127 Mahasantri Marhalah Tsaniyah Ikuti Ujian Proposal Tesis, Siap Maju Ke Tahap Lanjutan Penelitian Akhir
- account_circle Raden Muhammad Rifqi
- calendar_month 4/08/2025
- visibility 825
- comment 0 komentar
- label Kegiatan Akademik
Ma’had Aly Lirboyo Kediri kembali menggelar Ujian Proposal Risalah (Tesis) bagi 127 mahasantri Marhalah Tsaniyah. Ujian ini merupakan tahapan krusial dalam program Marhalah Tsaniyah yang bertujuan untuk menguji kesiapan dan kelayakan proposal penelitian sebelum dilanjutkan ke tahap penulisan tesis.
Acara yang berlangsung pada Ahad, 3 Agustus 2025, mulai pukul 10.00 WIB pagi ini terbagi di beberapa lokasi, yaitu Auditorium An-Nawawi, Ruang Perkuliahan Marhalah Tsaniyah Al-Karim, Ruang VIP Gedung Darul Mubtadi-ien (DM), dan Ruang VIP Lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo (LBM P2L).
Total 127 mahasantri yang mengikuti ujian ini terbagi menjadi 14 kelompok, 14 risalah mahasantri diantaranya berupa Tahlil Al-Kutub berbahasa Arab.
Sebelum ujian dimulai, diadakan sosialisasi dan arahan dari dewan penguji yang dihadiri oleh jajaran Mudir Ma’had Aly Lirboyo, Dewan Dosen Marhalah Tsaniyah, Dewan Pembimbing Risalah, serta Kabid dan Anggota Bidang Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah Ma’had Aly Lirboyo (BP2KI).
Dalam forum tersebut, dibahas mekanisme ujian dan aspek penilaian tesis yang mencakup: Metodologi penelitian, Kesesuaian isi dengan judul, Kekuatan referensi turats dan Sistematika pembahasan
K. M. Aminulloh Mahin, M.Pd, selaku Mudir Dua Ma’had Aly Lirboyo, menjelaskan bahwa ujian ini memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi akademik mahasantri. Ia berharap ujian proposal ini menjadi langkah evaluasi yang konstruktif.
“Jika ditemukan mahasantri yang tidak lulus, mereka akan diberikan kesempatan untuk memperbaiki proposalnya dan dapat mengikuti Munaqasyah Risalah berdasarkan masukan dari dewan penguji,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, K. Arif Ridlwan Akbar Mudir Tiga Ma’had Aly Lirboyo menekankan pentingnya peningkatan kualitas Risalah Tahlil Al-Kutub. Menurutnya, standar Risalah Tesis ini harus lebih tinggi dari Risalah Ta’liq di tingkat Marhalah Ula.
“Risalah Tahlil Al-Kutub bukan hanya tentang tabyin al-murad atau bayanu mufradat saja. Isinya harus memuat unsur-unsur kajian teori berupa takhrij al-furu’ ala al-ushul atau takhrij al-ushul ala al-furu’ dan muatan analisis, sehingga berbeda dengan penulisan risalah ta’liq di tingkat Marhalah Ula,” ungkapnya.
Ujian Proposal Risalah ini berlangsung tertib hingga pukul 17.00 WIB sore dan berjalan lancar sesuai harapan.
Editor: A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Pewarta: Raden Muhammad Rifqi
(Mahasantri Semester I Marhalah Ula Ma’had Aly Lirboyo)

Saat ini belum ada komentar