Beranda » Berita » Mudir Ma’had Aly Lirboyo Hadiri Halaqah Internasional di Wajo: Teguhkan Peran Pesantren dalam Kajian Turats

Mudir Ma’had Aly Lirboyo Hadiri Halaqah Internasional di Wajo: Teguhkan Peran Pesantren dalam Kajian Turats

Pada tanggal 2–4 Oktober 2025, Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Macanang, Wajo, Sulawesi Selatan, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Halaqah Internasional yang diinisiasi oleh Direktorat Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia bertema “Transformasi Sosio-Ekologis dan Solusi Epistemologis Berbasis Turats”.

Dalam kesempatan tersebut, Mudir Dua Ma’had Aly Lirboyo, K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd., turut hadir sebagai salah satu peserta undangan mewakili kiprah Ma’had Aly Lirboyo dalam percaturan ilmiah baik tingkat nasional dan global.

Acara secara resmi dibuka oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun kesadaran ekoteologi melalui kajian Al-Qur’an. Beliau menyampaikan bahwa perubahan perilaku hanya mungkin terjadi apabila cara berpikir manusia ikut berubah, dan perubahan itu harus dimulai dengan meninjau kembali kerangka teologis yang digunakan.

Menag juga menegaskan peran pesantren dalam mengembangkan kajian turats dengan pendekatan multidisipliner, mulai dari semantik hingga antropologi. Hal ini diharapkan mampu melahirkan kontribusi ilmiah sekaligus solusi peradaban dari lingkungan pesantren.

Sejumlah tokoh nasional dan internasional turut hadir sebagai narasumber, di antaranya: Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si. (Guru Besar UIN Sunan Ampel), Dr. (HC) KH. Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU), Syekh Dr. Abdul Hamid Assyaq (Maroko), Dr. Ahmad Mamduh (Darul Ifta Al-Mishriyyah), Dr. Maryam Ait Ahmed (Maroko), Syekh Alaa Nour Beshry Abdalla (Mesir).

Selain sesi utama, acara juga diramaikan dengan presentasi paralel dari para akademisi dan mahasantri. Termasuk yang terpilih adalah A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari, M.Ag., alumnus Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo, ia mempresentasikan paper berjudul: “Pengolahan Sampah Plastik di Pondok Pesantren Lirboyo: Implementasi Fiqh al-Bi’ah Menuju Pesantren Eco-Friendly”.

Paper itu mengulas praktik pengelolaan sampah plastik di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri sebagai implementasi Fiqh al-Bi’ah (fikih lingkungan), sekaligus kontribusi pesantren terhadap gerakan eco-pesantren.

Kehadiran Dewan Mudir Ma’had Aly se-Indonesia, utamanya yang memiliki kekhasan takhassus fiqih dan ushul fiqih, semakin memperkuat atmosfer keilmuan dalam forum ini.

Dengan demikian, keikutsertaan Ma’had Aly Lirboyo dalam Halaqah Internasional tersebut menjadi wujud nyata komitmen pesantren dalam merespons isu-isu kontemporer melalui penggalian khazanah turats, sekaligus memperluas jejaring akademik pesantren di level internasional.

Mudir Ma’had Aly Lirboyo tengah memaparkan sejumlah rekomendasi. (Foto: Dok. Pribadi)
Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less