. Datuk Dr. Mohd Tajudin Md Ninggal menyerukan agar dunia pendidikan “Kembali memiliki jiwa, perasaan, dan pemikiran” dalam upaya membentuk insan yang berkepribadian utuh. Yusuf mengaku sangat terinspirasi oleh pesan tersebut, yang menurutnya mencerminkan inti dari pendidikan pesantren yakni menanamkan nilai-nilai moral dan akhlak sebagai fondasi utama pembelajaran.
Acara mencapai puncaknya dalam sesi dialog “Temu Anwar @iFUTURE2025” bersama Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato’ Seri Anwar bin Ibrahim. Bagi Yusuf, apresiasi yang disampaikan Perdana Menteri terhadap semangat generasi muda merupakan bentuk amanah moral. “Seruan itu menjadi dorongan bagi kami untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, negara, dan agama,” ungkapnya.
KTT iFUTURE 2025 resmi dibuka oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato’ Seri Ahmad Zahid Hamidi, yang berpesan kepada generasi muda agar memimpin dengan keikhlasan dan rasa tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa “Kemanusiaan harus mengungguli algoritma, integritas lebih penting daripada popularitas, dan pengetahuan harus mengatasi hiruk-pikuk dunia maya.”
Acara ini kemudian ditutup oleh Menteri Pendidikan Tinggi, YB Dato’ Seri Diraja Dr. Zambry Abd Kadir, yang menandai keberhasilan konferensi tersebut sebagai wadah strategis bagi para calon pemimpin dunia dalam membangun visi global yang memadukan kemajuan inovasi dengan nilai-nilai etika.

Editor: A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Pewarta: Arif Fahrijal
(Mahasantri Double Degree Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo dan Magister Pendidikan Islam di Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia)

Saat ini belum ada komentar